IMG-LOGO
Home Kuliner Resep Masakan Jepang (Bagian 3)
Kuliner

Resep Masakan Jepang (Bagian 3)

- 2018-08-03
IMG

Koraku Bento

\"\"

Di bulan Oktober, Jepang mulai memasuki musim koraku atau jalan-jalan di luar ruangan di musim gugur, seperti misalnya mendaki bukit, menikmati daun-daun musim gugur hingga menyemarakkan acara hari olahraga di sekolah. Pada saat itu orang-orang menikmati bento atau kotak makan siang yang disiapkan dari rumah. Resep kali ini adalah koraku bento untuk musim gugur saat selera makan meningkat.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

 \"\"

(Nasi kepal ubi)
300g nasi
150g ubi
430ml air
1/2 sendok teh garam

(Acar manis sayuran)
50g paprika
50g wortel
50g akar teratai
50g timun zucchini 
50g lobak merah 
100ml cuka
150ml air
3 sendok makan gula
1 sendok teh garam

(Telur dadar gulung Jepang atau tamagoyaki )
4 butir telur
2 sendok makan gula
1/6 sendok teh garam
1 sendok teh kecap asin Jepang atau shoyu
2 sendok makan air
minyak secukupnya 

(Ayam Tatsuta-age)
Silakan merujuk ke resep sebelumnya

Persiapan

(Nasi kepal ubi) 

Cuci bersih beras kemudian tiriskan. Masukkan beras ke dalam panci dengan penutup dan tambahkan air. Diamkan selama 30 menit. Cuci ubi dan potong dadu ukuran 1cm beserta kulitnya lalu rendam di dalam air.

Tambahkan garam ke dalam beras di dalam panci. Letakkan potongan dadu ubi di atas nasi kemudian masak dengan api sedang. Ketika airnya sudah mendidih, tunggu selama 30 detik lalu kecilkan api dan masak lagi selama 12 menit. Ketika nasinya sudah matang, matikan api dan kukus selama 10 menit dengan tetap menutup panci. Setelah itu campur nasi secara perlahan dibuat menjadi bola-bola atau nasi kepal dengan ukuran sekali santap.

(Acar manis sayuran) 

Masukkan air, gula dan garam ke dalam penggorengan dan panaskan sampai gula dan garamnya larut. Matikan api dan tambahkan cuka. Potong semua sayuran menjadi ukuran sekali santap. Potong dadu paprika dengan ukuran 2 cm, sedangkan wortel dan akar teratai dipotong menjadi empat bagian memanjang kemudian setiap bagian diiris tipis, potong timun zuccini dan lobak merah menjadi dua bagian memanjang lalu iris tipis. Rendam sebentar sayurannya dengan air panas lalu tiriskan. Kemudian masukkan ke dalam wadah, lalu tuang campuran air cuka. Tutup wadahnya dan diamkan acar selama sekitar satu jam di dalam kulkas.

(Telur dadar gulung Jepang atau tamagoyaki)

Masukkan bumbu-bumbu - gula, garam, shoyu dan air - ke dalam mangkuk dan aduk rata. Kocok telur di mangkuk lainnya, telurnya terus dikocok sambil menambah campuran bumbu sedikit demi sedikit.

Panaskan penggorengan dan beri minyak sayur. Pertama masukkan sepertiga bagian campuran telur ke dalam penggorengan. Aduk telur di dalam penggorengan dan matikan api saat sudah setengah matang. Lipat telurnya ke arah kita beberapa kali. Letakkan lipatan telur tersebut ke ujung penggorengan dengan posisi menjauh dari kita. Masukkan lagi setengah dari campuran telur yang tersisa ke dalam penggorengan, dengan cara yang sama lipat telurnya ke arah kita lagi. Masukkan campuran telur yang tersisa ke dalam penggorengan dan lipat kembali seperti sebelumnya. Goreng dengan api kecil sampai warnanya berubah cokelat terang. Masukkan telur ke dalam bungkus plastik dan dibentuk jadi gulungan persegi panjang. Buka bungkus plastiknya kemudian potong-potong telurnya dengan ukuran 3 cm.

Cara mengatur koraku bento. Atur ayam tatsuta-age, potongan tamagoyaki dan acar manis sayuran ke dalam kotak bento. Sebelumnya tiriskan dulu acar sayurannya. Gunakan daun dan kertas aluminium untuk memisahkan setiap makanan di dalam kotak bento. Atur warna yang kontras saling berdampingan agar bentonya terlihat lebih indah.

Untuk tatsuta-age silakan merujuk pada resep sebelumnya di situs kami.

Evolusi kotak bento

Di Jepang, membawa kotak makan siang ke sekolah atau tempat kerja adalah hal yang biasa. Banyak orang yang biasa menyantap bento dingin yang terbuat dari aluminum atau plastik. Tetapi baru-baru ini ada semakin banyak bento yang bisa membuat orang menyantap makanan yang masih hangat dan yang populer adalah kotak makan jenis termos. Jenis yang terbaru bahkan dilengkapi dengan penanak nasi elektrik. Jenis ini menarik banyak perhatian. Ada juga beragam jenis Ekiben atau bento stasiun kereta yang dijual untuk mereka yang bepergian dengan Shinkansen atau kereta jarak jauh lainnya. Salah satu jenis bento bahkan bisa menghangatkan makanan di dalamnya hanya dengan menarik tali yang menempel di kotak bentonya. Rahasianya terkandung dalam sebuah kantong berisi bubuk kapur dan air yang ditempatkan tersembunyi di bawah kotak bento. Dengan menarik talinya maka akan memicu reaksi kimia antara bubuk kapur dengan air yang menciptakan panas untuk menghangatkan bento. Kotak-kotak bento dikemas dengan ide-ide cerdas yang mengemuka dari hasrat orang Jepang untuk menikmati bento.

 

Tatsuta-age

\"\"

Kita akan belajar membuat tatsuta-age, hidangan gorengan Jepang yang unik. Pertama, bahan-bahannya dicelupkan ke kecap asin Jepang atau shoyu kemudian dilapisi tepung kentang lalu digoreng. Keunikannya terletak pada permukaan hidangan yang dilapisi oleh bubuk putih. Kita akan membuat tatsuta-age dengan ayam dan juga makerel.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

(Tatsuta-age ayam)
400 g ayam
15 g jahe
2 sendok makan kecap asin shoyu
tepung kentang secukupnya(*)
minyak secukupnya
(Tatsuta-age makerel)
1 ikan makerel (600 g utuh atau  300 g filet)
15 g jahe
2 sendok makan shoyu
tepung kentang secukupnya(*)
minyak secukupnya
(*)Gunakan tepung jagung atau tepung terigu jika tepung kentang tidak tersedia.

(Disajikan bersama tatsuta-age)
1 lemon
beberapa lembar daun sayuran hijau

Persiapan

(Tatsuta-age ayam)

Parut jahe di dalam baki masak dan tambahkan shoyu untuk bahan celupan.

Potong dadu ayam dengan ukuran 3 cm. Rendam di dalam shoyu selama 15 menit. Kemudian, taburi ayam dengan tepung kentang.

Goreng ayam dalam minyak bersuhu 160 derajat Celsius satu demi satu. Balik ayamnya setelah dua menit dan goreng lagi selama satu hingga dua menit. Angkat ayamnya dari penggorengan ketika sudah mengambang di atas minyak.

(Tatsuta-age makerel) 

Campur parutan jahe dan shoyu di dalam baki masak untuk dijadikan bahan rendaman.

Buang sisik ikan dan potong bagian kepala. Buang bagian dalam perut ikan dan bersihkan secara menyeluruh. Keringkan ikan dengan lap bersih. Pisahkan filet ikan dari tulang belakang dengan pisau dan buang tulang-tulang tersisa. Potong miring filet ikan dengan irisan selebar 2 cm.

Rendam makerel di dalam campuran shoyu dan diamkan selama 15 menit. Setelah itu taburi dengan tepung kentang.

Goreng ikan di dalam minyak dengan suhu 160 derajat Celsius. Setelah satu menit, balik ikannya dan goreng lagi selama satu menit lalu angkat. Akhirnya, sajikan dengan potongan lemon dan beberapa daun sayuran hijau.

Asal nama tatsuta-age

Ada beberapa kemungkinan asal namanya, tetapi satu pengetahuan  terbaik tentang asal nama tatsuta-age diambil dari nama Sungai Tatsuta di Provinsi Nara, Jepang barat. Sejak zaman kuno Sungai Tatsuta dikenal dengan keindahan pohon mapel di musum gugur dan digambarkan dalam sejak klasik berusia 1.000 tahun. Disebut-sebut bahwa daun-daun berwarna merah yang berjatuhan dan mengambang di Sungai Tatsuta menyerupai remah-remah tatsuta-age yang berubah menjadi cokelat kemerahan efek dari shoyu, dengan bagian bubuk putih dari tepung kentang. Hingga saat ini, dedaunan warna merah dan pohon mapel liar berjejer sepanjang 2 km di Sungai Tatsuta dan menjadi pemandangan yang dinikmati oleh banyak pengunjung di bulan November, di puncak musim gugur.

Nasu no Dengaku dan Nimono (Terung Tumis dengan taburan saus miso dan Terung Rebus)

\"\"

Udara menjadi sangat panas pada bulan Juli di Jepang, dan bahan masakan kegemaran pada musim ini adalah terung atau dalam bahasa Jepang disebut nasu. Terung mencapai kualitas terbaiknya mulai dari bulan Juli, dagingnya berair dan kulitnya lembut. Hari ini kita akan belajar cara membuat dua hidangan menggunakan terung yaitu Nasu no Dengaku, yang merupakan terung tumis dengan taburan saus miso, serta Nasu no Nimono, yaitu terung direbus dalam kecap asin Jepang, gula dan cabai merah.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

(Terung tumis dengan taburan saus miso)
4 terung (masing-masing sekitar 80 g)
4 sendok makan (60 g) pasta miso
4 sendok makan gula
50 ml air
2 sendok makan minyak goreng

(Terung rebus)
4 terung (masing-masing sekitar 80 g)
1 cabai merah kering
1 1/3 sendok makan gula
2 sendok makan kecap asin Jepang
400 ml air
2 sendok makan minyak goreng

Persiapan

(Terong tumis dengan taburan saus miso) Masukkan 4 sendok makan pasta miso dan 4 sendok makan gula ke dalam panci dan aduk merata. Tambahkan 500 ml air dalam dua tahap untuk melarutkan campurannya.

Tempatkan panci pada api sedang. Gunakan spatula kayu untuk mengikis miso dari dasar panci, sambil terus memasak dan mengaduk hingga campurannya jadi kental seperti mayones.

Selanjutnya, olah terungnya. Potong ujung tangkainya dan belah memanjang tiap terungnya. Dengan permukaan yang dibelah menghadap ke atas, gunakan pisau untuk membuat irisan dangkal diagonal kira-kira setiap 1 cm. Masing-masing irisan dalamnya harus sekitar 5 mm. Untuk membuat pola jeruji, tambahkan irisan diagonal berjarak 1 cm dengan arah berlawanan. Rendam terung ke dalam mangkuk yang penuh dengan air, dengan permukaan yang dibelah menghadap ke bawah.

Tempatkan panci penggorengan pada api sedang dan masukkan satu sendok makan minyak. Keringkan terung sepenuhnya menggunakan tisu dapur, lalu masukkan ke dalam penggorengan, dengan permukaan yang dibelah menghadap ke bawah. Tutup penggorengan dan masak selama 2 menit dengan api kecil. Saat permukaan yang dibelah sudah coklat keemasan, balik dan tambahkan satu sendok makan minyak. Tutup penggorengan dan masak selama 3 menit lagi. Begitu terungnya sudah lembut, pindahkan ke piring saji dengan permukaan yang dibelah menghadap ke atas. Ratakan lapisan tipis saus miso di permukaan terungnya.

(Terung rebus) Potong ujung tangkai terung dan belah memanjang. Letakkan di atas talenan dengan kulit menghadap ke atas. Dengan menggunakan pisau, toreh kulitnya dengan irisan diagonal, berjarak 5 mm. Irisannya harus sedalam sekitar 5 mm. Begitu irisannya sudah dibuat, rendam terung di dalam mangkuk yang penuh air.

Rendam cabai merah yang telah dikeringkan hingga lembut. Buat irisan memanjang sepanjang sisinya dan buang biji-bijinya. Iris cabai menjadi bulatan-bulatan tipis dengan ketebalan sekitar 5 mm.

Masukkan 2 sendok makan minyak goreng ke dalam panci dan ratakan. Keringkan terung menggunakan tisu dapur dan letakkan dengan kulit menghadap ke bawah di penggorengan lalu tumis dengan api sedang.

Begitu terungnya sudah terlapisi sepenuhnya dengan minyak, masukkan air dan gula, serta separuh dari irisan cabai. Tempatkan piring yang hanya 2 cm lebih kecil daripada diameter panci tepat di atas terungnya dan rebus dengan api sedang selama 5 menit. Setelah 5 menit berlalu, angkat piring itu untuk memeriksa jika terungnya sudah lembut. Tambahkan kecap asin Jepang dan kecilkan apinya. Tempatkan piring di atas terung lagi dan rebus terus selama 10 hingga 15 menit.

Angkat piringnya dan periksa rasa dari kuah masakannya. Jika belum terasa kuat, teruslah merebus sedikit lagi. Jika rasa terlalu kuat, tambahkan sedikit air.

Pindahkan terung ke piring saji dengan sisi kulit menghadap ke atas dan hiasi dengan sisa irisan cabai merah. Tuangkan banyak kuah masakan di atas terung dan nikmatilah hidangannya.

Jenis terung dan beragam resep

Di Jepang, saat panas menyengat dari musim panas tiba, kami menyambut musim terung. Terung telah disebut dalam dokumen kuno Jepang seawal abad ke-8.

Peningkatan kualitas telah dilakukan terhadap jenis terung di seluruh Jepang. Menurut Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Nasional, ada lebih dari 300 jenis terung yang dibudidayakan di Jepang saat ini. Bentuk dan ukurannya pun beragam, mulai dari yang panjangnya hanya 3 cm, hingga jenis raksasa yang tumbuh hingga panjang 60 cm. Jenis seperti terung bulat yang punya kulit keras namun berdaging sangat lembut cocok untuk dipanggang, terung panjang untuk direbus karena tidak mudah ambyar, serta terung kecil yang sangat sedikit bijinya cocok untuk dibuat menjadi acar. Terung memungkinkan untuk dibuat sesuai beragam resep, tergantung dari jenisnya.

 

Hiyajiru (Sup Dingin)

\"\"

Juni adalah waktunya untuk menyambut musim hujan di Jepang. Temperaturnya naik dan udaranya menjadi lembab, mengakibatkan banyak orang kehilangan nafsu makan. Hiyajiru, sup rasa miso yang dingin berisi beragam bahan dan disajikan di atas nasi matang, menjadi kegemaran untuk menangkal efek panas. Hari ini kami akan membuat hiyajiru menggunakan potongan ikan makerel dan tahu, dicampur dengan hiasan seperti timun, jahe dan wijen.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

1 ikan makerel (ikan Aji), utuh  (120 g)
Separuh blok tahu (150 g)
Sedikit garam
1 sendok teh minyak goreng

2 sendok makan biji wijen putih
3,5 sendok makan pasta miso (50 g)
500 ml air panas

1 timun (100 g)
Jahe (15 g)

300 g nasi
400 ml air

Persiapan

Untuk mendapatkan cara memasak nasi, silahkan merujuk ke laman program kami pada resep \"Ayam Teriyaki\".

Tempatkan ikan di atas talenan. Tekan sirip pektoralnya ke arah kepala sambil memotong kepala dan sirip menggunakan pisau.

Sisipkan pisau ke bagian terbawah dari perut lalu buka dan buang isi perut menggunakan jari-jari. Bilas bagian dalam perutnya, serta juga bagian luar dari ikan menggunakan air, guna membersihkan dari darah dan isi perut. Tiriskan ikan hati-hati menggunakan tisu dapur dan taburkan sedikit garam pada kedua sisinya.

Panaskan panci penggorengan dengan api sedang lalu masukkan minyak. Saat minyak sudah menutupi seluruh permukaan, masukkan ikan dengan posisi menyamping lalu tutup penggorengan. Panggang ikan selama 3 menit hingga sedikit kecoklatan.

Saat sisi pertama sudah sedikit kecoklatan, balik ikannya, tutup penggorengan dan kecilkan apinya. Panggang 7 menit lagi hingga matang sepenuhnya.

Tempatkan ikan di atas piring dan buang durinya. Temukan bukaan untuk membuang isi perut, lalu sayat menggunakan pisau hingga ikannya terbuka kedua sisinya. Angkat tulang belakang yang membentang sepanjang ikan dari sisi kepala dan buanglah tulang itu. Buang semua duri kecil dan sirip belakang dengan hati-hati.

Begitu duri-durinya sudah dibuang, suwir ikannya tapi jangan terlalu banyak. Tak perlu untuk membuang kulitnya.

Panggang biji wijen putih. Masukkan biji-biji itu ke panci penggorengan dan gunakan api sedang. Begitu penggorengannya menjadi panas, matikan apinya dan sangrai biji-biji itu menggunakan spatula. Pindahkan biji-biji itu ke cobek yang terbuat dari tanah liat dan hancurkan dengan tumbukan kayu. Tak perlu menghancurkan semua biji-bijinya. Ulek dengan kasar hingga separuh hancur.

Masukkan ikan yang sudah disuwir sedikit, yang kulitnya masih ada, bersama biji wijen dalam cobek dan terus ulek.

Masukkan pasta miso dan ulek terus campurannya. Encerkan campuran ini dengan 500 ml air panas dalam dua tahap lalu campur merata. Dinginkan sup di dalam kulkas.

Potong blok tahu menjadi tiga bagian sama besar dan rebus dalam air panas selama 1 menit. Pindahkan ke dalam saringan dan biarkan dingin. Robek-robek tahu menggunakan tangan menjadi bagian-bagian kecil berukuran kira-kira 1 cm.

Iris timun menjadi bulatan-bulatan tipis setebal sekitar 1 mm. Buang kulit jahe dan iris menjadi irisan sangat tipis.

Keluarkan sup yang didinginkan dari kulkas. Masukkan tahu dan hiasan timun serta jahe tepat sebelum penyajian. Untuk masing-masing porsi, siapkan mangkuk nasi dan penuhi setengah dengan nasi, lalu tuangkan banyak-banyak sup yang kaya rasa dan dingin itu.

Hiyajiru

Saat di luar terasa panas dan lembab, hiyajiru adalah hidangan ideal untuk mengembalikan nafsu makan. Hidangan yang sudah lama ada ini, disebutkan dalam sebuah dokumen yang berasal dari masa keshogunan Kamakura didirikan di Jepang timur sejak akhir abad ke-12 hingga paruh pertama abad ke-14. Karena mudah dibuat, hiyajiru digemari oleh para petani di ladang. Versi hiyajiru hari ini adalah resep tradisional dari Provinsi Miyazaki di Jepang barat daya.

Hiyajiru masih disantap di penjuru Jepang, dan karakteristiknya berbeda pada setiap wilayah. Misalnya, di Provinsi Saitama yang dekat dengan Tokyo, orang-orang menggunakan mi udon atau mi somen yang sangat tipis yang dibuat dari tepung gandum dan bukannya beras, serta mencelup mi itu ke dalam sup. Dan di Provinsi Ehime di Jepang barat, hiyajirunya menggunakan kakap merah, yang khas dari kawasan ini, serta hiasannya termasuk bahan khas lainnya yaitu kupasan jeruk Jepang (mikan).

Hiyajiru adalah hidangan tepat yang diciptakan oleh nenek moyang orang Jepang sebagai cara untuk mengatasi panas dari musim panas dan hidangan ini terus menjadi kegemaran di penjuru Jepang saat ini.

Yasai no tempura (Tempura Sayuran)

\"\"

Tempura merupakan hidangan umum Jepang yang mewakili budaya makanan Jepang. Di bulan Mei, orang-orang Jepang menikmati yasai no tempura, yang adalah jenis tempura yang hanya menggunakan sayur-sayuran karena kita bisa mendapatkan bahan-bahan yang terasa berair dan segar. Hari ini, kita menggunakan wortel, bawang bombai, batang asparagus hijau dan kentang untuk memasak tempura. 

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

(Adonan Tempura)
1/2 telur kocok
200 ml air dingin
150 g tepung

(Sayuran)
1 wortel
4 batang asparagus hijau
2 kentang
1/2 bawang bombai (100 g)

minyak dalam penggorengan sedalam sekitar 5 cm
sedikit tepung

1 lemon
sedikit garam

Persiapan

Kupas wortel, iris tipis ujung atasnya, lalu potong menjadi bagian sepanjang 5 cm. Potong lagi masing-masing bagian menjadi setebal sekitar 5 mm, lalu menjadi batang-batang selebar 5 mm. Hasilnya adalah batang-batang wortel dengan panjang 5 cm dan tebal serta lebar 5 mm.

Kupas tipis hanya ujung bawah asparagus hijau, lalu iris menjadi potongan masing-masing sepanjang 5 cm.

Kupas kentang, buang tunasnya, lalu potong menjadi irisan setebal sekitar 8 mm. Segera rendam ke dalam air.

Kupas bawang bombai, iris tipis ujung akarnya, lalu potong menjadi irisan setebal 5 mm, membuat potongan rata mengikuti uratnya.

Potong lemon, yang akan dijadikan bumbu, menjadi 8 irisan tebal.

Selanjutnya buat adonan. Ambil cawan, masukkan telur kocok dan air dingin kemudian aduk merata. Lalu masukkan tepung dan aduk lagi.

Buat sayuran menjadi kesat dengan sedikit tepung. Tempatkan satu sendok makan tepung terigu di atas kertas, lalu lapisi sayuran merata dengan tepung terigu, menggunakan tangan. Tiriskan kentang dengan baik sebelum melapisinya dengan tepung.

Panaskan minyak hingga mencapai 160 derajat Celsius. Teteskan sedikit adonan ke dalam minyak itu. Bahkan jika adonannya tenggelam, namun jika mengapung kembali ke permukaan, artinya minyaknya sudah mencapai 160 derajat Celsius.

Pertama, goreng kentangnya. Lapisi dengan banyak adonan, lalu goreng selama 3 hingga 4 menit. Goreng asparagus dengan cara yang sama.

Saat sayuran sudah mengapung sepenuhnya, dan hampir tak ada buih di permukaan minyak, tiriskan minyak dari sayuran dan angkat sayuran keluar dari penggorengan.

Lapisi bawang bombai dengan adonan, tumpuk di atas sendok besar, lalu masukkan ke dalam minyak bersuhu 160 derajat Celsius. Kemudian segera tekan bagian tengah bawang bombai menggunakan sumpit.

Setelah adonan menjadi keras karena panas dan sudah berbentuk, maka baliklah. Begitu buih-buih pada permukaan minyak menghilang dan bawang bombainya mengapung di permukaan, maka tiriskan minyaknya dan keluarkan bawang bombai dari penggorengan. Goreng wortel dengan cara yang sama.

Tempatkan tempura yang baru digoreng di atas piring, hiasi dengan garam serta lemon, dan nikmatilah!

Tempura

Tempura jadi sangat populer pada sekitar abad ke-17 di Edo, yang saat ini adalah Tokyo, disantap di warung-warung, dan disukai oleh masyarakat umum. Orang Jepang sudah lama menyukai tempura sayuran, sebagai hidangan yang memberikan perasaan akan musim. Secara khusus di musim semi, tempura sayuran pegunungan sangatlah populer, menggunakan bahan-bahan yang dipetik di pegunungan atau ladang seperti tara no me, yaitu pucuk pohon tara dan bagian dari keluarga aralia, atau fuki no to yang merupakan kuntum yang dapat dimakan dari tanaman butterbur Jepang. Ada juga tunas kogomi muda dari pakis Ostrich, atau zenmai muda dari Osmunda japonica. Sayuran pegunungan punya rasa yang keras dan tidak mudah dimakan, namun begitu digoreng sebagai tempura, maka aromanya nikmat, membuatnya menjadi hidangan yang pasti membuat kita merasakan kehadiran musim semi.

 

Maki-zushi (Sushi Gulung)

\"\"

Maki-zushi adalah hidangan yang sering disiapkan bagi perayaan seperti masuk sekolah atau masuk taman kanak-kanak di bulan April. Sayur-sayuran atau ikan atau berbagai jenis isi lainnya dibungkus dengan nasi yang diberi cuka beras serta lembaran nori (rumput laut) hingga menjadi gulungan-gulungan. Hari ini, kami menggunakan tuna kalengan, sayur-sayuran serta telur sebagai isi untuk membuat sushi gulung.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

360 ml (300 g) nasi
400 ml air

(cuka Sushi)
3 sendok makan cuka
2 sendok makan gula
1 sendok teh garam

1 wortel (100 g)
1 sendok makan gula
1/4 sendok teh garam
200 ml air                                                                 

2 telur
1 sendok makan gula
Sejumput garam
1/2 sendok teh kecap asin Jepang
1 sendok makan air
1 sendok teh minyak

1 timun

70 g tuna kalengan

4 lembar nori/rumput laut (bentuk kotak yang tiap sisi panjangnya sekitar 20 cm)

Persiapan

Buatlah nasi yang diberi cuka beras. Mohon merujuk ke laman program ini di bawah resep Ayam Teriyaki, untuk melihat cara memasak nasinya.

Sekarang buat cuka sushi. Masukkan cuka, gula dan garam ke dalam panci masak kecil lalu kocok rata.

Masukkan nasi yang baru dimasak ke dalam cawan, masukkan cuka sushi lalu aduk selama satu atau dua menit. Begitu nasi dan cuka sushinya sudah tercampur, kipas-kipas dan dinginkan nasinya, lalu pisahkan menjadi empat bagian yang sama besar.

Kupas wortel lalu potong menjadi batang berdiameter 1 cm. Masukkan potongan wortel ke dalam panci lalu masak dengan api sedang. Setelah airnya mendidih, kecilkan apinya dan masak selama 5 menit. Setelah 5 menit, masukkan gula dan garam, pasang kembali penutup panci lalu teruskan masak selama 7 menit lagi. Matikan api, biarkan dingin agar wortel menyerap bumbu-bumbunya.

Masak telur dadar tamago-yaki. Masukkan gula, garam, kecap asin Jepang serta air ke dalam cawan lalu aduk rata. Pecahkan telur ke dalam cawan yang berbeda lalu kocok rata. Tambahkan bumbu yang baru Anda aduk. Panaskan panci penggorengan dengan api sedang, tuangkan minyak dengan merata, lalu masukkan campuran telur sekaligus, lalu aduk dengan cepat. Saat campuran telurnya sudah setengah matang, angkat pegangan panci penggorengan lalu miringkan menjauh dari Anda agar telurnya merosot ke tepi, lalu bentuklah menjadi telur dadar. Kecilkan api dan masak hingga matang sepenuhnya. Begitu telur dadar sudah dingin, potong-potong menjadi batang-batang berdiameter 1 cm.

Potong timun menjadi batang-batang berdiameter 1 cm juga.

Masukkan tuna ke dalam saringan lalu tiriskan.

Gelar tikar penggulung sushi atau kain yang kuat, lalu letakkan lembaran nori di atasnya. Lembabkan tangan Anda, lalu lap sedikit dengan handuk tangan. Ambil salah satu dari seperempat porsi nasi yang sudah diberi cuka beras, lalu sebarkan merata di atas nori, dengan meninggalkan jeda berdiameter sekitar 5 cm tanpa nasi di ujung nori.

Begitu nasi yang sudah diberi cuka beras disebar merata, letakkan isi di atas nasi di baris tengah. Isi yang lebih lembut diletakkan lebih dahulu. Telur dadar diletakkan di sebelah tuna. Wortel dan timun di atas tuna dan telur.

Gunakan kedua jempol untuk mengangkat bagian dekat ujung tikar penggulung, dan jari-jari lainnya untuk menahan isi agar tetap pada tempatnya. Angkat tepi yang dekat dengan kita ke arah tepi yang jauh dari kita untuk menangkupnya. Gulung menjadi bentuk silinder, lalu gulung maju mundur sedikit agar membuat bentuk yang baik. Letakkan gulungan yang sudah jadi dengan ujung gulungan menghadap ke bawah. Gulung tiga gulungan berikutnya dengan cara yang sama.

Potong masing-masing gulungan menjadi 8 potongan sama besar.

Bekal makan siang Jepang

April adalah musim memasuki taman kanak-kanak atau sekolah di Jepang. Anak-anak yang menyambut tahun ajaran yang baru membawa \"bekal makan siang\" ke taman kanak-kanak atau sekolah. Orang tua berupaya membuat bekal makan siang berhias yang elok agar anak-anaknya dapat menikmati makan siang. Misalnya, sosis akan dipotong menjadi bentuk gurita. Nasi akan dibentuk menjadi karakter anime atau hewan, dengan nori atau lembaran daging dipotong menjadi bentuk mata atau mulut agar membuat bentuk wajah. Ada banyak kreatifitas. Anak-anak juga didorong untuk makan sayurannya, dengan memotong sayur-sayuran menjadi bentuk hati atau bintang. Bekal makan siang di Jepang dibuat dengan harapan terbaik dari orang tua agar anak-anak dapat bersenang-senang di taman kanak-kanak atau di sekolah dasar.

 

Age-bitashi (Sayuran goreng yang direndam dalam kaldu dashi)

\"\"

Hidangan yang terdiri dari sayuran goreng yang direndam dalam kaldu dashi. Menggoreng adalah cara yang bagus untuk meningkatkan cita rasa dan memberikan warna yang cerah pada sayuran. Versi kali ini menggunakan terong, paprika, jamur shimeji dan kentang.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

Age-bitashi(Sayuran goreng yang direndam dalam kaldu dashi)
1 kentang
2 terong kecil
1 paprika
100 gram jamur shimeji

(Untuk hiasan)
15 gram jahe
100 gram lobak

(Untuk kaldu)
1 cangkir kaldu dashi (dibuat dari katsuo-bushi)
2 sendok makan kecap asin Jepang atau soyu
1 sendok teh gula

Persiapan

Kupas kentang dan iris bundar dengan ketebalan sekitar 1 sentimeter dan diameter 4 sentimeter. Rendam irisan kentang ke dalam air agar tidak berubah warna. Potong dan buang bagian atas terong, potong memanjang menjadi 4 bagian. Sama seperti kentang, rendam potongan terong di dalam air agar tidak berubah warna. Buang biji paprika, dan potong strip memanjang dengan lebar sekitar 2 sentimeter. Buang bagian pangkal jamur shimeji yang keras dan pisahkan jamur menjadi bundelan berisi sekitar 3 hingga 4 jamur. Kupas dan parut jahe, demikian juga dengan lobak, dikupas dan diparut. Tiriskan parutan lobak untuk membuang cairan berlebih. Buat kuah kaldu dengan mencampur 1 cangkir kaldu dashi dengan 2 sendok makan soyu, dan 1 sendok teh gula, aduk sampai gulanya tercampur rata.

Tuang minyak goreng ke dalam penggorengan hingga mencapai kedalaman sekitar 4 sentimeter dan kemudian nyalakan api kompor. Tiriskan terong dan kentang, kemudian keringkan dengan lap bersih. Pertama, goreng terongnya. Suhu minyak harus berada pada kisaran 170 hingga 175 derajat Celsius. Masukkan potongan terong dengan sisi kulit menghadap ke bawah. Goreng selama sekitar 1 hingga 2 menit. Setelah semenit angkat beberapa potongan terong dengan penjepit atau sumpit. Terongnya sudah matang jika tekanan penjepit atau sumpit berbekas di terongnya.

Kemudian goreng kentang selama sekitar 3 menit dengan suhu minyak mencapai sekitar 160 derajat. Sambil menggoreng kentang, taburi jamur shimeji dengan tepung, lalu ditepuk-tepuk untuk membuang tepung yang berlebihan. Masukkan juga paprika ke dalam penggorengan yang berisi kentang. Goreng selama sekitar 1 menit sampai terlihat transparan. Gunakan tusuk sate untuk memeriksa kentang, jika mudah ditusuk maka kentangnya bisa diangkat. Setelah kentang dan paprika sudah diangkat dari penggorengan, berikutnya giliran jamur yang digoreng. Goreng jamur sekitar 2 menit dengan suhu minyak mencapai 160 derajat.

Rendam semua sayuran goreng di dalam kaldu. Kemudian susun sayuran di piring dan tuangkan kaldu di atasnya. Lalu tambahkan parutan jahe dan lobak secukupnya.

Gorengan dalam makanan Jepang

Agemono merujuk pada bahan-bahan yang digoreng dalam minyak bersuhu tinggi, baik digoreng langsung maupun dengan berbagai jenis lapisan. Menu hari ini masuk dalam kategori agemono. Tetapi tempura adalah hidangan gorengan yang paling terkenal dalam makanan Jepang.

Teknik menggoreng bukan berasal dari Jepang, tetapi dari luar negeri. Di Jepang proses penggorengan semakin berkembang dengan gagasan memaksimalkan bahan-bahan yang tersedia di Jepang. Teknik menggoreng berevolusi dengan menyesuaikan setiap bahan yang akan digoreng. Tempura membutuhkan kemampuan memasak yang lebih tinggi, dan sekarang telah menjadi makanan yang mewakili cita rasa Jepang.

Anda bisa membuat hidangan gorengan dengan lebih baik ketika Anda sudah mengetahui teknik menggoreng untuk setiap bahan. Program ini adalah cara terbaik bagi Anda untuk memperluas pengetahuan cara memasak makanan Jepang.

 

Namasu (salad acar wortel dan lobak) & Kikka-kabu (acar lobak yang dibentuk seperti bunga krisan)

\"\"

Namasu dan Kikka-kabu adalah menu makanan yang menambah warna dalam hidangan Tahun Baru. Pertama adalah hidangan dengan warna merah putih yang cerah dan kontras. Dibuat dengan mengiris tipis lobak dan wortel dan kemudian dijadikan acar dengan diberi cuka manis. Menu lainnya dibuat dari lobak turnip. Kita akan membuat lobak turnip ini menjadi bentuk seperti bunga krisan.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

\"\"

Namasu (Salad acar lobak dan wortel)
300 g lobak
40 g wortel
(Untuk cuka manis)
1/2 cangkir cuka, lebih disukai jika menggunakan cuka beras 
2 1/2 sendok makan gula
1/4 sendok teh garam
1 sendok makan air

Kikka-kabu (Acar lobak turnip yang dibentuk seperti bunga krisan)
2 lobak turnip yang kecil
1 cabai merah kering
Siapkan cuka manis sama dengan menu Namasu di atas

Persiapan

Pertama untuk salad namasu. Kupas lobak dan potong diagonal dengan memiringkan sudut pisau. Iris-iris setipis mungkin. Satukan tiga atau empat irisan tipis lobak kemudian diiris-iris tipis lagi menjadi bentuk strip.

Masukkan irisan strip lobak ke dalam mangkuk dan taburi dengan 1/2 sendok teh garam. Gunakan tangan untuk memastikan semua irisan strip lobak terlapisi oleh garam. Lakukan dengan perlahan agar tidak menghancurkan lobaknya. Diamkan selama 10 menit.

Siapkan wortel dengan cara yang sama. Kupas, iris dengan sudut miring melintang 5-6 sentimeter. Satukan tiga atau empat irisan dan mulai dari ujung diiris-iris strip tipis. Irisannya harus lebih tipis dari irisan lobak. Masukkan wortel di mangkuk terpisah dan taburi dengan sejumput garam secara merata. Diamkan selama 10 menit.

Dalam mangkuk lainnya, aduk rata 1/2 cangkir cuka dengan 2 1/2 sendok makan gula serta 1/4 sendok teh garam. Saat sudah tercampur rata tambahkan dengan 1 sendok makan air.

Saat lobaknya sudah empuk, keringkan dengan tisu dapur dan remas untuk membuang cairan sampai berbentuk seperti bola. Kemudian pisahkan setiap irisan stripnya saat dimasukkan ke dalam cuka manis. Lakukan hal yang sama dengan wortelnya, bungkus dengan tisu dapur dan remas. Masukkan ke dalam mangkuk berisi cuka manis dan aduk rata agar terlapisi cuka dengan merata. Saladnya siap disajikan.

Untuk kikka-kabu. Potong bagian atas dan bawah lobak turnip sehingga ketebalan bulatan lobak sekitar 2 1/2 sentimeter. Kupas tipis melingkar kulit lobaknya. Baringkan dengan bagian potongan terbesar menghadap ke atas. Buat sayatan vertikal ke dalam lobak dengan jarak sekitar 1 milimeter. Buat sayatan dua pertiga dari lobaknya. Putar lobak dengan sudut 90 derajat dan buat sayatan dengan ukuran yang sama dengan membentuk pola menyilang.

Lapisi bagian bawah lobak turnip - yang tidak disayat - dengan sejumput garam. Diamkan lobak turnip selama 10 menit.

Siapkan cuka manis dengan cara yang sama dengan salad namasu. Iris tipis cabai dan buang bijinya, kemudian masukkan cabai ke dalam cuka. Bilas lobak turnipnya dan kemudian peras untuk membuang cairan. Kemudian potong lobak turnip menjadi dadu ukuran 2 sentimeter dan rendam di dalam cuka selama 15 menit. Kikka-kabu siap disajikan.

Kazari-giri atau potongan dekoratif makanan Jepang

Makanan Jepang sering dibentuk dengan potongan dekoratif atau kazari-giri, di mana sayuran dan bahan lainnya dipotong dan dibentuk menjadi seperti bunga dan dedaunan, sehingga memberi sentuhan dekoratif sesuai musim.  
Ada beragam jenis potongan, seperti misalnya Icho-ninjin di mana wortel dipotong-potong menyerupai daun icho atau gingko. Contoh lainnya adalah Yuzu atau kupasan kulit jeruk limau yang dipotong membentuk seperti daun pinus.
Kikka-kabu yang kita buat hari juga contoh potongan dekoratif. Sayatannya juga membuat bumbu menyerap ke dalam lobak turnip. Sama halnya dengan payung jamur shiitake yang dipotong dengan bentuk bunga, maka hal itu bukan hanya bisa menyerap bumbu tetapi juga membuatnya terasa lebih empuk saat disantap. 

Kazari-giri bisa dilakukan dengan bahan-bahan berbeda, sehingga menambah cita rasa dan terlihat indah dipandang, serta wujud dari semangat omotenashi atau keramahan hati dalam menyambut tamu di Jepang.

Bersambung ke bagian 4.

(Resep Masakan Jepang/Akiko Watanabe/www3.nhk.or.jp/Gloopic.net/Jala).

Tags: