IMG-LOGO
Home Kuliner Resep Masakan Jepang (Bagian 5)
Kuliner

Resep Masakan Jepang (Bagian 5)

- 2018-08-06
IMG

Horenso no shira-ae (Bayam dengan tahu tumbuk)

\"\"

Tahu tumbuk bisa dicampur dengan beragam macam bahan, memanfaatkan tanaman setempat dan musiman di Jepang.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

150 g bayam
1/2 potong tahu (150 g)
2 sendok teh biji wijen putih
1 sendok makan gula
Kecap asin Jepang atau shoyu
Garam

Persiapan

Setengah potong tahu dibagi menjadi empat bagian, dan dimasukkan ke dalam panci berisi air mendidih. Angkat dan tiriskan tahu saat air kembali mendidih. Setelah tahunya sudah dingin, bungkus dengan lap bersih. Pilin bagian ujung lap bersih dan peras dengan tangan untuk mengeluarkan cairan. Jangan memeras terlalu kuat agar tahunya tidak berceceran. Ketika tahunya sudah berbentuk seperti bola, tumbuk tahunya dengan tangan. Angkat lapnya di sisi yang dipilin dan tepuk dengan telapak tangan Anda yang lainnya dengan gerakan kocokan ke bawah. Hal itu akan membuat tahu tumbuknya mudah diangkat dari dalam lap.

Masukkan biji wijen ke dalam lesung dan diulek hingga berbentuk pasta. Jika tidak ada lesung bisa menggunakan ulekan atau dengan mencacah halus wijen di atas talenan kering. Bumbui pasta wijen dengan 1 sendok makan gula, 1/2 sendok teh shoyu, dan sejumput garam, lalu di aduk rata. Kemudian tambahkan tahu tumbuknya dalam beberapa tahap sambil terus diaduk.

Potong bagian akar bayam. Bilas bayamnya dan potong dengan panjang 4 cm. Masukkan bayam ke dalam panci besar yang berisi air mendidih. Rebus bayam selama satu menit dan kemudian langsung dimasukkan ke dalam mangkuk berisi air dingin. Saat bayamnya sudah dingin, gunakan tangan Anda untuk memeras air keluar dari bayamnya. Tambahkan 2 sendok teh shoyu, dan peras sekali lagi untuk mengeluarkan sisa cairan. Pisahkan bayamnya dan campur dengan tahu tumbuk. Menunya siap disajikan.

Berbagai macam bahan yang bisa memakai tahu tumbuk

Tahu tumbuk bisa dicampur dengan beragam macam bahan, memanfaatkan tanaman setempat dan musiman di Jepang. Setiap kawasan memiliki variasi sendiri. Sansai atau tanaman yang tumbuh liar di perbukitan yang bisa dimakan seringkali dicampur dengan tahu tumbuk. Ini adalah hidangan khas musim semi. Banyak orang yang senang mengumpulkan dan memakan tanaman liar di perbukitan, seperti misalnya tunas pakis warabi atau zenmai. Tanaman yang bisa dimakan itu direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa pahitnya, kemudian ditambahkan tahu tumbuk untuk memberi cita rasa musim semi. Dan mungkin yang sedikit mengejutkan adalah mencampurkan tahu tumbuk dengan buah-buahan seperti apel atau kesemek saat musim gugur. Buah kesemek yang dicampur tahu tumbuk memberikan warna yang kontras. Bisa disajikan saat perayaan. Beberapa daerah membuat tahu tumbuk dengan kacang kenari ketimbang biji wijen. Kacang kenari adalah bahan yang ideal karena kaya rasa dan juga cukup bernutrisi. 

 

Temari-zushi (sushi bundar)

\"\"

Di namakan Temari-zushi karena serupa dengan temari atau bola kecil mainan tradisional yang dibuat dari gulungan kain beragam warna.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

700 g nasi baru matang
1 butir telur
2 keju lembar (jika tidak tersedia bisa memotong tipis keju batang)
1/2 alpukat
4 udang (ukuran sekitar 10 cm. Buang bagian kepala tetapi cangkangnya masih menempel)
3 sendok makan cuka beras
1 1/3 sendok makan gula
Kecap asin Jepang atau shoyu
Garam
1/2 sendok teh minyak nabati

Persiapan

Pertama siapkan campuran cuka. Campurkan 3 sendok makan cuka beras, 1 sendok makan gula dan satu sendok teh garam di dalam mangkuk. Masukkan nasi saat masih cukup panas. Gunakan sodet untuk mengaduk nasi dengan cuka secara merata selama dua menit. Proses tersebut akan menciptakan su-meshi atau nasi cuka untuk dijadikan bola-bola sushi. Dinginkan nasi cuka dengan menyebarkannya di atas baki agar tidak terlalu panas.

Berikutnya bentuk nasi menjadi seperti bola-bola kecil. Untuk membuatnya, tempatkan sekitar 20 gram nasi di atas bungkus plastik lalu bentuk nasi membundar dengan diameter sekitar 3 cm. Lalu buka bungkus plastik dan tempatkan bola-bola nasi ke dalam baki. Tutup semuanya dengan bungkus plastik.

Untuk menyiapkan udangnya, didihkan 200 mililiter air yang dicampur dengan 1 sendok teh garam. Masukkan udang yang kotorannya sudah dibersihkan dan rebus selama dua menit. Saat udangnya sudah dingin, kupas cangkangnya termasuk bagian kaki dan ekor, lalu potong setengah memanjang.Potong keju lembar menjadi empat bagian.Untuk membuat telur orak-arik, kocok telur dengan 1 sendok teh gula dan sejumput garam. Panaskan wajan kecil dan tuang 1/2 sendok teh minyak nabati ke dalamnya, lalu angkat dari kompor. Dinginkan wajan sesaat dengan meletakkannya di atas lap lembap. Kemudian masukkan kocokan telur dan aduk rata. Pindahkan wajan kembali ke kompor dan terus aduk sampai menjadi telur orak-arik. Pindahkan telur orak-arik ke piring.Belah alpukat memanjang dan keluarkan bijinya. Ambil salah satu belahan dan dibelah menjadi dua lagi. Kupas kulitnya lalu diiris dengan ketebalan sekitar 4 milimeter. Bumbui irisan alpukat dengan sedikit kecap asin Jepang.

Untuk menambah lapisan atas (udang, alpukat, keju dan telur orak arik) di bola-bola sushi, bentangkan lembar kecil bungkus plastik di setiap bola-bola sushi. Letakkan seporsi udang, alpukat, keju dan telur orak-arik di tengah plastik dengan bagian yang terlihat bagus menghadap ke bawah. Lalu tempatkan bola sushi di atasnya, bungkus dengan plastik dan tekan lapisan atas tersebut ke nasi. Buka bungkusan plastik setelah bola-bola sushi selesai dibuat dan siap disajikan.

Beragam Jenis Sushi

Di namakan Temari-zushi karena serupa dengan temari atau bola kecil mainan tradisional yang dibuat dari gulungan kain beragam warna. Mame-zushi bahkan lebih kecil dari temari-zushi. Mame berarti \'kacang\'. Nigiri-zushi mungkin salah satu sushi yang paling terkenal, nasi cukanya dibentuk dalam ukuran sekali santap dan terdapat irisan ikan, udang, telur dan yang lainnya di atasnya. Maki-zushi adalah nasi cuka dan bahan lainnya dibentuk menjadi sushi gulung. Dan inari-zushi merujuk pada nasi cuka yang dibungkus dalam kulit tahu goreng. Oshi-zushi, semua bahan dibentuk dan ditekan di dalam cetakan, sementara chirashi-zushi adalah beragam taburan ditempatkan di atas semangkuk nasi cuka.

 

Yasai no fukume-ni (Sayur rebus gaya Jepang)

\"\"

Akar teratai tumbuh di bawah air.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

1 ubi jalar (250 g)
1 renkon atau akar teratai (200 g) (jika tidak ada bisa diganti dengan lobak)
4 buah jamur shiitake
50 g kacang buncis (sekitar 8 buah) 
Rumput laut kombu ukuran kotak 8 cm (bisa ditiadakan jika tidak tersedia)
1 sendok makan kecap asin Jepang atau shoyu
1/2 sendok makan gula
Sejumput garam 

Persiapan

Iris bundar ubi jalar beserta kulitnya setebal 1 cm dan langsung direndam di dalam air agar tidak berubah warna. Kupas kulit akar teratai dan iris lebih tipis membundar kurang dari 1 cm dan langsung direndam di air juga. Buang batang jamur shiitake dan bilas bagian kepala payungnya. Buang bagian buncis yang berserabut dan potong sepanjang 4 cm. Letakkan rumput laut kombu di panci yang berisi 2,5 cangkir atau 500 ml air dan rendam selama 15 menit.

Rebus setengah matang sayuran. Masukkan ubi jalar ke dalam panci berisi air. Rebus dengan api sedang hingga mendidih, lalu kecilkan apinya dan rebus lagi selama 10 menit. Hal yang sama juga dilakukan untuk akar teratai, tetapi direbus lebih lama sekitar 15 hingga 20 menit. Gunakan tusuk sate untuk memeriksa sayuran. Sayurannya masih akan terasa keras. Jika sudah sedikit empuk, angkat dan tiriskan secara terpisah. Masukkan kacang buncis ke air mendidih dan rebus selama 2 menit lalu tiriskan.

Masukkan ubi jalar, akar teratai dan jamur ke dalam panci yang berisi rendaman rumput laut. Rebus dengan api sedang hingga mendidih lalu kecilkan apinya. Tambahkan gula kemudian tutup semua bahan dengan tutup kecil yang muat di dalam panci atau otoshibuta, dan rebus selama 5 menit. Berikutnya tambahkan kecap asin Jepang atau shoyu dan rebus lagi selama 5 menit. Periksa ubi jalar dan akar teratainya dengan tusuk sate. Jika mudah ditembus, cicipi rasa kuahnya. Rebus kuahnya sampai lebih kental dari sup biasa. Tambahkan sedikit garam jika terasa terlalu manis. Terakhir, masukkan kacang buncis dan matikan apinya. Diamkan selama 15 menit sebelum disajikan.

Renkon (Akar Lotus)

Akar teratai tumbuh di bawah air. Ada varietas untuk tanaman hias maupun yang bisa dimakan. Akar teratai yang berwarna putih menyempit di beberapa bagian sehingga terlihat seperti untaian sosis. Akarnya ini bisa tumbuh sepanjang 1 meter dan dengan ketebalan sekitar 10 cm. Saat dipotong di dalamnya bisa terlihat sekitar 10 lubang untuk jalur udara masuk. Lembah sungai Yangtze di Cina merupakan daerah populer penghasil akar teratai sejak sebelum masehi. Kebiasaan memakan akar teratai kemudian masuk ke Jepang. Sekarang, Cina dan Jepang merupakan konsumen utama sayuran jenis ini. 

 

Kinoko-zosui (Bubur dengan jamur)

\"\"

Zosui secara harfiah artinya adalah \'berbagai macam bahan dimasak bersama\'.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

200 gram nasi (nasi sisa juga dibolehkan)
100 gram jamur (70 gram jamur shimeji dan 2 jamur shiitake)
80 gram lobak
30 gram wortel
1 butir telur
4 daun bawang
4 1/4 cangkir (850 ml) air
10 gram katsuo-bushi (parutan ikan bonito yang diasap dan dikeringkan)
1 sendok teh kecap Jepang atau shoyu
2/3 sendok teh garam
Sejumput gula

Persiapan

Pertama, membuat kaldu dashi. Masukkan 850 ml air ke panci dan rebus hingga mendidih di atas api sedang. Masukkan parutan ikan bonito dan rebus dengan api kecil selama satu menit. Saring campuran kaldu di atas cawan.

Kupas lobak dan wortel. Potong sepanjang 3 cm dan diiris-iris tipis. Potong bagian akar jamur yang keras. Potong jamur shimeji menjadi ukuran 3 cm. Pisahkan setiap batang di dasar jamur dan gunakan sebagai bahan juga. Potong batang jamur shiitake tepat di bawah bagian payungnya. Lalu batangnya dipotong memanjang 2 cm dan diiris tipis. Kemudian bagian payung jamur dipotong menjadi ukuran 2 cm. Lalu balik potongan bagian payung jamur dengan bagian terpanjang menghadap ke kita dan diiris tipis sepanjang 2 cm mulai dari ujungnya. Iris tipis daun bawang. Pecahkan telur ke dalam cawan dan dikocok rata.

Masukkan lagi kaldunya ke dalam panci dan hangatkan dengan api sedang. Kemudian tambahkan irisan lobak, wortel dan jamur. Rebus hingga mendidih. Lalu kecilkan apinya. Tutup pancinya dan rebus selama 5-6 menit sampai lobak dan wortelnya empuk. Bumbui dengan satu sendok teh shoyu, 2/3 sendok teh garam, dan sejumput gula yang akan mengurangi rasa asinnya.

Masukkan nasi, gunakan sodet untuk mengaduk dan memecah nasi di dalam kaldu. Rebus sampai mendidih dengan api sedang. Tempelkan sepasang sumpit di ujung cawan yang berisi kocokan telur. Tahan sumpitnya di ujung cawan yang dimiringkan saat menuangkan kocokan telur ke panci sehingga telurnya masuk ke panci dalam aliran yang tipis. Buat gerakan memutar di cawannya agar kaldunya terlapisi kocokan telur dengan merata. Jangan aduk telurnya karena akan membuat kaldunya berwarna pucat. Tambahkan irisan daun bawang. Sajikan saat telurnya sudah matang. Menunya bisa dihidangkan dengan menempatkan pancinya di meja sehingga semua orang bisa menikmatinya bersama dengan dituangkan ke dalam cawan.

Zosui (Bubur nasi)

Zosui secara harfiah artinya adalah \'berbagai macam bahan dimasak bersama\'. Tetapi nama ini juga disebut berasal dari pemikiran untuk membuat bubur dengan menambah air ke nasi. Dalam bahasa Jepang \'zo\' juga bisa berarti menambah atau meningkatkan volume, sementara \'sui\' bisa berarti air. Bubur ini merupakan hidangan ekonomis saat mengalami kesulitan makanan.

Beragam bahan bisa ditambahkan selain sayuran dan jamur, seperti makanan laut (misalnya salmon, kerang-kerangan) atau ayam yang memberi rasa enak ke kaldunya. Menu ini mudah dan cepat disiapkan dari nasi dingin dan bahan-bahan sisa lainnya. Bubur dengan jamur atau dengan sayuran lainnya juga cocok untuk Anda yang tengah diet. 

Zosui juga sering disajikan saat memakan hidangan dalam cawan panas \"hot pot\" (yang populer di musim dingin). Zosui bisa dibuat dengan menambahkan nasi ke sisa kuah di cawan panas. Misalnya menambahkan nasi ke sisa kuah tori tsukune nabe (bakso ayam dalam cawan panas) yang pernah dibahas dalam edisi Ayo Masak Makanan Jepang sebelumnya.

Aji furai (Ikan makerel goreng dengan tepung panir)

\"\"

Ikan makerel atau aji adalah menu ikan favorit di Jepang karena tersedia di seluruh Jepang sepanjang waktu.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

4 ekor ikan makerel (panjang sekitar 20 cm)
1 butir telur
Tepung terigu
Tepung panir
Garam dan lada
2 helai daun kol yang besar
Minyak sayur

Persiapan

Bersihkan sisik yang keras di setiap sisi dekat ekor dan potong sirip dada serta kepala ikan sekaligus. Gunakan gagang sendok untuk membersihkan isi perut ikan. Bersihkan bagian dalam dan luar ikan secara menyeluruh lalu dikeringkan dengan lap bersih atau tisu dapur.

Baringkan ikan di talenan dengan posisi sirip punggung menghadap ke Anda dengan bagian ekor di sisi kiri dan bagian kepala di sisi kanan. Miringkan pisau dengan sudut rendah dan hampir sejajar dengan talenan, lalu sayat ikan di sepanjang sirip punggung. Potong daging ikan di sepanjang tulangnya. Goyangkan pisaunya sedikit saat memotong untuk membuka daging ikannya. Harap berhati-hati jangan sampai kulit di bagian perut ikan turut terpotong. Kulit ikan harus tetap menempel dengan dagingnya saat ikan dibelah. Balikkan ikannya dengan posisi kulit di atas dan bagian sirip punggung menghadap arah Anda lagi. Sekali lagi miringkan pisau dengan sudut yang rendah dan potong daging di atas sirip punggung. Gerakkan pisau dengan perlahan saat mencabut sirip dan tulang dari daging ikan. Terakhir potong tulang di posisi yang menempel dengan ekor.

Iris-iris tipis daun kol dan rendam di dalam air dingin selama sekitar 5 menit, lalu tiriskan. Pecahkan dan kocok telur dengan satu sendok makan air di dalam cawan. Bumbui ikan dengan sedikit garam dan lada. Lapisi setiap sisi ikan dengan tepung terigu, tepuk-tepuk ikan dengan tangan untuk menghilangkan tepung yang berlebihan. Lalu lapisi lagi kedua sisi dengan telur kocok dan tepung panir.

Panaskan minyak hingga 170°C. Goreng ikan satu per satu hingga berwarna cokelat keemasan. Proses menggoreng berlangsung sekitar dua menit. Ikannya saat pertama kali digoreng akan tenggelam ke dasar penggorengan tetapi perlahan akan naik ke permukaan. Gelembung minyak saat ikan digoreng akan semakin mengecil sebagai tanda bahwa ikannya sudah matang. Angkat ikannya dari penggorengan. Letakkan irisan daun kol di sisi ikan sebagai hiasan, dan sajikan.

Ikan Makerel dalam Masakan Jepang

Ikan makerel atau aji adalah menu ikan favorit di Jepang karena tersedia di seluruh Jepang sepanjang waktu. Dimasak dengan cara apapun rasanya tetap enak, Aji sendiri dalam bahasa Jepang artinya adalah cita rasa. 

Aji-no-tataki atau ikan makerel dengan gaya tartar adalah resep yang khas. Ikan makerel mentah dipotong-potong tipis dan disajikan dengan irisan tipis daun bawang, jahe serta bahan-bahan lainnya yang bisa membantu menghilangkan bau amis.  Ikan makerel juga tersedia dalam bentuk yang dikeringkan. Daging ikannya dibuka, dibumbui garam dan dijemur di luar ruangan. Ikan kering ini biasanya dipanggang dan menjadi menu sarapan warga Jepang.

Sejumlah kawasan memiliki resep masing-masing untuk ikan ini. Di Kyushu, provinsi Miyazaki ikannya dipanggang dan disuwir, lalu dipanggang lagi dengan pasta miso dan disajikan dengan kaldu dingin ikan asap bonito. Menu ini dikenal dengan nama hiya-jiru. Di kepulauan Izu ada menu ikan yang diberi nama kusaya, di mana daging ikan makerelnya dibuka dan direndam dalam cairan fermentasi dan kemudian dikeringkan. Ikan kering itu kemudian dipanggang. Tetapi harus tenggang rasa dengan tetangga Anda saat membuat menu tersebut karena aromanya yang sangat tajam.

 

Sato-imo no Tori-soboro-ni (Talas rebus dengan ayam cincang)

\"\"

Soboro merujuk pada daging ayam cincang yang ditumis sampai kering dan diorak arik hingga teksturnya menjadi butiran kecil.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

6 talas (400 g)
100 g ayam cincang
2 cm jahe
1 sendok teh minyak sayur
1,5 sendok makan gula
1,5 sendok makan kecap Jepang atau soyu
1 sendok teh tepung kentang

Persiapan

Cuci dan bersihkan talas, lalu dikeringkan dengan lap bersih atau tisu dapur. Potong bagian atas dan bawah talas dan kupas memanjang dengan pisau. Masukkan talas yang telah dikupas ke dalam panci yang berisi cukup air dan direbus dengan api sedang. Setelah airnya mendidih, kecilkan api dan rebus lagi selama 10 menit. Pindahkan pancinya ke tempat cuci piring dan bilas talasnya sambil digosok dengan tangan untuk menghilangkan lendirnya. Tiriskan talasnya dan cuci pancinya.

Kupas dan iris tipis jahe. Panaskan pancinya dan masukkan minyak sayur. Lalu matikan kompornya dan masukkan ayam cincang dan irisan jahe. Gunakan sodet kayu untuk mencacah daging ayam menjadi orak arik. Nyalakan lagi apinya dengan ukuran sedang sambil terus mengorak arik daging ayam hingga teksturnya menjadi butiran sangat kecil.

Tambahkan 300 ml air dan talas. Lalu masukkan gula dan soyu. Letakkan penutup yang lebih kecil dari diameter panci yang digunakan (otoshi-buta) atau piring yang dibalik di atas semua bahan sambil terus merebus dengan api kecil selama 15 menit. Setelah itu gunakan garpu atau tusuk sate untuk memeriksa talas. Jika tertusuk dengan mudah maka talasnya sudah empuk. Cicipi kuahnya dan matikan kompor apabila rasa kuah sudah sesuai dengan selera.

Masukkan satu sendok teh tepung kentang ke dalam cawan kecil dan campur dengan satu sendok makan air, aduk rata. Langsung tambahkan campuran ini ke dalam kuah yang masih panas di panci sambil terus mengaduk semua bahan dengan sodet kayu. Hati-hati saat mengaduk agar talasnya tidak rusak. Rebus lagi sampai kuahnya mengental. Menu ini siap disajikan.

Soboro

Soboro merujuk pada daging ayam cincang yang ditumis sampai kering dan diorak arik hingga teksturnya menjadi butiran kecil. Soboro juga sering digunakan untuk telur dan ikan. Misalnya untuk ikan, setelah direbus sampai empuk bisa diorak arik menjadi butiran kecil sambil ditumis dengan soyu, gula dan bumbu lainnya.

Beberapa jenis soboro telur, daging ayam cincang atau ikan bisa juga ditaburi di atas nasi untuk kotak makan siang atau \'soboro-bento\'.   Bahan-bahan lain yang bisa dicampur dengan soboro misalnya adalah terong, paprika hijau dan sayuran lainnya. Menu itu disebut \'soboro-itame\'.  

 

Buri-daikon (Ikan buri rebus dengan lobak)

\"\"

Sekitar 1,5 juta ton lobak dipanen setiap tahunnya di Jepang.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

200 gram ikan buri (filet)
300 gram lobak atau daikon
15 gram jahe
1 sendok makan gula 
2 sendok makan kecap Jepang atau soyu

Persiapan

Kupas lobak dan potong-potong bulat dengan ketebalan 2 cm. Lalu dipotong lagi menjadi setengah lingkaran. Iris tipis jahe beserta kulitnya.

Siapkan panci yang berisi cukup air untuk merendam seluruh potongan lobak besar. Rebus air hingga mendidih lalu masukkan potongan lobak, lalu direbus dengan api kecil selama 15 menit sampai lobaknya empuk. Gunakan garpu atau tusuk sate untuk memeriksa keempukan lobak. Jika sudah empuk, angkat dan tiriskan lobaknya.

Potong ikan dengan bentuk persegi ukuran 4 kali 5 cm. Siapkan cawan besar berisi air dingin. Didihkan kembali air bekas rebusan lobak dengan api besar, lalu rebus dua hingga tiga potong ikan selama 10 detik hingga setengah matang atau berwarna keputihan. Masukkan potongan ikan ke dalam air dingin di cawan besar sambil digosok dengan jari untuk membersihkannya. Angkat dan tiriskan. Ulangi proses ini dengan potongan ikan lainnya.

Panaskan 300 mililiter air di panci, tambahkan satu sendok makan gula dan dua sendok makan soyu. Setelah mendidih, masukkan potongan lobak besar, jahe dan ikannya. Tempatkan tutup panci kecil atau piring yang dibalik di atas bahan-bahan yang tengah direbus. Tutupnya tersebut harus muat dan longgar di dalam panci. Rebus dengan api sedang selama 15 menit.

Saat kuahnya sudah berkurang, angkat tutupnya dan gunakan sendok sayur untuk menyiram semua bahan agar memastikan kuahnya meresap ke semua bahan. Cicip kuahnya dan matikan api jika kuahnya dirasa sudah cukup kental dan enak. Makanan ini sekarang siap disajikan.

Lobak di Jepang

Sekitar 1,5 juta ton lobak dipanen setiap tahunnya di Jepang. Lobak adalah sayuran nomor dua yang paling banyak dipanen di Jepang setelah kentang. Lobak bisa dimakan dalam keadaan mentah dalam bentuk parutan atau direbus dan dijadikan acar.  

Lobak diyakini berasal dari kawasan Mediterania. Lobak muncul dalam tulisan-tulisan di Jepang pada abad ke-8, sehingga kemungkinan besar sudah dikenal dan dikonsumsi sejak saat itu.  

Sayuran ini ditanam secara meluas pada abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-19. Beragam varietas lobak kemudian dikembangkan. Saat ini diyakini ada lebih dari 100 varietas lobak yang berbeda. Banyak daerah yang menanam varietas lobak sendiri. Provinsi Kagoshima di Jepang selatan memiliki varietas yang dikenal bernama Sakura-jima daikon.  Lobak terbesar dari daerah itu bisa mencapai berat 50 kg dengan besar lingkaran 120 cm. Salah satu diantaranya bahkan terdaftar sebagai lobak terberat di dunia. Lobak ini memiliki daging yang lunak dan bisa disantap dalam berbagai cara, bisa dimakan mentah-mentah, direbus atau dijadikan acar.

Selain itu, Jepang juga menanam lobak varietas terpanjang. Lobak itu bernama Moriguchi daikon yang ditanam di Provinsi Aichi dan Gifu. Diameternya hanya 2 cm tetapi panjangnya bisa mencapai 180 cm, tidak termasuk daunnya. Dagingnya agak keras dengan aroma yang tajam. Lobak varietas ini digunakan untuk acar dan dijual sebagai oleh-oleh setempat. 

 

Nishiki-tamago (Potongan telur lapis kukus)

\"\"

Tamago berarti `telur`, sementara nishiki merujuk pada sulaman brokat mahal yang terbuat dari benang-benang sutra warna-warni.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

4 telur
60 g gula
sedikit garam

Persiapan

Masukkan 4 telur ke dalam panci penggorengan dengan secukup air guna merebusnya serta 1 sendok teh garam. Nyalakan api sedang. Saat airnya mendidih, kecilkan apinya dan rebus selama 10-11 menit. Setelahnya segera masukkan telur rebus ke dalam air dingin untuk mendinginkannya dengan cepat. Gantilah airnya agar tetap dingin. Kupas telurnya, lalu bilas untuk membersihkan sisa-sisa kulit telur. Letakkan telur di dalam saringan untuk ditiriskan.

Iris telurnya untuk mengeluarkan kuning telurnya. Bilas putih telur untuk membersihkan sisa-sisa kuning telur lalu keringkan dengan tisu dapur. Letakkan saringan logam kecil di atas cawan, lalu letakkan putih telur dalam saringan itu. Gunakan lengkungan sendok untuk menekan putih telur agar tersaring jatuh ke dalam cawan di bawahnya. Cuci saringan dan keringkan dengan tisu dapur. Ulangi proses ini untuk kuning telur dalam cawan yang berbeda. Menggunakan spatula atau sendok kayu, aduk perlahan 35 g gula ke dalam saringan kuning telur, serta 25 g gula dan sejumput garam ke dalam saringan putih telur.

Letakkan saringan putih telur dalam kain lap bersih, lalu gunakan kain tersebut untuk membentuk putih telur menjadi seperti batang berukuran panjang 12 cm. Bungkus dengan tisu untuk menyerap kelebihan air. Bentangkan pembungkus plastik berukuran 25 x 25 cm. Letakkan kuning telur di tengahnya dan bentuk menjadi persegi berukuran 12 x 12 cm.

Letakkan putih telur yang berbentuk batang di tengah kuning telur yang berbentuk persegi. Angkat dua ujung pembungkus plastik untuk mengangkat kuning telur agar membungkus putih telur yang berbentuk batang, sehingga membentuk gulungan. Bungkus ketat gulungan dalam plastik lalu masukkan dalam alat pengukus selama 10 menit dengan api sedang. Buka pembungkus plastik untuk mengeluarkan uapnya. Biarkan mendingin. Potong menjadi irisan setebal 1 cm. Susun dalam piring.

(Cara lain untuk membuat bentuk kotak telur lapis)Ikuti petunjuk hingga Langkah ke-2. Letakkan pembungkus plastik di bagian dalam wadah berukuran panjang 10 cm, lebar 7 cm dan tinggi 5 cm. Masukkan saringan putih telur menjadi lapisan yang merata, kalau perlu tekan-tekan dengan lembut untuk meratakannya. Kemudian masukkan saringan kuning telur menjadi lapisan merata di atas lapisan putih telur tadi, kalau perlu tekan-tekan juga untuk meratakannya. Masukkan wadah ke dalam alat pengukus selama 10 menit dengan api sedang. Begitu dingin, angkat dari wadah dan potong menjadi ukuran sekali saji.

Asal-muasal nama Nishiki-tamago

Tamago berarti `telur`, sementara nishiki merujuk pada sulaman brokat mahal yang terbuat dari benang-benang sutra warna-warni. Sebagian orang mengatakan kuning telur menyerupai emas dan putih telur menyerupai perak. Bagi orang yang menyantapnya, hidangan ini mengingatkan akan benda-benda mewah seperti brokat sutra, emas dan perak. Nishiki-tamago disantap pada Tahun Baru dengan harapan menjadi makmur  pada tahun mendatang.

Ada satu lagi hidangan yang terkait dengan brokat sutra. Itu adalah \"Kinshi-tamago\". Ini merujuk pada telur dadar yang amat sangat tipis yang diiris menjadi irisan seperti benang. Irisan-irisan telur ini digunakan sebagai taburan sushi yang disebut sebagai chirashi-zushi, di mana nasi yang diberikan cuka ditaburi oleh beragam ikan mentah dan hiasan makanan. Kinshi dalam kinshi-tamago berarti benang yang digunakan untuk membuat brokat sutra.

Bersambung ke bagian 6
(Resep Masakan Jepang/Akiko Watanabe/www3.nhk.or.jp/Gloopic.net/Jala).

Tags: