IMG-LOGO
Ekonomi

Uang

- 2020-01-06
IMG

Uang

  • Definisi \Uang berdasarkan potensinya adalah pertukaran dari nilai tambah. Pertukaran adalah masalah sikap, apakah seseorang bersedia pergi menukar? Sedangkan “nilai tambah” merupakan kekuatan potensial yang akan menjadi kekuatan riil apabila itu dipertukarkan. Nilai tambah ada dua, pertama yang diberikan alam semesta berupa pesona dan kemampuan fisik. Yang kedua diperoleh dari pembelajaran, seperti pengetahuan dan
     keterampilan. Dengan demikian uang sebagai kekuatan riil, karena uang merupakan wujud dari kekuatan potensial yang berhasil ditukarkan.

Ada hal yang sangat penting diperhatikan dalam sikap yang tepat terhadap uang. Pada saat orang mendapatkan uang, baik dari hasil jerih payah maupun hadiah, yang pertama muncul dalam pikirannya bukanlah; “uang ini akan dibelikan apa?” atau “keinginan apa yang belum terwujud selama ini karena belum punya uang cukup?” Sikap yang tepat justru memunculkan pernyataan, bahwa di dalam uang tersebut tersimpan berbagai potensi uang yang dapat diberdayakan.

Uang hanyalah alat tukar. Ada saat dan tempat tertentu yang membuat uang sama  sekali “kehilangan nilainya”. Misalnya bila kita berwisata di sebuah resort terpencil yang menyajikan kesunyian dan hening sebagai obyek jualannya. Di malam yang sepi, karena tidak ada orang berjualan atau kendaraan lalu lalang, uang akan kehilangan “kekuatannya” sebagai alat tukar. Kalau kita lapar dan tak membawa bekal makanan, kita akan lapar terus sampai waktu sarapan tiba.

Sikap yang tepat terhadap uang adalah: ketika kita memperolehnya, kita akan melihat potensi apa sajakah yang bisa dipertukarkan oleh uang yang kita miliki. Bagi setiap orang, potensi itu bisa beragam. Namun satu hal yang sama: dengan melihat potensi, orang akan menggunakan uang dengan bijaksana.

Orang-orang dengan status pemasukan Super Active Income dengan kisah sukses dalam hidup ternyata menggunakan uangnya itu untuk kebutuhan yang bermanfaat. Mereka mampu membedakan antara pengeluaran untuk hal yang bersifat kebutuhan dan keinginan. Mereka pun sangat berhati-hati terhadap jenis-jenis pengeluaran yang lebih bersifat “menaikkan gengsi dan pencitraan” yang lebih berupa keinginan. Meski punya income besar mereka berupaya untuk memberdayakan uang agar uang yang dimiliki dapat menjadi produktif.

Apa persisnya modus BIJAKSANA yang dilakukan oleh orang-orang dengan status SUPER ACTIVE INCOME?  Ingat apa kata kuncinya dari SUPER ACTIVE INCOME?  Keterlibatan Penuh Anda atau Hidup dan Sehatnya Anda. Karena ini sangat bergantung pada Anda, maka disebut RAWAN. Bagi orang yang bijaksana, rawannya super active income ini justru disiasati dengan:

1)      Saving

 Mengapa harus menyimpan? Karena status super active income yang sangat rawan, menuntut keterlibatan secara penuh. Menabung merupakan kegiatan preventif yang fungsinya berjaga-jaga apabila Anda mendadak tidak bisa berpenghasilan, karena keterlibatan pada pekerjaan diinterupsi oleh penyakit, musibah atau kecelakaan.

 Orang yang tidak BIJAKSANA mungkin sadar akan kerawanan status incomenya, tapi memilih  berperilaku tidak peduli, menghabiskan apa saja yang ia dapatkan. Pembenarannya: Toh besok juga ada lagi, mengapa saya harus dipusingkan untuk menyimpan. Pertanyaannya adalah: dari mana mereka tahu bahwa besok pasti akan ada penghasilan lagi? 

 Menabung adalah cara yang digunakan sekadar untuk menyimpan dan boleh jadi tidak menjamin dari sisi income.Bahkan,mungkin menyimpan dalam bentuk tabungan di Bank dengan bunga tertentu nilai yang dapat dibeli dari uang tersebut mengalami penurunan. Meski demikian orang yang sudah mampu menyimpan uang, dia terbuktiberhasil mengendalikan diri dari kebiasaan menghabiskan apa yang dia dapatkan.

 

2)      Proteksi

 Proteksi atau perlindungan diperlukan karena justru banyak hal yang rawan di dalam diri manusia. Manusia rawan sakit, celaka, meninggal dunia. Manusia pun rentan akan hal-hal tak terduga berkaitan dengan kegiatan atau dengan alam. Siapa yang tahu dan dapat memprediksi serta cukup waktu menghadapi bencana alam? Tidak ada , bukan? Sudah sering kita mencermati TRAGEDI KEUANGAN DIRI SENDIRI atau TRAGEDI KEUANGAN KELUARGA. TRAGEDI tersebut terjadi saat uang yang ada bahkan asset selama itu bernilai uang harus dibayarkan saat kejadian tertentu misalnya : celaka, sakit yang memerlukan perawatan intensif, rumah terbakar, barang hilang. Kendaraan yang diparkir tertabrak, atau meninggal dunia.

 Siapa yang harus menanggung saat tragedy itu terjadi? Apakah diri Anda sendiri? Bagaimana mungkin sementara semua uang ada pun telah terkuras habis. Bagaimana mungkin membiayai dirinya, sedangkan dia sendiri sudah meninggal? Berarti diperlukan pihak lain yang menanggung beban yang ditinggalkan?Siapa yang Anda harapkan untuk mengambil tanggung jawab ini? Saudara Anda, orangtua, atau teman dekat Anda? Pertanyaannya adalah: apakah mereka mampu? Apakah mereka dapat diandalkan?

 Bila Anda ragu mereka dapat melakukannya, mengapa Anda tidak serahkan beban ini kepada perusahaan yang mau bertanggungjawab?  Ada banyak perusahaan bersedia mengambil tanggung jawab, memastikan tujuan financial anda tercapai lepas daripada Anda ada atau tidak ada.

 Banyak orang, khususnya mereka yang berstatus Super Active Income bila tidak melakukan proteksi sama dengan penjudi. Mengapa? Karena mereka mempertaruhkan nasib keuangan keluarganya.

 Orang yang bijaksana dengan uangnya tidak akan pernah membiarkan nasib keuangan keluarganya dipertaruhkan. Mereka mngerti cara menggunakan uang kecil untuk melindungi uang besarnya.

3)      Membangun Pasive Income
 Semakin bijaksana orang yang sadar bahwa incomenya masuk di status SuperActive Income, ia akan seharusnya mulai membangun sumber income yang lain, yang tidak keterlibatannya secara penuh.  
 Menjadi menantang tentunya mengajukan pertanyaan, “Bagaimana passive income bekerja menghasilkan uang untuk anda?”
 Hingga saat ini anda menjadi sadar bahwa Anda perlu Bijaksana dalam hal finansial  sehingga anda aman dan nyaman seumur hidup, menampilkan kecerdasan finansial dan terhindar dari tragedi keuangan. Apabila Anda sudah Bijaksana dalam hal finansial ini, ini menunjukkan bahwa Anda berbeda dengan domba karena mampu bertanggung jawab
Hingga saat ini anda menjadi semakin menyadari Super Active Income ini menempatkan diri anda pada posisi TERANCAM setiap saat, Bila Anda tidak BIJAKSANA, maka anda akan TRAGIS. Apakah Anda termasuk orang yang Pasti Aman dari Ancaman dan Hidup Nyaman? Baiknya perbandingkan antara pengeluaran untuk membiayai Kebutuhan Dasar (KD) dengan Status Income Super Active Income (SAI). Biaya Kebutuhan Dasar adalah Kebutuhan untuk Pribadi dan keluarga Anda (tempat tinggal, pakaian, listrik, pulsa, makan-minum, hiburan, rekreasi, sekolah, kendaraan, dll).
a)      Income (SAI) < KD = TRAGIS
b)      Income (SAI) = KD = RAWAN
c)       Income (SAI) > KD = MENJADI MALAS ( ALASANNYA COMFORT ZONE)
Bila Anda termasuk yang kategori TRAGIS , maka Anda perlu cermati ulang unsur KD nya, apakah memang hal-hal yang benar-benar perlu atau  justru sebagian adalah untuk hal yang sifatnya keinginan, gengsi dan konsumtif belaka. Bila ternyata KD anda memang semuanya sudah merupakan hal-hal yang perlu saja, maka cermatilah sumber income Anda? Perlu meningkatkan income anda?
Bila Anda termasuk kategori RAWAN, untuk mengurangi kerawanannya cermati unsur-unsur yang masuk kategori KD sambil pikirkan cara agar memperoleh income lain yang tidak perlu melibatkan kehadiran anda total.
Bila Anda termasuk kategori “Comfort Zone”, ingat ini seakan-akan nyaman tetapi belum aman. Apa sebab? Pertama, Ingat status income Anda saja Super Active Income. Kedua, Sisa kelebihannya anda gunakan  apa? Bila Anda gunakan 100 % untuk konsumsi, maka anda tergelincir ke dalam lembah GOBLOK. Bila Anda gunakan 100 % untuk menciptakan sumber income, maka Anda naik ke kategori CERDAS financial.   Ingat, selama income anda dominan dari Super Active Income, meski anda termasuk kategori Comfort Zone yang cerdas pun anda belum benar-benar dapat nyaman. Anda masih tidak Aman.
Super aktif income adalah income yang menuntut keterlibatan secara penuh dari anda.

Tags: