IMG-LOGO
Home Penerbangan Sekilas Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap
Penerbangan

Sekilas Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap

- 2018-08-12
IMG

\"\"

Lapangan Terbang Tunggul Wulung Cilacap dibangun oleh Pertamina pada tahun 1974 dan selesai pada tahun 1977. Lapangan Terbang baru digunakan atau secara resmi beroperasi pada tanggal 19 September 1977.

Nama Lapangan Terbang Tunggul Wulung diambil dari nama Senopati Kerajaan Majapahit yang bernama Senopati Tunggul Wulung yang makamnya terletak dekat dengan lapangan terbang yaitu sebelah barat laut landasan pacu 13 (R/W 13) yang berjarak sekitar ± 1500 meter, di desa Tritih Wetan pada koordinat 109.02’”04.76” BT dan 07.38’.39.51” LS, dengan memiliki fasilitas landasan panjang 660 meter dan lebar 23 meter, Apron dengan dimensi panjang 63,75 meter dan lebar 54,75 meter pada awal pengoperasiannya sehingga memenuhi persyaratan minimum operasi penerbangan yang dapat digolongkan sebagai landasan dengan kelas “E “.

Lapangan terbang Tunggul Wulung Cilacap dibangun oleh Pertamina digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilitas peralatan dan personil dalam rangka proyek pembangunan kilang minyak di Kabupaten Cilacap. Latar belakang lain yang mendorong dikembangkannya lapangan terbang Tunggul Wulung Cilacap adalah dalam rangka mengantisipasi booming/ledakan permintaan jasa angkutan transportasi udara sebagai akibat kebijakan Pemerintah Daerah Tingkat II Cilacap untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan menarik investor untuk menanamkan modalnya di daerah Cilacap. Demikian juga dengan adanya Lapangan terbang Tunggul Wulung yang dinilai sangat strategis posisinya karena akan mempercepat pembinaan territorial dan program – program pemerintah pusat ke wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian selatan khususnya di 5 (lima) kabupaten yaitu Kab. Banyumas, Kab. Cilacap, Kab. Purbalingga, Kab. Banjarnegara dan Kab. Kebumen.

Pengelolaan Lapangan terbang Tunggul Wulung berdasarkan Surat Menteri Perhubungan No. 917/DR/DU/1978 tanggal 19 Agustus 1978 sepenuhnya ditangani olh Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap dan kepada Pertamina diberikan hak untuk memungut semua biaya terkait termasuk airport charge, landing fee, passanger service charge dan lain sebagainya yang jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan.

Adapun pengaturan lalu lintas udara dari dan ke Lapangan terbang Tunggul Wulung dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, sehingga ijin pendaratan dan sebagainya diselesaikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan yang selanjutnya mengadakan koordinasi dengan Pertamina Unit Pengolahan IV di Cilacap.

Pengoperasian lapangan terbang Tunggul Wulung dibuka dari jam 00.00 sampai dengan 07.30 UTC ( jam 07.00 sampai dengan 14.30 WIB ) sesuai dengan kelas lapangan terbang kelas “E “, jenis pesawat yang dapat mendarat di lapangan terbang Tunggul Wulung adalah pesawat kecil sejenis Skyvan, Cassa dan Twin Otter. Disamping runway untuk pesawat Fix Wing, di lapangan terbang Tunggul Wulung dilengkapi pula dengan Helipad sebanyak 2 (dua) buah yang terdiri dari 1 (satu) buah sebagai cadangan.

Selain untuk kepentingan Pertamina, berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/575/IX/1978 tanggal 22 September 1978, lapangan terbang Tunggul Wulung dapat digunakan untuk kepentingan umum, karena telah memenuhi persyaratan sebagai landasan/lapangan terbang kelas “E”

Adanya perkembangan jumlah penumpang pada tahun 1981 berdampak positif dan mulai menunjukkan peningkatan sehingga PT. Merpati Nusantara Air Lines membuka jalur penerbangan pulang pergi dari Jakarta ke Cilacap via Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dengan pesawat jenis Twin Otter dan Cassa 212 yang berakibat meningkatnya eksistensi Lapangan Terbang Tunggul Wulung Cilacap.

Dengan penetapan Menteri Perhubungan No. 68/HK.207/PERH-83 tanggal 19 September 1983, lapangan terbang Tunggul Wulung ditetapkan menjadi Bandar Udara kelas V dan secara operasional dapat ddidarati oleh pesawat Dash-7 dan Cassa 212, yang pada saat itu telah diterbangi oleh PT. Pelita Air Service dan Helikopter Puma yang kebanyakan merupakan charter flight dari Pertamina. Seiring dengan berjalannya waktu, nama lapangan terbang berubah menjadi Bandar Udara.

Melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. 574/KAP/IV/89 tanggal 16 April 1989, menjadi tonggak sejarah bahwa Bandar Udara Tunggul Wulung diserahterimakan dan secara resmi pengoperasiannya dilaksanakan oleh Departemen Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan sejak tahun 2002 Bandar Udara Tunggul Wulung ditetapkan menjadi Bandar Udara kelas IV sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.68 Tahun 2002 tanggal 2 Oktober 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Bandar Udara.

Melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Klasifikasi Organisasi Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara, Bandar Udara Tunggul Wulung ditetapkan menjadi Bandar Udara kelas III.

Bandar Udara Tunggul Wulung mulai aktif kembali diterbangi secara berjadwal pada bulan Agustus 2009 oleh maskapai penerbangan PT. ASI Puji Astuti yang secara regular menerbangi rute Jakarta (Halim Perdana Kusuma) – Tunggul Wulung Cilacap dan beberapa maskapai yang singgah secara non schedule.

Pada tahun 2012 Bandar Udara Tunggul Wulung ditetapkan sebagai salah satu pusat sekolah pelatihan terbang / flying school untuk memenuhi kebutuhan jumlah penerbang yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna jasa ransportasi udara. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) dan Deraya Flying School mengawali membuka sekolah pelatihan terbang pada tahun 2012 yang diikuti oleh sekolah pelatihan terbng / flying school yang lain seperti Alfa Flying School, Genesha Flying School serta Mitra Aviasi Perkasa.

Seiring itu peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa transportasi udara terus diupayakan melalui pembangunan atau penyediaan sarana prasarana, yang pada intinya dapat mendukung mewujudkan tugas pokok Bandar udara yakni melaksanakan koordinasi, fasilitasi, pengawasan dan pengendalian serta pelayanan jasa kebandarudaraan untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kelancaran penerbangan serta ketertiban di Bandar Udara.

(Sekilas Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap/Denny Aryanto/Gloopic.net/Jala).

Tags: