IMG-LOGO
Home Kuliner Resep Masakan Jepang (Bagian 6)
Kuliner

Resep Masakan Jepang (Bagian 6)

- 2018-08-14
IMG

Kurimu shichu (sup krim Jepang)

\"\"

Penyebaran Kurimu Shichu di Jepang terkait dengan menu makan siang di sekolah yang kembali berlangsung pasca Perang Dunia II.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

200 gram ayam
1 bawang bombai  (200 gram)
1 wortel (150 gram)
2 kentang (300 gram)
100 gram brokoli
40 gram mentega
3 sendok makan tepung terigu
1 kaldu dadu (5 gram)
1 lembar daun salam
1 gelas susu  (200 ml) 
Garam dan lada

Persiapan

Kupas bawang bombai dan potong memanjang menjadi dua. Buang bagian tengahnya yang keras, lalu potong bawang bombai menjadi kotak-kotak berukuran 2 cm. Kupas wortel dan potong-potong bulat dengan ketebalan 5 mm. Kupas dan bersihkan kentang, lalu potong menjadi dua dan diiris setebal 1,5 cm. Rendam kentang yang telah dipotong-potong tersebut dengan air. Potong brokoli per kuntum dengan ukuran 3 cm, lalu iris memanjang kuntum brokoli menjadi dua, sisa batang brokolinya juga dipotong-potong bulat dengan ukuran ketebalan 5 mm. Potong ayam menjadi kotak-kotak berukuran 3 cm dan bumbui dengan garam dan lada secukupnya, gunakan jari saat membaluri daging ayam dengan bumbu.

Masukkan mentega ke dalam panci yang lebar dan panaskan dengan kompor. Saat mentega setengah meleleh, masukkan ayamnya. Tumis dengan api sedang sampai dagingnya berubah warna menjadi putih. Lalu tambahkan bawang bombai dan wortel sambil terus menumis.

Saat bawang bombai telah berubah warna menjadi semi-transparan, matikan apinya dan tambahkan 3 sendok makan tepung terigu, aduk rata. Apabila daging dan sayurannya telah terlapisi dengan tepung terigu secara merata, masak lagi dengan api kecil, goreng bahan-bahanya selama sekitar satu menit. Saat mengaduk dengan sudip pastikan tidak ada bahan-bahan yang menempel atau gosong di dasar panci.

Matikan apinya dan masukkan 3 gelas (600ml) air, satu kaldu dadu dan selembar daun salam. Nyalakan lagi apinya, rebus dengan api sedang, lalu kecilkan apinya. Tutup panci dengan menyisakan sedikit bagian terbuka dan rebus selama 10 menit, aduk sesekali untuk memastikan tidak ada bahan-bahan yang menempel dan gosong di dasar panci.

Setelah 10 menit, tambahkan kentang dan brokoli. Rebus lagi selama 12 hingga 13 menit di atas api kecil-sedang. Saat kentangnya cukup empuk bila ditusuk dengan garpu, masukkan satu gelas (200ml) susu. Cicipi dan bumbui lagi dengan garam dan lada apabila diperlukan.

Kurimu shichu dan Jepang pasca perang

Penyebaran Kurimu Shichu di Jepang terkait dengan menu makan siang di sekolah yang kembali berlangsung pasca Perang Dunia II. Saat itu Jepang tengah mengalami kekurangan makanan. Di bulan Januari 1947, ketika banyak anak mengalami kekurangan gizi, sebuah sekolah dasar di Tokyo menyediakan menu salmon dan makaroni yang direbus dengan susu bubuk bebas lemak untuk para pelajarnya. Susu bubuk yang digunakan pada saat itu adalah salah satu bantuan pasokan pangan yang diberikan Amerika Serikat. Setelah itu, susu bubuk bebas lemak ini sering digunakan dalam menu makan siang di sekolah.
Di tahun 1960-an saat Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat, sebuah program memasak di TV NHK menampilkan sajian menu dengan resep sup dengan kuah susu.

Pada tahun 1966, sebuah perusahaan makanan mulai memasarkan bumbu sup krim instan terinspirasi dari sup susu yang disajikan di menu makan siang sekolah dan sup tradisional Irlandia. Produk tersebut cepat menyebar di rumah tangga Jepang karena memasak sup krim jadi lebih mudah.  Produk tersebut juga populer di kalangan ibu-ibu rumah tangga yang sibuk karena menunya cepat dimasak dan rasanya masih enak saat dipanaskan beberapa jam kemudian.

Kurimu shichu muncul di rumah-rumah Jepang berkat bantuaninternasional ke Jepang pasca perang dan pertumbuhan ekonomi pesat setelahnya.

 

Sake to Kinoko no hoiru-yaki (Salmon dan jamur panggang di kertas aluminium)

\"\"

Ikan salmon berenang ke arah pesisir sungai, khususnya sungai-sungai di bagian utara dan yang bermuara ke Laut Jepang di musim gugur dan dingin untuk bertelur.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

4 filet salmon (400 gram)
1 buah kentang
Setengah potong bawang bombai  (100 gram)
100 gram jamur shimeji
8 buah jamur kancing
40 gram mentega
Garam dan lada 
4 lembar kertas aluminum ukuran 25 x 25 cm

Persiapan

Kupas dan bersihkan kentang. Potong menjadi empat bagian dan iris dengan ketebalan sekitar 1 cm. Iris bawang bombai dengan ketebalan sekitar 1 cm. Kukus irisan kentang dan bawang bombai selama 7-8 menit sampai kentangnya cukup empuk dan mudah ditusuk dengan garpu.

Buang bagian bawah jamur shimeji yang keras. Cuci dan bilas. Pisahkan kumpulan jamur menjadi beberapa bundel jamur. Setiap bundel berisi 2 hingga 3 jamur. Lalu potong bagian bawah jamur kancing. Cuci dan potong memanjang menjadi dua bagian.

Masukkan 5 gram mentega ke bagian tengah kertas aluminium. Lalu masukkan filet ikan salmon dengan bagian kulit di sisi mentega di bagian bawah, kemudian atur kentang, bawang bombai, jamur shimeji dan jamur kancing di sekeliling ikan. Taburkan sejumput garam dan lada ke semua bahan terutama di filet salmonnya ketimbang sayurannya. Masukkan lagi 5 gram mentega di atas salmon. Lalu bungkus semua bahan dalam kertas aluminium. Ulangi proses yang sama untuk 3 porsi lainnya.

Baringkan 4 bungkus di dalam wajan dan tutup wajan saat dipanggang di api sedang selama 1 menit. Kecilkan api dan panggang selama 12 menit sambil mengawasi bahan-bahannya selama di panggang agar tidak sampai hangus. Setelah masak, pindahkan bungkusan ke piring dan buka sajian saat siap disantap dalam keadaan hangat.

Salmon dan Jepang

Ikan salmon berenang ke arah pesisir sungai, khususnya sungai-sungai di bagian utara dan yang bermuara ke Laut Jepang di musim gugur dan dingin untuk bertelur. Salmon diyakini telah dikonsumsi di Jepang sejak masa kuno. Tulang salmon tertua yang pernah ditemukan di tumpukan sampah berusia lebih dari 2.000 tahun. Ada juga sejumlah tulisan dari abad ke-10 yang menyebutkan salmon diberikan kepada kaisar sebagai pajak.                                                                           

Ada beberapa kuil Shinto di kawasan-kawasan penghasil salmon yang memuja salmon sebagai utusan dewa-dewa. Awalnya, ikan ini dijadikan sesajen untuk dewa-dewa di Tahun Baru. Tapi saat ini, warga Jepang sering memberikan salmon asin utuh ke keluarga atau teman-teman di penghujung tahun. Salmon juga adalah sumber protein penting bagi suku Ainu, penduduk asli Hokkaido di utara Jepang yang memiliki kebudayaan tersendiri. Dalam bahasa mereka, salmon berarti \'Ikan Dewa’ dan  ‘makanan sesungguhnya’. 

Salmon disajikan dalam beragam cara di Jepang. Dipanggang di dalam kertas aluminium (seperti dalam resep kali ini) atau ditumis. Filet salmon asin yang banyak tersedia di toko-toko sering dipanggang dan disajikan untuk sarapan. Salmon panggang juga dapat disajikan di atas semangkuk nasi dengan air panas dituangkan di atasnya. Ikan ini juga sering ada di menu obento (kotak makan siang Jepang), dan bisa dilumatkan untuk menjadi pengisi nasi kepal. Salmon pada masa lalu sering diasinkan agar tahan lama. Rasanya yang asin cocok dengan nasi. Tetapi seiring dengan meningkatnya kesadaran atas kesehatan maka kadar garamnya semakin berkurang dalam 20 tahun terakhir. 

 

Chikin Namban

\"\"

Chikin Namban aslinya berasal dari provinsi Miyazaki di Jepang barat daya.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

400 g ayam (daging paha)
2 telur
Daun selada, timun & tomat
Garam & lada
Tepung terigu
Minyak sayur untuk menggoreng

(Untuk saus tartar)
100 ml mayones
1 telur rebus
40 g bawang bombai

(Untuk saus celupan)
3 sendok makan kecap asin
3 sendok makan cuka
1,5 sendok makan gula

Persiapan

Buat saus tartar. Kupas telur rebus dan potong dadu menjadi berukuran 5 mm. Cacah halus bawang putih. Masukkan bahan-bahan ke dalam cawan, lalu campur dengan mayones.Buat saus celupan dengan mencampur kecap asin, cuka dan gula. Letakkan sausnya di dalam baki.

Letakkan ayam di atas talenan dengan kulit menghadap ke bawah. Miringkan pisau untuk membuat irisan guna membuka daging agar menghasilkan ketebalan yang sama sekitar 1 cm. Gunakan ujung bilah pisau untuk memotong otot-otot putih. Potong ayam menjadi potongan sepanjang sekitar 4-5 cm. Taburi dengan sedikit garam dan lada. Pecahkan dan kocok 2 telur dalam cawan. Dalam cawan lainnya, masukkan sedikit tepung terigu.

Masukkan cukup minyak sayur ke penggorengan hingga dalamnya sekitar 3 cm. Panaskan ke 160ยบC. Laburi ayam dengan tepung, tepuk-tepuk kelebihan tepungnya. Celup ayam dalam telur kocok, pastikan setiap potong terlapisi rata lalu masukkan ayam ke minyak panas. Goreng selama 3-4 menit, balik sekali-sekali. Begitu potongan ayamnya sudah mengambang ke permukaan, naikkan suhu ke 170ยบC. Angkat ayam dari penggorengan dan letakkan di rak kawat. Letakkan ayam di saus celupan selama 1-2 menit, untuk memastikan setiap potong terlapisi di kedua sisinya.

Sobek daun selada menjadi ukuran suap, potong timun dengan miring untuk membuat irisan yang tipis, lalu potong tomat menjadi 8 potong. Susun ayam dalam piring dengan sedikit daun selada, timun, tomat dan sesendok saus tartar.

Chikin Namban dan provinsi Miyazaki

Chikin Namban aslinya berasal dari provinsi Miyazaki di Jepang barat daya. Satu restoran setempat yang menyajikan makanan gaya barat diyakini telah menciptakan hidangan ini, yang sejak itu menyebar ke seluruh penjuru negeri. Saat ini bahkan ada restoran-restoran yang mengkhususkan dalam Chikin Namban. Ada juga beragam hidangan dan sajian yang menggunakan ayam goreng ini misalnya nasi kepal dan kari atau bahkan kentang goreng renyah dengan rasa Chikin Namban. Selain itu Chikin Namban juga menjadi makanan rumahan di Miyazaki.

Provinsi ini punya banyak macam hidangan ayam. Di antara yang digemari adalah ayam panggang arang dan ayam yang disajikan mentah dalam irisan-irisan tipis.

Provinsi Miyazaki punya peternakan ayam terbesar di Jepang. Iklimnya ideal untuk memelihara ayam. Di masa lalu, banyak orang memelihara ayam yang berlarian di halaman mereka. Dahulu ayam disajikan dalam acara-acara khusus.

 

Yakisoba (mi goreng a la Jepang)

\"\"

Banyak daerah di Jepang punya versi mi yakisobanya sendiri, sehingga hampir menjadi semacam hidangan khas setempat.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

・4 bungkus mi yakisoba yang sudah dimasak (600 g)
*jika tidak tersedia, rebus 3 x 80 g bungkus mi instan atau 250 spaghetti tipis hingga lunak 

・8 udang (dengan cangkang namun tanpa kepala), seberat 120 g
・2 kerang hotate
・1/2 negi (daun bawang Jepang), seberat 30 g
・150 g kubis
・150 g tauge
・Minyak sayur untuk menggoreng

(Bumbu bagi versi asin) 
・ garam dan lada secukupnya

(Bumbu bagi versi saus)
・4 – 6 sendok makan kecap Inggris a la Jepang

Persiapan

(versi asin)Bilas taugenya. Potong-potong kubis menjadi potongan 3 cm. Potong daun bawang Jepang menjadi ukuran sepanjang 4 cm kemudian potong lagi lebih tipis menjadi seperti tusuk gigi. Bilas dan kupas cangkang udang dan gunakan tusuk gigi untuk menusuk bagian tengah punggungnya, lalu gunakan tusuk giginya untuk menarik keluar kantung ususnya. Gunakan bagian pipih bilah pisau untuk sedikit meremukkan udang-udangnya. Lalu potong udang menjadi bagian sebesar 1 cm. Potong kerang menjadi bagian sebesar 1 cm.

Gunakan alat pengukus untuk memanaskan mi yakisoba selama sekitar 3 menit.

Panaskan 1/2 sendok makan minyak sayur dalam penggorengan. Goreng udang dan kerang dengan api sedang hingga udangnya berubah menjadi merah. Angkat dari penggorengan. Masukkan 1 sendok makan minyak ke dalam penggorengan dan goreng daun bawang, kubis dan tauge hingga layu dan kubisnya menjadi semi-transparan. Matikan kompor dan masukkan mi, lalu nyalakan lagi kompor dan goreng untuk memastikan mi tercampur merata dengan sayurannya.

Taburi dengan sedikit garam dan taburi dengan banyak lada. Masukkan udang dan kerang ke penggorengan. Goreng sebentar lalu sajikan.

(versi saus)Jika ingin membumbui mi dengan kecap Inggris a la Jepang, jangan gunakan garam dan lada namun gunakan kecapnya.

Yakisoba: berkah bagi sebagian masyarakat daerah

Banyak daerah di Jepang punya versi mi yakisobanya sendiri, sehingga hampir menjadi semacam hidangan khas setempat. Beragam versi berbeda ini telah menarik minat pada tahun-tahun terakhir ini dan bahkan menarik pengunjung yang ingin mencicipinya.

Sebagian komunitas telah menjadi terkenal karena restoran yang membuat mi goreng versi khusus mereka sendiri selama berpuluh-puluh tahun, sementara lainnya menciptakan versi baru untuk menarik lebih banyak pengunjung dan usaha. Sebagian masyarakat daerah membuat peta yang menunjukkan para pengunjung di mana mereka dapat menyantap mi goreng tersebut. Ada pula seperangkat hadiah yang kini dijual sebagai oleh-oleh yang memungkinkan orang untuk membuat yakisoba versi daerah di rumah. 

Masyarakat daerah sering menggunakan bahan-bahan, bumbu-bumbu dan mi dengan ketebalan yang berbeda-beda. Mi dapat dibumbui dengan kecap Inggris a la Jepang atau garam, atau juga dengan kecap asin, pasta miso, bubuk kari atau saus tomat. Versi daerah sering menggunakan makanan laut dan sayuran setempat atau hasil bumi lain yang khas kawasan tersebut.

Keakraban masyarakat terhadap hidangan ini, harganya yang relatif murah dan mudahnya hidangan ini dimodifikasi untuk menghasilkan rasa lain hanya dengan sedikit imajinasi adalah beberapa dari alasan mengapa yakisoba menarik pengunjung. Keingintahuan mengenai makanan pada orang Jepang merupakan latar belakang di balik berbagai variasi yakisoba ini.

 

Sata-andagi (Roti goreng dari Okinawa)

\"\"

Sata-andagi adalah hidangan manis tradisional Okinawa dan merupakan oleh-oleh yang populer.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

(Untuk membuat 8 roti)
・100 g tepung terigu
・1 sendok teh pengembang adonan (baking powder)
・1 butir telur (berat sekitar 50 g)
・50 g gula cokelat gelap (jika tak tersedia, ganti dengan gula putih dengan takaran yang sama)
・sejumput garam
・1 sendok teh minyak sayur
・minyak sayur untuk menggoreng
*pastikan menakar bahan-bahan dengan tepat.

Persiapan

Masukkan tepung ke dalam cawan lalu aduk bersama dengan 1 sendok teh pengembang adonan. Gunakan saringan logam untuk menyaring tepungnya. Gunakan sendok atau alat lainnya untuk meratakan gumpalan-gumpalan.

Masukkan telur ke cawan yang lain dan buang selaput putihnya, lalu kocok merata. Jika gula cokelat gelapnya masih dalam bentuk gumpalan, gunakan pisau untuk memecahnya dari pinggir agar menghasilkan tepung yang halus. Masukkan gula ke dalam kocokan telur. Gunakan sendok karet untuk menghaluskan gumpalan yang masih ada. Tambahkan sejumput garam lalu kemudian 1 sendok makan minyak sayur. Aduk merata.

Masukkan tepungnya. Aduk merata menggunakan sendok karet dengan gerakan memotong, hingga adonannya tidak lagi berupa tepung namun sudah menjadi adonan padat. Taburi tangan Anda dengan tepung lalu bentuk adonan menjadi bola-bola. Jika adonannya terlalu lengket, tambahkan sekitar 1 sendok makan tepung untuk membuatnya pas.

Masukkan minyak sayur ke dalam penggorengan hingga dalamnya setinggi 3 cm. Panaskan ke suhu 140ºC. Periksa panasnya dengan memasukkan secuil adonan sebesar 5 mm ke dalam minyak. Jika adonannya perlahan mengambang ke permukaan, artinya suhu minyaknya sudah pas. Taburi tangan Anda dengan tepung lalu bentuk adonan menjadi bentuk bola berdiameter sekitar 3 cm, lalu masukkan tiap bola ke dalam minyak panas. Penggorengan berdiameter sekitar 18 cm dapat memuat 8 roti. Gunakan sumpit atau jepitan untuk membalik bola-bola adonan di dalam minyak dan mencegahnya tenggelam dan lengket ke dasar penggorengan.

Jagalah minyaknya pada suhu yang tetap untuk menggoreng roti selama 7 hingga 8 menit. Tepat sebelum mengangkat roti dari penggorengan, naikkan temperatur minyak ke sekitar 160 ºC. Ini akan membuat minyaknya lebih mudah mengalir keluar dari roti.

Sata-andagi dan Okinawa

Sata-andagi adalah hidangan manis tradisional Okinawa dan merupakan oleh-oleh yang populer. Roti ini sekarang juga dibuat di luar Okinawa. Makanan ini juga telah jadi populer di Hawaii, yang mana di sana disebut sebagai ‘andagi’.

Dalam dialek Okinawa, sata berarti `gula`, anda berarti `minyak` dan agi berarti `menggoreng`. Di tempat lain, roti ini kadang disebut sebagai `donat Okinawa`.

Sata-andagi dikaitkan dengan keberuntungan. Karena rotinya digoreng perlahan dengan suhu relatif rendah, maka permukaan rotinya menjadi keras dan timbul retakan. Retakannya dikatakan menyerupai senyum atau membuat rotinya nampak seperti bunga yang mekar. Rotinya sering dibuat untuk acara perkawinan atau berbagai perayaan lain di Okinawa.

Okinawa punya berbagai macam hidangan manis. Penganan rasa manis yang dibuat menggunakan gula cokelat gelap seperti Sata-andagi sudah umum ditemui. Iklim sub-tropis Okinawa mendorong terciptanya kue yang tahan lama dan terbentuknya budaya kue sendiri.

 

Jingisukan (Genghis Khan) - daging domba panggang a la Jepang

\"\"

Hidangan ini mendapat namanya dari penguasa abad ke-13 Genghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongolia yang membentang sepanjang Eurasia.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

・irisan tipis daging domba 400g
・1 bawang bombai (200 g)
・2 paprika hijau
・1/4 kubis (200 g)
・1/8 labu (200 g)
・Minyak sayur

(Saus)
・1/4 apel (50 g)
・1/4 bawang bombai (50 g)
・1 siung bawang putih
・1 ruas jahe (15 g)
・4 sendok makan kecap asin
・1 sendok makan gula
・2 sendok makan jus jeruk

Persiapan

Siapkan sausnya. Pertama kupas dan buang bagian tengah apel lalu parut di atas cawan. Kupas dan parut juga bawang bombai, bawang putih dan jahe. Kemudian masukkan kecap manis, gula dan jus jeruk.

Siapkan sayurannya. Kupas bawang bombai lalu potong memanjang menjadi 2 bagian, buang bagian inti hijaunya jika ada, lalu iris secara memanjang menjadi potongan selebar sekitar 1 cm. Potong juga paprika hijau secara memanjang menjadi 2 bagian, buang biji-biji dan batang dalamnya, lalu potong menjadi potongan-potongan selebar 2 cm. Iris kubis menjadi potongan-potongan selebar 4 cm. Buang biji-biji labu dan potong labunya menjadi irisan tipis setebal sekitar 5 mm.

Letakkan irisan daging domba dalam nampan dan lumuri kedua sisi daging dengan 4 sendok makan saus.

Panaskan panci pengorengan. Berikan sedikit minyak. Goreng daging dan sayuran dalam beberapa giliran. Letakkan sebagian daging domba di tengah penggorengan. Goreng dengan api sedang. Begitu daging sudah berwarna kecoklatan, balik dan susun sayuran mengelilingi daging supaya menyerap sarinya. Begitu daging dan sayurannya matang, pindahkan ke piring. Gunakan sausnya sebagai saus celupan.

Asal-muasal hidangan Jingisukan

Hidangan ini mendapat namanya dari penguasa abad ke-13 Genghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongolia yang membentang sepanjang Eurasia.  

Hidangan daging kambing atau domba panggang ini diciptakan di Jepang sekitar 100 tahun yang lalu. Hingga saat itu tidak ada daging kambing atau domba yang digunakan dalam hidangan Jepang. Saat itu, daging kambing memberikan kesan mengenai alam Mongolia dan banyaknya domba yang merumput di sana. Nama Genghis Khan saat itu sudah banyak dikenal oleh orang Jepang. Ada kemungkinan juga hidangan ini terinspirasi oleh hidangan daging kambing panggang gaya Cina yang telah dilihat para pengunjung dari Jepang di Cina timur laut. 

Di akhir abad ke-19, pemerintah Jepang menggalakkan peternakan domba sebagai sumber bahan wol. Masyarakat juga didorong untuk memakan daging kambing agar tumbuh lebih besar dan lebih kuat. Hal ini akhirnya berujung dalam hidangan yang dikenal sebagai `Genghis Khan`. Pemerintah kadang-kadang menyelenggarakan acara-acara di Tokyo dan Hokkaido agar masyarakat dapat mencicipinya. Namun masyarakat Jepang baru akrab dengan makanan ini sekitar tahun 1930an. Saat ini makanan tersebut masih populer terutama di Hokkaido di mana masih banyak peternakan domba.

Penggorengan besi cor khusus tersedia di Jepang untuk hidangan Genghis Khan. Bagian tengah penggorengannya lebih tinggi sebagai tempat dagingnya, sementara bagian sekelilingnya untuk sayuran berbentuk seperti tepi topi bundar dan dirancang untuk menadahi dan melumuri sayuran dengan sari dari daging. Banyak rumah di Hokkaido memiliki penggorengan khusus ini, yang tidak digunakan untuk hidangan lainnya. Genghis Khan mendapat tempat yang istimewa dalam hidangan Jepang. 

 

Aisu kyandee (es lilin)

\"\"

Bulan Juli dan Agustus adalah bulan-bulan terpanas di Jepang.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

Untuk membuat 3 macam rasa:
Perlu 3 baki cetakan es,  masing-masing berukuran 10 x 20 cm dan tinggi 3 cm
Untuk batangnya, gunakan sumpit kayu sekali pakai

(Es lilin Susu)
・4 sendok makan susu kental manis
・1 cangkir (200 ml) susu

(Es lilin Nanas)
・4 potong nanas kalengan (140 g)
・2 sendok makan gula
・1 cangkir (200 ml) sirup dari kalengnya (tambahkan air jika sirupnya tidak mencapai 200 ml)

(Es lilin Azuki atau kacang merah)
・200 g Azuki (kacang merah) rebus (silahkan melihat resep Zenzai yang disiarkan tanggal 7 Januari 2011 dalam laman Ayo Masak Makanan Jepang di bawah Penganan & Lainnya)
・1/2 cangkir (100 ml) air
・1 sendok makan gula

Persiapan

Campurkan susu ke dalam susu kental manis, sedikit demi sedikit, campur hingga merata. Tuangkan campuran tersebut ke dalam 1 baki cetakan es. Gunakan sumpit kayu sekali pakai sebagai batang es lilinnya. Sumpit sekali pakai dikemas berupa 2 sumpit yang menempel. Untuk membuat batang es, pisahkan 2 sumpit tersebut lalu potong menjadi 2 menjadi potongan sepanjang sekitar 10 cm. Masukkan 1 batang ke dalam tiap blok dalam baki cetakan es, pastikan ujungnya keluar agar menjadi pegangan. Masukkan baki ke dalam lemari pembeku.

Untuk membuat es lilin nanas, potong dadu kecil-kecil nanas dan bagilah merata ke tiap blok baki cetakan es. Larutkan gula ke dalam sirup dari kalengnya dan tuangkan campuran itu ke dalam baki cetakan es. Masukkan batang sumpit ke dalam tiap blok baki cetakan es dan masukkan ke dalam lemari pembeku.

Untuk membuat es lilin azuki, campurlah kacang rebus dengan gula dan air. Masukkan ke dalam baki cetakan es bersama batangnya, lalu masukkan ke dalam lemari pendingin.

Biarkan es lilin di dalam lemari pembeku selama 5-6 jam hingga keras. Untuk melepaskan es lilin dari baki cetakan, siapkan baki besar berisi air mendidih. Letakkan baki cetakan es dalam baki yang lebih besar ini selama sekitar 10 detik. Setelah baki cetakan es diangkat, diamkan selama 10 detik lagi. Angkat es lilin dengan memegang batangnya. Kembalikan es lilin ke dalam lemari pembeku hingga saat hendak disantap.

Hidangan beku pencuci mulut di Jepang

Bulan Juli dan Agustus adalah bulan-bulan terpanas di Jepang. Temperatur bisa menanjak di atas 35 derajat Celsius. Banyak orang terutama anak-anak, menyukai es, seperti es lilin dan kakigori (es serut dengan laburan sirup berbagai rasa).

Para bangsawan sekitar 1.000 tahun lalu punya pondok es yang menyediakan es di bulan-bulan musim panas. Pondok es tersebut menyimpan es alami yang didapat dari musim dingin sebelumnya. Saat itu, es ini dipandang sangat berharga. Ada rujukan-rujukan tertulis mengenai es yang dihancurkan menjadi porsi mini seperti diserut, kemudian disajikan di atas ekstrak tanaman yang manis (yang disebut sebagai amazura).  

Pencuci mulut yang beku baru tersedia luas saat teknik membuat es dari barat diperkenalkan ke Jepang pada akhir abad ke-19, sehingga memungkinkan produksi massal es. Kafe-kafe dan restoran-restoran mulai menyajikan pencuci mulut es serut menggunakan es yang berasal dari produsen es.

Es lilin dan kakigori mulai dibuat di rumah-rumah pada tahun 1970an dengan penyebaran lemari pembeku. Banyak rumah membeli peralatan penyerut es dan sirup dengan berbagai rasa untuk membuat kakigori serta juga cetakan es lilin.

 

Kushi-age (sate daging dan sayuran goreng)

\"\"

Sate Kushi-age sering kali disajikan menggunakan kecap Inggris a la Jepang, yang berbeda dengan kecap Inggris yang asli.

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

・300 g ayam (daging paha berkulit tanpa tulang)
・1 terong kecil (sekitar 80 g)
・2 jamur shiitake
・1/2 bawang bombay
・1 kentang (seberat 130 g)
・garam & lada
・tepung terigu
・1 telur
・sekitar 3 cangkir remah roti
・minyak sayur untuk memasak
・kecap Inggris a la Jepang
・tusuk sate bambu (panjang sekitar 15 cm)

Persiapan

Baringkan ayam. Buat irisan dari samping ke arah bagian yang lebih tebal, lalu potong ayamnya dengan ketebalan yang sama yaitu sekitar 1 cm. Potong-potong menjadi potongan sekali suap berukuran sekitar 3 cm. Iris terong menjadi bulatan-bulatan setebal 1 cm. Jika terongnya besar, iris bulatan-bulatan tersebut menjadi dua. Buang bagian batang jamur lalu iris kepalanya menjadi 2 bagian. Iris bawang bombay menjadi bulatan-bulatan setebal 1 cm, kemudian potong lagi bulatan-bulatan tersebut menjadi 4. Kupas kentang dan potong menjadi ukuran yang sama dengan jamur dan terong. Didihkan air, rebus kentang selama sekitar 4-5 menit. Kentangnya harus cukup padat untuk dimasukkan ke tusuk sate.

Susun semua bahan di atas talenan, dengan sayur di satu sisi dan daging di sisi lainnya. Siapkan tusuk sate dengan satu potong ayam dan beragam jenis sayuran. Pertama, masukkan 1 potong sayuran ke dalam tusukan, disusul dengan 1 potong ayam. Daging ayamnya harus ditusuk dengan tusuk satenya berkali-kali seperti menjahit. Pastikan ujung tusuk bambu tidak keluar dari daging. Begitu satenya sudah jadi, taburi dengan sedikit garam dan lada.

Kocok telur dengan baik dan tambahkan 1 sendok makan air. Masukkan dalam piring cekung. Siapkan tepung di atas nampan dan remah roti di atas nampan lainnya. Balurkan bahan-bahan dalam tepung. Pastikan terlapisi dengan baik karena ini akan mempertahankan kelembaban dan agar bahan-bahannya tidak kering dan tetap lunak. Letakkan tusuk-tusuk sate itu di tangan dan tepuk-tepuk kelebihan tepungnya.Kemudian celupkan tusuk-tusuk sate tersebut dalam kocokan telur, lagi-lagi buanglah kelebihan telur yang menetes, lalu letakkan dalam nampan yang berisi remah roti. Taburi remah roti di atas tusuk sate tersebut. Jangan tekan tepung roti ke dalam bahan karena kita ingin lapisan yang tipis saja.

Ambil panci kecil dan masukkan cukup minyak agar kedalamannya 5 cm. Panaskan minyak hingga 160ºC. Masukkan bahan-bahan yang sudah disate ke dalam minyak dan goreng selama 3-4 menit. Goreng tusuk-tusuk sate dalam beberapa bagian supaya tidak memenuhi penggorengan. Paling tidak setengah bagian permukaan minyak harus terbuka. Jaga suhu minyak pada 160ºC. Namun hati-hati agar tidak membuat pancinya terlalu panas dan membuat minyak terciprat dan mengakibatkan kebakaran. Jangan gerakkan tusuk sate dalam 1 menit pertama karena bisa membuat lapisan tepung rotinya lepas. Setelah 1 menit, balik dan goreng sisi sebaliknya.Angkat tusuk sate menggunakan jepitan. Tiriskan kelebihan minyak di atas penggorengan. Sajikan tusuk sate panas-panas dengan kecap Inggris a la Jepang atau dengan perasan lemon dan sedikit garam.

Kecap Inggris a la Jepang

Sate Kushi-age sering kali disajikan menggunakan kecap Inggris a la Jepang, yang berbeda dengan kecap Inggris yang asli.

Kecap Inggris pertama kali dibuat dan dipasarkan di kota Worcester, Inggris pada pertengahan abad ke-19. Rasanya pedas dan sering digunakan untuk memasak. Sementara yang a la Jepang rasanya manis, disesuaikan dengan selera Jepang. Versi Jepang ini biasanya digunakan untuk membumbui hidangan yang sudah jadi atau sebagai bumbu meja. 

Jika kecap Inggris a la Jepang tidak tersedia, buatlah sendiri sesuai resep berikut dari Watanabe sensei.

Bahan-bahan:
・1/2 kaleng tomat utuh (berat bersih sekitar 200 g)
・1/2 bawang bombay (sekitar 100 g)
・1/2 apel (sekitar 100 g)
・1 wortel kecil (sekitar 100 g)
・1 ruas jahe (ukuran sekitar 2-3 cm, berat sekitar 10 g)
・1 siung bawang putih

Bumbu:
・1 daun salam
・1/8 sendok teh kayu manis
・1/8 sendok teh bubuk cabe
・1/4 sendok teh pala
・1/4 sendok teh lada
・1-2/3 sendok makan garam (sekitar 25 g)
・100 ml cuka
・5 sendok makan kecap asin (sekitar 75 ml)
・100 g gula

Kupas semua bahan kecuali tomatnya. Lalu potong-potong semuanya menjadi ukuran 2 cm. Masukkan bahan-bahan ke dalam panci dengan 4 cangkir (800 ml) air. Didihkan, lalu kecilkan apinya dan rebus selama sekitar 1 jam. Masukkan campuran ini ke dalam blender untuk menghaluskannya. Kembalikan ke dalam panci dan masukkan semua bumbu kecuali gula. Masukkan hanya setengah gula (50 g) ke dalam panci. Sisa 50 g gula harus dibuat karamel di panci lain sebelum dimasukkan ke dalam kecap. Rebus dengan api kecil selama 10 menit.

Bersambung ke bagian 7

 (Resep Masakan Jepang Akiko Watanabe/www3.nhk.or.jp/Gloopic.net/Jala).

Tags: