IMG-LOGO
Home Kuliner Resep Masakan Jepang (Bagian 1)
Kuliner

Resep Masakan Jepang (Bagian 1)

- 2018-07-30
IMG

Sayuran Isi

 \"\"

Sayuran isi biasanya dibuat dengan melubangi bagian tengah sayuran dan diisi dengan daging. Dalam resep ini kita akan membuatnya dengan menggunakan dua sayuran musim panas, paprika hijau dan pare \'goya.\'

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

1 pare atau goya
4 paprika hijau 
200g daging ayam giling
80g bawang bombai

1/4 sendok teh garam
lada secukupnya
2 sendok teh shoyu
1 sendok teh minyak wijen
1 sendok makan tepung terigu

Tepung terigu secukupnya
Minyak sayur secukupnya

(saus)
1 sendok makan shoyu
2 sendok teh cuka
pasta moster secukupnya

Persiapan

Cincang bawang bombai. Ulen daging ayam giling di dalam mangkuk, tambahkan dengan garam dan lada, ulen lagi sampai tercampur merata.

Tambahkan shoyu, minyak wijen dan tepung terigu, lalu ulen lagi sampai tercampur merata. Terakhir masukkan bawang bombai cincang dan ulen lagi.

Potong-potong bundar pare dengan ketebalan 1,5cm, buang bagian bijinya. Potong paprika setengah bagian memanjang dan buang bijinya.

Taburi bagian dalam pare dan paprika dengan tepung terigu.

Masukkan isian daging ayam ke dalam sayuran, ratakan dan kemudian taburi tepung terigu di atas isian dagingnya.

Panaskan satu sendok makan minyak sayur di wajan. Pertama masukkan paprika isi dengan posisi daging menghadap ke bawah. Lalu masukkan pare isi di sampingnya. Tutup wajan dan masak dengan api kecil selama 2 hingga 3 menit.

Buka tutup wajan beberapa kali untuk memeriksa warna isian dan ketika sudah berwarna kecokelatan, balik. Tambahkan satu sendok makan air dan tutup lagi. Lanjutkan masak selama 3 hingga 4 menit.

Tusuk bagian tengah isian daging, jika cairan yang keluar berwarna jernih, maka sudah siap. Angkat dan sajikan di atas piring dengan saus campuran cuka, shoyu dan pasta moster.

Sayuran Musim Panas

Sayuran musim panas kaya dengan nutrisi sehingga cocok untuk musim panas di Jepang yang menyengat. Misalnya, kandungan vitamin C di pare atau goya terhitung tiga kali lipat lebih banyak dari lemon. Selain itu pare juga bermanfaat sebagai pengganti potasium yang hilang saat kita keringatan. Membantu metabolisme dan mendinginkan tubuh dengan melepaskan panas.

Paprika hijau juga mengandung vitamin C dan A yang membantu agar kulit dan membran mukosa atau selaput lendir tetap sehat. Paprika cocok dimasak dengan isian daging. Tubuh akan menyerap vitamin A dengan lebih baik saat dikonsumsi dengan lemak. Selain itu, vitamin C yang terkandung dalam paprika hijau tidak mudah hancur oleh panas.

Karena budi daya sayuran dalam rumah kaca semakin marak, maka banyak sayuran yang tersedia sepanjang tahun. Tapi, sayuran musiman lebih bergizi tinggi karena mengandung energi dari matahari dan tanah. Energi dari alam bisa masuk ke dalam tubuh dengan memakan sayuran musiman, sehingga bisa membantu sistem imunitas tubuh.

 

Nasi Jahe atau Shoga Gohan

\"\"

Jahe merupakan bahan makanan yang populer dalam masakan Jepang, baik sebagai bumbu atau penambah rasa. Dalam resep ini kami akan mengajarkan Anda cara membuat Nasi Jahe atau Shoga Gohan. Nasi yang dimasak dengan jahe dan kaldu dashi dari katsuobushi atau cakalang serut ini memiliki rasa yang elegan.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"


300g beras
20g jahe
5g katsuobushi atau cakalang serut
1 sendok teh shoyu
1/2 sendok teh garam


100g jahe
10g katsuobushi atau cakalang serut
2 sendok makan shoyu
1 1/2 sendok makan gula

Persiapan

Cuci dan bilas beras, kemudian tiriskan dengan saringan selama 10 menit. Lalu masukkan ke dalam panci yang berisi 200ml air. Diamkan selama 30 menit. Kupas kulit jahe lalu iris-iris strip tipis jahenya seperti korek api. Rendam irisan jahe dengan air selama lima menit.

Di panci berbeda didihkan 250ml air, lalu masukkan cakalang serut katsuobushi dan rebus selama 1 menit dengan api kecil untuk membuat kaldu dashi. Matikan api dan tuang kaldu dashi sambil disaring ke dalam mangkuk. Peras katsuobushi sampai keluar semua cairannya.

Campur 230ml kaldu dashi ke dalam panci berisi air dan beras. Tambahkan air secukupnya jika dibutuhkan. Tambahkan dengan shoyu dan garam, lalu aduk rata. Taburi jahe dan tutup panci. Masak dengan api sedang.

Setelah mendidih, kecilkan api dan masak lagi selama 7 menit jika menggunakan panci keramik atau 12 menit jika menggunakan panci biasa.

Matikan api setelah waktunya sudah selesai. Diamkan dengan kondisi panci tetap tertutup selama 10 menit. Lalu gunakan sendok nasi yang sudah dibasahkan terlebih dahulu untuk mengaduk bulir nasi yang menempel di panci, aduk dari sisi bawah, aduk sekitar 3 hingga 4 kali untuk mengeluarkan uapnya.

(Untuk membuat jahe tsukudani)
Iris tipis jahe dan rendam di dalam air selama lima menit. Remas cakalang serut katsuobushi dengan tangan menjadi remah-remah.

Masukkan irisan jahe dan katsuobushi ke dalam panci berisi 250ml air dan rebus dengan api sedang.

Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus lagi selama 10 menit. Lalu tambahkan dengan shoyu dan gula. Rebus lagi selama 10 menit.

Besarkan lagi apinya sambil diaduk dengan spatula. Saat airnya sudah sat atau menyusut, matikan api. Masukkan jahe tsukudani ke dalam wadah dan simpan di kulkas.

Manfaat Jahe dan Cara Menikmatinya

Dalam masakan Jepang, \"Shoga\" atau jahe digunakan sebagai penambah rasa untuk sashimi atau tahu dan sebagai bumbu saat memasak daging giling atau ikan guna memperkaya rasa dan menghilangkan bau amis.

Pada bulan Mei atau Juni, \"shin-shoga\" atau jahe muda dengan ujung yang berwarna pink, atau \"ha-shoga\" jahe dengan daun dan batang yang tipis dan panjang mulai dijajakan di rak-rak supermarket. Jahe muda dipanen saat tumbuhan itu masih dalam tahap awal pertumbuhan. Bisa dimakan mentah karena tidak terlalu pedas dan tidak terlalu berserat dibandingkan jahe biasa.

Pada musimnya, banyak rumah tangga di Jepang yang membuat acar manis jahe, jahe muda yang direndam dengan cuka dan gula atau sirup jahe. Acar jahe yang disajikan di kedai sushi dibuat dari irisan tipis jahe muda.

Sementara itu, jahe biasa yang berwarna kecokelatan tersedia sepanjang tahun setelah disimpan selama dua bulan pasca panen. Rasanya lebih pedas dan lebih kering. Jahe jenis ini biasa digunakan sebagai penambah rasa.

Jahe ditanam di seluruh dunia dan digunakan sebagai rempah serta untuk obat-obatan. Jahe bukan hanya menghangatkan badan tetapi juga bermanfaat sebagai antioksidan, penggugah selera dan anti inflamasi.

Takoyaki Dibuat dengan Wajan

\"\"

Takoyaki merupakan penganan berbentuk bola-bola bundar yang dibuat dari adonan tepung terigu dan telur yang dicampur dengan kaldu dashi atau air dan ada potongan gurita di dalamnya. Takoyaki biasanya dibuat dengan cetakan khusus tapi dalam resep ini  Anda bisa membuatnya dengan wajan biasa.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

(20 takoyaki)
100g gurita rebus
1 butir telur
150ml air
1 sendok teh shoyu
1/4 sendok teh garam
150ml (sekitar 70g) tepung terigu
4 daun bawang kecil
3 sendok makan (15g) remah-remah tempura atau agedama

(bahan untuk agedama)
2 sendok teh telur kocok
2 sendok makan air
2 sendok makan tepung terigu

1 sendok makan acar jahe merah (disesuaikan selera)
cakalang serut katsuobushi

minyak
saus tonkatsu atau saus chuno
mayones

Persiapan

Pertama, buat agedama. Aduk telur kocok, air dan tepung terigu di dalam mangkuk kecil. Panaskan minyak di wajan hingga mencapai suhu 160 derajat Celsius. Untuk memeriksa temperatur minyak di wajan, masukkan setetes adonan ke dalam wajan. Jika adonan tersebut langsung naik ke atas permukaan setelah tenggelam ke dalam dasar wajan, maka temperatur minyaknya sudah pas.

Tuang semua adonan sekaligus dan langsung aduk-aduk agar tercipta remah-remah. Setelah digoreng selama 3 menit, angkat dan tiriskan di atas wadah berlapis tisu dapur.

Potong dadu gurita dengan ukuran sekitar 1cm, iris-iris tipis daun bawang dan cincang acar jahe merah menjadi ukuran sekitar 5mm. Remas katsuobushi dengan tangan Anda untuk menjadi serpihan yang lebih kecil lagi.

Masukkan telur kocok, shoyu, garam dan setengah bagian air ke dalam mangkuk. Tambahkan dengan tepung terigu dan aduk rata, masukkan air yang tersisa dan aduk lagi.

Masukkan gurita, irisan daun bawang, jahe, katsuobushi dan tiga sendok makan agedama, kemudian aduk rata.

Saat adonannya sudah siap, panaskan wajan dengan 1 sendok teh minyak. Gunakan api kecil dan tuang satu sendok makan adonan.

Lipat setiap sisi adonan yang melebar ke bagian tengah agar adonan menjadi bundar. Tuang lagi satu sendok makan adonan di samping adonan sebelumnya dan lakukan proses yang sama. Tuangkan satu sendok makan adonan satu per satu. Masak selama 3 menit, lalu balik dan masak lagi selama 3 menit.

Ketika sudah jadi, sajikan di atas piring dengan saus dan mayones di atasnya. Lalu taburi dengan katsuobushi dan takoyakinya siap disantap.

Budaya \"Takoyaki\"

Jika Anda mengintip ke dalam kios takoyaki, Anda akan melihat penjajanya membolak-balikkan lebih dari 100 bola takoyaki yang berjejeran di wajan cetakan khusus.

Takoyaki disebut-sebut berasal dari wilayah Kansai. Ada dua jenis. Pertama disebut tamago-yaki atau akashi-yaki, yang berasal dari Kota Akashi di Provinsi Hyogo. Jenis ini dibuat dari tepung terigu, telur dan kaldu dashi dengan hanya gurita di dalamnya. Dibuat dalam bentuk bola-bola, tapi disantap dengan dicelupkan ke dalam kaldu dashi. Jenis kedua dibuat dengan gurita, daun bawang dan acar jahe merah, dimakan dengan saus. Jenis ini berasal dari Osaka.

Takoyaki tersedia di seluruh Jepang sekitar 50 tahun lalu. Secara tradisi, takoyaki bukanlah masakan rumahan, tapi karena populer, maka wajan khusus pencetak takoyaki sudah menjadi barang keperluan rumah tangga. Hampir semua rumah di Kansai memiliki wajan tersebut. Orang-orang bisa berkerumun di meja dengan wajan takoyaki listrik di atasnya dan menikmati masak bersama.

Ichigo Daifuku

\"\"

 \"Ichigo daifuku\" adalah penganan tradisional Jepang dengan sedikit sentuhan berbeda. Terdapat stroberi di dalam \"daifuku\" atau pasta kacang merah azuki yang dibungkus oleh mochi putih yang lembut. Kami akan ajarkan Anda cara mudah untuk membuat \"ichigo daifuku\" dengan menggunakan panci kukus atau microwave oven.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

4 stroberi kecil
40g anko atau pasta kacang merah azuki yang manis
(Untuk membuat \"anko\")
50g shiratamako, atau tepung beras ketan mochigome
(atau 50g tepung beras biasa (joshinko) )
10g gula
70g atau 70ml air
tepung kentang

Persiapan

Pertama, buat mochi. Masukkan shiratamako dan gula di dalam mangkuk dan aduk rata. Tuang setengah bagian air.

Aduk sambil tekan-tekan butiran shiratamako, saat sudah tercampur dan halus, masukkan air yang tersisa dan aduk rata. Tuang air ke dalam panci kukus dan didihkan. Masukkan adonan mochi yang masih ada di dalam mangkuk ke dalam kukusan.

Letakkan selembar kain bersih di atas kukusan sebelum ditutup. Kukus dengan api sedang selama 20 menit. Jika menggunakan microwave oven, panaskan dengan daya 600W selama 1 menit kemudian keluarkan adonan, aduk dengan spatula basah kemudian panaskan lagi selama satu menit.

Orang Jepang suka stroberi

Mulai dari Januari hingga Mei, beragam jenis stroberi segar tersedia di Jepang dan diberi nama sesuai daerah atau varietasnya. Tochiotome adalah varietas populer yang dikembangkan di Provinsi Tochigi. Ada juga yang diberi nama Beni Hoppe karena terlihat seperti pipi yang merah merona. Baru-baru ini juga ada stroberi dengan warna putih yang dianggap sebagai buah mewah.

Orang Jepang disebut-sebut sebagai konsumen stroberi nomor satu di dunia. Sejak pertama kali diperkenalkan di Jepang sekitar 200 tahun lalu, para peneliti dan petani telah mengembangkan stroberi yang lebih manis. Saat ini ada lebih dari 200 varietas yang lezat yang tersedia di Jepang.

Setiap musim semi, orang-orang suka memetik sendiri di kebun-kebun stroberi. Bisa langsung dimakan atau dibawa pulang. Sejumlah hotel juga menyediakan prasmanan stroberi. Para tamu bisa menikmati berbagai macam makanan dan hidangan pencuci mulut yang dibuat dari stroberi.

Aduk rata mochi kemudian letakkan adonan ke atas talenan yang telah ditaburi tepung kentang. Dengan menggunakan pisau yang juga telah dibaluri tepung kentang, potong adonan menjadi empat bagian sama rata dan diamkan.

Bersihkan dan potong bagian daun stroberi. Tempatkan 1/4 pasta kacang merah di atas bungkus plastik dan dibentuk menjadi strip dengan lebar sekitar 2 sentimeter, lalu bungkus stroberi dengan pasta kacang merah tersebut.

Baluri tangan Anda dengan tepung kentang dan bentuk mochi menjadi lempengan dengan diameter 6 sentimeter. Letakkan stroberi yang sudah terbungkus pasta kacang merah di atas mochi.

Bungkus mochi hingga menutup semua bagian pasta kacang merah dan stroberi. Bersihkan tepung kentang yang tersisa. Ichigo daifukunya sudah jadi.

Tara-Chiri

\"\"

Kita akan membuat hidangan cawan panas menggunakan tara atau ikan kod yang memasuki masa panen di musim dingin. \"Chiri\" merupakan hidangan cawan panas yang mana bahan-bahan seperti ikan, sayuran serta tahu direbus kemudian disantap dengan saus ponzu (bahan dasar jeruk sitrun). Kami juga akan mengajarkan Anda menikmati \"shime\" dengan membuat sup yang tersisa menjadi bubur.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

4 filet ikan kod (400g)
1 blok tahu (300g) 
4 daun kubis Cina (400g) 
1 bawang prei
1 lembar kombu (ukuran 8cm)
Garam secukupnya

(Saus Ponzu)
1 sendok makan air jeruk sitrun seperti misalnya jeruk yuzu atau lemon 
1 sendok makan cuka
2 sendok makan shoyu
2 sendok makan air

(Untuk bubur nasi)
150g nasi dingin
1 butir telur
4 daun bawang
Garam secukupnya
Shoyu secukupnya

Persiapan

Pertama buat saus ponzu. Potong jeruk sitrun dan peras. Campur satu sendok makan air jeruk sitrun dengan cuka, shoyu dan air.

Potong-potong filet ikan kod selebar 3 atau 4 sentimeter. Taburi potongan filet dengan 2/3 sendok teh garam dan diamkan selama 30 menit. Potong dadu tahu dengan ukuran sekitar 2 sentimeter.

Potong-potong kubis Cina dengan panjang sekitar 6 sentimeter, lalu untuk bagian kubis yang putih dipotong strip selebar 1 sentimeter sementara bagian daunnya yang hijau dipotong strip 2 sentimeter. Potong-potong tipis miring bawang prei. Lalu iris tipis daun bawang.

Tuang 1 liter air ke dalam panci, lap kombu dengan kain bersih dan letakkan di dasar panci. Tambahkan 1/2 sendok teh garam dan rebus dengan api sedang. Setelah mendidih, masukkan potongan kubis Cina dan kemudian tahu.

Masukkan ikan kod dan rebus selama 4 hingga 5 menit. Tambahkan dengan potongan bawang prei dan matikan api setelah 1 menit.

Hidangan ini bisa disajikan dalam mangkuk kecil dan dituang dengan saus ponzu secukupnya. Saus ponzunya juga bisa dimasukkan ke dalam wadah kecil untuk celupan.

Membuat bubur dengan sup yang tersisa. Panaskan sup yang tersisa, sekitar 400ml. Tambahkan air jika diperlukan.

Tambahkan dengan garam dan shoyu secukupnya untuk menambah rasa. Masukkan nasi dingin ke dalam panci.

Kocok telur di dalam mangkuk, kemudian tuang ke dalam panci. Setelah memasukkan irisan daun bawang, matikan api. Buburnya siap disantap.

Budaya \"Shime\" di Jepang

Orang Jepang biasa memanfaatkan sup tersisa dari hidangan cawan panas dengan menambahkan nasi atau mi. Hal itu disebut shime, yang berarti \"terakhir\" atau \"penutupan\" dan dimakan di akhir hidangan. Restoran di Jepang biasanya menyajikan nasi di bagian akhir. Banyak orang yang datang ke kedai ramen untuk menyantap semangkuk ramen sebagai shime setelah makan di izakaya atau warung makan gaya Jepang.

Saat ini semakin banyak versi kreatifnya seperti misalnya memasukkan mi udon ke dalam sisa kaldu kari. Shime tidak terbatas pada nasi atau mi. Beberapa orang bahkan menikmati \"shime parfait\" yang mana hidangan dingin seperti misalnya es krim disantap setelah makan-makan dan minum-minum.

Sup Miso

\"\"

Kita akan membuat sup miso, hidangan dasar yang biasa dibuat setiap hari di rumah tangga Jepang. Berbagai bahan biasanya digunakan dalam membuat sup miso. Dalam resep ini, kita akan menyerut honbushi atau cakalang asap yang difermentasi (jika tidak ada bisa menggunakan katsuobushi), untuk dijadikan kaldu dashi dan membuat sup miso dengan kentang dan bawang bombai.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

12g cakalang kering yang diserut dari honbushi, jika tidak ada bisa menggunakan katsuobushi
900ml air
1 (atau 120g) kentang
1/2 (atau 100g) bawang bombai
2 daun bawang
3 1/3 sendok makan (atau 60g) miso

Persiapan

Pertama, kita membuat cakalang serut atau katsuobushi dengan menyerut honbushi (blok cakalang asap yang difermentasi). Bungkus honbushi dengan handuk panas selama 10 menit. Siapkan penyerut khusus untuk katsuobushi dengan mata pisau menghadap Anda. Kemudian serut honbushi dengan mendorongnya menjauh dari Anda. Jika honbushi tidak tersedia, Anda bisa menggunakan cakalang serut atau katsuobushi.

Berikutnya kita membuat kaldu dashi. Tuang 900 mililiter air ke dalam panci dan didihkan dengan api sedang. Masukkan katsuobushi dan kecilkan apinya. Setelah direbus selama 1 hingga 2 menit, saring kaldu ke mangkuk besar.

Kupas bawang bombai dan potong memanjang dengan ketebalan 1cm. Kupas kentang dan potong menjadi empat bagian lalu dipotong dadu kecil dengan ketebalan 1cm. Potong dan buang bagian akar daun bawang dan iris-iris tipis.

Masukkan kaldu dashi, potongan bawang bombai dan kentang ke dalam panci dan rebus dengan api sedang. Ketika kaldu sudah mendidih, kecilkan api dan tutup pancinya. Lanjutkan rebusan selama sekitar 12 menit. Setelah sekitar 10 menit, angkat tutup panci untuk memeriksa apakah sayurannya sudah empuk.

Ketika sayuran sudah empuk, kecilkan apinya dan kita akan memasukkan miso. Pertama campur pasta miso dan sedikit bagian kaldu dashi di dalam mangkuk kecil, kemudian aduk hingga larut secara merata. Masukkan campuran miso ke dalam panci.

Besarkan apinya dan ketika sup sudah mendidih, langsung matikan api kompornya. Masukkan sup ke dalam mangkuk saji dengan menempatkan sayuran terlebih dahulu lalu kuah supnya, dan terakhir taburi dengan irisan daun bawang di atasnya.

Berbagai cara menggunakan katsuobushi atau cakalang serut

Selain untuk kaldu sup, katsuobushi yang kaya akan kandungan rasa umami atau gurih ini digunakan dalam berbagai cara di makanan Jepang. Katsuobushi bisa ditaburi di atas bayam rebus atau tahu dingin. Selain itu, bisa juga ditaburi dalam jumlah yang banyak di atas takoyaki, hidangan bola-bola kecil yang terbuat dari adonan tepung terigu berisi gurita, acar jahe dan daun bawang.

Ada juga hidangan rebus yang menggunakan katsuobushi, seperti misalnya rebusan rebung bambu. Katsuobushi yang direndam dalam shoyu bisa ditambahkan ke nasi kepal atau onigiri, serta bisa juga ditaburi di atas nasi dalam kotak makan siang.

Okinawa merupakan provinsi nomor satu di Jepang dalam menggunakan katsuobushi. Banyak hidangan setempat provinsi ini yang menggunakan katsuobushi. Sup khas Okinawa, soki soba, terbuat dari katsuobushi dan daging babi, dengan menggunakan banyak katsuobushi dalam kaldu dashinya.

Kue Sushi

\"\"

Kita akan membuat \"Kue Sushi\" yang cocok untuk pesta di mana para tamu membawa sendiri makanan untuk dibagi-bagi dan disantap bersama. Kita akan mendekorasi sushi dalam bentuk kue dengan aneka warna.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)
\"\"
300g beras (jenis bulir pendek atau short grain)
400ml air 
(Untuk menanak nasi) 
3 sendok makan cuka beras
2 sendok makan gula
1 sendok teh garam 

4 jamur shiitake kering
1 sendok makan gula 
1 1/3 sendok makan (atau 20ml) shoyu

1/2 (atau 70g) wortel
1 sendok makan gula
1/4 sendok teh garam

1 butir telur
4 okra
4 iris salmon asap
2 sendok teh wijen putih
mayones secukupnya
garam secukupnya 
minyak sayur secukupnya

Persiapan

Masukkan nasi ke dalam mangkuk besar. Campur cuka beras, gula dan garam lalu dituangkan ke atas nasi dengan gerakan memutar dan aduk rata. Dinginkan nasi dengan dikipas sampai uapnya menghilang. Sisihkan 1/3 nasi sushi dan campur dengan wijen.

Peras jamur shiitake, potong dan buang bagian batangnya dan iris-iris tipis bagian payung jamurnya. Rebus 300ml air beserta irisan jamur shiitake sambil ditutup pancinya. Saat mendidih, kecilkan api dan rebus lagi selama 15 menit. Kemudian tambahkan shoyu dan gula sambil aduk rata, lanjutkan rebusan dengan panci terbuka sampai tidak ada cairan.

Iris strip wortel seperti korek api dengan ukuran panjang 3cm lebar 2mm. Rebus wortel di dalam 200ml air dengan api kecil selama 5 menit. Untuk irisan shiitake dan wortel, diamkan di dalam panci untuk proses pendinginan agar bisa menyerap rasa.

Taburi sejumput garam ke atas okra sambil digosok dengan tangan untuk membuang bulu halusnya. Berikutnya rebus selama 1 menit. Setelah itu dinginkan dengan air es. Potong dan buang batangnya, lalu iris-iris tipis okranya.

Pecahkan telur di dalam mangkuk, tambahkan sejumput garam dan kocok. Panaskan penggorengan dan lumuri penggorengan dengan sedikit minyak sayur. Tuang kocokan telur untuk membuat telur dadar dengan api kecil.

Potong strip telur dadarnya dengan ukuran lebar sekitar 4cm. Tumpuk semua potongan dan kemudian iris-iris tipis sepanjang 4cm.

Siapkan loyang kue dengan diameter 16 kali 18 cm serta karton yang dipotong dalam bentuk lingkaran yang pas dengan ukuran cetakan kue. Lapisi loyang dengan plastik. Masukkan sebagian nasi sushi putih ke dalam loyang kue, tekan dan ratakan dengan karton yang juga sudah dilapisi plastik. Kemudian di atas nasi letakkan potongan jamur shiitake, kemudian masukkan lagi nasi sushi putih yang tersisa, ratakan nasinya dan kemudian susun irisan wortel. Terakhir, masukkan nasi sushi yang sudah dicampur dengan biji wijen putih, tekan dan ratakan dengan karton.

Penting untuk meratakan setiap lapisan nasi sushi dengan karton berbentuk lingkaran yang sudah dilapisi plastik.

Potong 4 irisan salmon asap memanjang dan lilit setiap lembar irisan di sebatang sumpit untuk dibentuk seperti bunga mawar. Tarik sumpitnya saat bentuk bunganya sudah pas. Masukkan 2 hingga 3 sendok makan mayones ke dalam plastik kecil dan ikat plastiknya.

Biarkan kue sushi berada di dalam loyang saat dibawa ke tempat pesta. Sementara irisan okra, telur dadar dan salmon dengan bentuk bunga disimpan dan dibawa dengan wadah yang berbeda.

Saat berada di tempat pesta, keluarkan kue sushi dari loyang dan diletakkan di atas piring. Taburi irisan telur dadar di bagian atas kue. Potong sekitar 5mm salah satu bagian ujung plastik berisi mayones dan remas untuk mengeluarkan mayones dari plastik ke bagian pinggir atas kue sushi. Atur potongan okra di atas mayones dan terakhir hias kue sushi dengan salmon bentuk bunga mawar.

Beragam jenis \"Oshi Zushi\"

\"Oshi zushi\" adalah jenis sushi yang mana nasi cuka dan ikan dikemas dalam cetakan dan ditekan menjadi satu. Oshi zushi memiliki sejarah yang lebih lama dari nigiri zushi (nasi sushi yang dikepal dengan ukuran sekali santap dengan selembar daging ikan mentah) atau maki zushi (sushi gulung). Beragam daerah di Jepang memiliki sendiri oshi zushi yang unik yang menggambarkan karakteristik setiap tempat.

Orang-orang di Provinsi Toyama yang menghadap ke Laut Jepang, membuat \"masuzushi\" yang mana ikan trout diberi bumbu garam dan cuka kemudian dikemas bersama dengan nasi sushi. Ikan trout dan nasinya ditutup dalam kotak kayu yang dilapisi oleh daun bambu. Kotak tersebut ditekan dengan kuat secara bersamaan. Saat memakannya kita lepaskan daun bambunya dan bisa menikmati aroma bambu yang menyerap ke nasi sushi.

Sementara itu ibu kota kuno Jepang, Nara, terkenal dengan \"kakinoha zushi\". Irisan tipis acar ikan diletakkan di atas nasi cuka, dibungkus daun kesemek dalam bentuk persegi panjang dengan potongan-potongan ukuran sekali santap.

Sup Kenchin-jiru

\"\"

Kita akan membuat sup gaya Jepang yang berisi banyak sayuran. Kenchin-jiru dulunya adalah hidangan tanpa daging atau ikan yang dibuat untuk biksu Buddha. Kita akan menumis sayuran dengan minyak dan kemudian merebusnya dengan kaldu ikan cakalang serta jamur shiitake.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

4cm lobak daikon (150g)
1/2 wortel (70g)
2 talas
2 jamur shiitake kering
1/2 tahu sutra (150g)
2 sendok makan minyak wijen 

800ml kaldu cakalang serut
(Untuk membuat kaldu dashi)
100ml kaldu jamur shiitake (atau 100ml kaldu cakalang serut)
1 sendok makan shoyu
1/2 sendok teh garam

2 daun bawang kecil
Irisan kulit jeruk lemon Jepang atau yuzu 
Bubuk cabai Jepang atau togarashi

Persiapan

Belah-belah tahu menjadi potongan dadu 2cm dengan tangan dan tiriskan dengan saringan.

Kupas lobak daikon dan potong memanjang menjadi dua bagian, kemudian potong memanjang lagi sehingga jadi empat bagian. Lalu iris-iris tipis miring dengan ukuran 5mm. Kupas wortel dan potong dua memanjang dan iris tipis dengan ketebalan 4mm.

Bilas talas, keringkan dan kupas kulitnya. Iris-iris tipis dengan ketebalan sekitar 5mm. Masukkan irisan ke dalam mangkuk. Tambahkan sejumput garam, baluri garam di talas dengan tangan Anda. Kemudian bilas lagi dengan air.

Tiriskan jamur shiitake yang telah direndam air semalaman. Sisakan cairan bekas rendaman untuk digunakan pada kesempatan berikutnya. Potong dan buang bagian batang jamur shiitake dan iris-iris tipis bagian payung jamur dengan ketebalan sekitar 1mm.

Iris-iris daun bawang. Buang bagian putih kulit jeruk lemon yuzu yang terasa pahit dan iris-iris tipis kulitnya.

Panaskan minyak wijen di penggorengan dan dimulai dengan menumis lobak dan wortel. Setelah keduanya sudah terbaluri minyak dengan rata, masukkan talas, kemudian jamur shiitake dan terakhir tahu.

Setelah semua bahan sudah ditumis merata, tambahkan kaldu dashi cakalang dan 100 ml air bekas rendaman shiitake. Masak dengan api sedang sampai mendidih. Kecilkan api, tambahkan shoyu dan rebus lagi selama sekitar 20 menit.

Setelah 20 menit periksa tekstur sayurannya. Jika sudah empuk, cicipi sup dan tambahkan garam jika diperlukan. Kemudian matikan kompornya. Sajikan sup ke dalam mangkuk dan taburi dengan irisan daun bawang dan jeruk yuzu di atasnya. Tambahkan bubuk cabai Jepang atau togarashi jika Anda suka.

\"Gudakusan-jiru\"

Di Jepang, \'Gudakusan-jiru,\' atau sup-sup yang menghangatkan seperti sup pangsit dangojiru dan sup tonjiru dikenal berkat rasanya yang enak dan bisa menghangatkan tubuh. Baru-baru ini banyak rumah tangga di Jepang yang menciptakan sup dengan bahan dan rasa pilihan sendiri. 
Ungkapan \'ichiju-issai\' digunakan untuk menggambarkan hidangan yang sangat sederhana yang terdiri dari satu mangkuk sup, satu lauk dan nasi. Pada zaman Edo, ungkapan tersebut digunakan untuk mendorong agar orang-orang hidup sederhana.
Tapi dengan gaya hidup masa sekarang, ada banyak orang yang menyantap makanan tidak sehat. Bagaimanapun, karena terlalu sibuk, memasak \'ichiju-sansai\' atau hidangan ideal yang terdiri dari sup dan tiga lauk pauk menjadi

sulit dilakukan. Oleh karena itu lah \'ichiju-issai\' dengan sup yang banyak sayuran bisa menjadi pilihan untuk hidangan yang bergizi dan memuaskan.

Bersambung ke bagian 2.

(Resep Masakan Jepang/Akiko Watanabe/www3.nhk.or.jp/Gloopic.net/Jala).

Tags: