IMG-LOGO
Home Penerbangan Airfield Lighting System
Penerbangan

Airfield Lighting System

- 2020-01-06
IMG

OLEH : Widjaja Lagha

A. PENDAHULUAN

(Jakarta, Gloopic) Berikut ini disajikan pokok-pokok informasi tentang Airfield Lighting System dengan maksud agar lebih dipahami manfaat serta kegunaannya.

Maksud utama daripada Airfield Lighting System adalah menyediakan fasilitas rambu (beacon) serta isyarat-isyarat, yang menyampaikan informasi-informasi secara visual kepada penerbang, terutama sekali pada waktu hendak mendarat (landing) dan tinggal landas (take off).

Perlu diutarakan bahwa Airfield Lighting System tidaklah diperlukan pada malam hari saja, namun juga pada siang hari pada waktu cuaca buruk dan setiap waktu atas permintaan penerbang.

Karena penerbangan itu menyangkut dunia internasional maka standarisasi dari Airfield Lighting System itu merupakan syarat yang penting.

Standarisasi sistem tersebut ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dan wajib dipatuhi oleh semua negara anggotanya.

Jadi, Airfield Lighting System tidaklah hanya sekedar memberikan penerangan (illumination) untuk sesuatu daerah atau objek tertentu dilingkungan Bandar Udara, meskipun fungsi-fungsi itu termasuk juga dalam Airfield Lighting, misalnya Flood light untuk Apron, penerangan tempat-tempat turun naik penumpang ke pesawat udara dan tempat-tempat bongkar muat barang, penerangan jalan kendaraan bermotor, antar jemput penumpang dari gedung terminal ke pesawat udara, dan lain sebagainya.

Pokok-pokok informasi tentang Airfield Lighting System berikut hanyalah yang berkaitan dengan maksud utamanya yaitu sebagai Visual Aids, dalam fungsinya sebagai alat bantu visual bagi penerbang yang akan melakukan pendaratan (landing) atau tinggal landas (Take off).

B. ALAT-ALAT UTAMA DARI SISTEM VISUAL AIDS

  1. Hazard Beacon

Memancarkan cahaya merah secara on-off atau flashing. Dipasang di tempat-tempat yang karena ketinggiannya merupakan potensi bahaya atau hazard, misalnya gunung-gunung di sekitar jalur landing dan take off pesawat.

  1. Obstruction Light

Memancarkan cahaya merah secara kontinyu. Dipasang pada bagian atas dari gedung-gedung bertingkat dan bangunan-bangunan tinggi lainnya yang terletak di sekitar Bandar Udara dan dalam lingkungan daerah operasi penerbangan.

  1. Rotating Beacon

Memancarkan cahaya berputar berwarna hijau dan putih silih berganti. Pada umumnya dipasang di atas atap menara lalu lintas udara (Control Tower). Memberi petunjuk kepada penerbang yang akan mendarat mengenai letak atau lokasi Bandar Udara yang akan didaratinya.

  1. Approach Lighting

Memancarkan cahaya putih secara kontinyu dan dapat di-dim dari control tower menurut permintaan penerbang melalui radio. Dipasang pada perpanjangan landasan sepanjang 600 – 900 meter menurut konfigurasi yang telah ditetapkan oleh ICAO. Pada sumbu konfigurasi Approach Lighting yang juga merupakan perpanjangan dari sumbu landasan, menurut kebutuhan dipasang Approach Flashers yang memancarkan warna putih. Informasi-informasi yang disediakan oleh Approach Lighting System bagi penerbang adalah :

      1. Directional Information

          Agar penerbang dapat mendaratkan pesawatnya sedapat mungkin pada sumbu landasan.

      2. Horizontal Plane Information

          Memberikan roll guidance kepada penerbang agar penerbang dapat mendaratkan pesawatnya dalam posisi se-horizontal                    mungkin.

      3. Distance to Threshold Information

Agar penerbang tidak mendaratkan pesawatnya sebelumn threshold atau jumlah sesudah threshold atau amabng landasan. Dengan kata lain mencegah penerbang baik pendaratan undershoot maupun  pendarata overshoot.

5.   Precision Approach Path Indicator (PAPI)

Memancarkan cahaya dua merah dan dua putih secara kontinyu dan dapat di-dim menurut permintaan penerbang. Dipasang di sisi luar landasan sebelah kiri dan kanannya pada bagian ujung dari landasan itu.

Informasi yang diberikan oleh PAPI kepada penerbang adalah glide slope dari pesawat yang akan mendarat. Jika pada saat pesawat akan medarat, penerbang hanya melihat PAPI berwarna merah secara keseluruhan, maka glide slope pesawat yang akan mendarat terlalu rendah. Sebaliknya apabila penerbang melihat PAPI berwarna putih secara keseluruhan, maka glide slope pesawat yang akan mendarat terlalu tinggi. Jadi penerbang harus berusaha untuk mengendalikan pesawatnya agar selalu melihat PAPI berwarna dua merah dan dua putih, yang menjadikan glide slope dalam posisi yang tepat dan dapat mendarat pada Touch Down Zone.

6.   Runway End Identification Lights

Memancarkan cahaya putih secara flashing. Dipasang di luar landasan di sebelah kanan dan kiri pada perpanjangan garis threshold atau ambang landasan. REIL dipasang pada ambang landasan yang tidak dilengkapi dengan Aprroach Lighting System, sebagai kelengkapan dari Threshold Lights.

7.   Threshold Lights

Memancarkan cahaya hijau secara kontinyu jika dilihat oleh penerbang yang akan melakukan landing dan memancarkan cahaya merah jika dilihat oleh penerbang yang akan melakukan take off. Dipasang pada garis threshold dan memberi informasi pada penerbang bahwa pada garis runway telah berakhir. Untuk ujung runway yang tidak dilengkapi dengan Approach Lighting, garis threshold selain ditandai oleh threshold lights masih juga dikonfirmasi oleh REIL.

8.   Runway Lights

Memancarkan cahaya putih secara kontinyu dan dapat di-dim menurut permintaan. Dipasang pada jarak-jarak tertentu di kiri-kanan dan sepanjang runway. Memberikan tuntutan kepada penerbang pada tahap-tahap terakhir dari approach, touch down dan roll-out serta pada saat penerbang melakukan take-off.

9.   Taxiway Lights

Memancarkan cahaya biru secara kontinyu dan umumnya tidak dapat di-dim karena kegunaannya hanya pada waktu pesawat telah atau masih meluncur didaratan. Dipasang pada jarak-jarak tertentu dikiri-kanan taxiway dan sepanjang taxiway itu. Memberikan panduan kepada penerbang untuk mengemudikan pesawatnya dari runway ke apron dan sebaliknya.

10.    Signals

Diantaranya yang terutama adalah :

a.    Illuminated Landing Tee

Berbentuk huruf T terbaring dan memberi informasi kepada penerbang secara visual dari arah mana pesawat harus didaratkan. Arah landing Tee tersebut dapat diputar dari control tower.

b.    Illuminated Wind Cone

Merupakan kantong angin yang dapat berputar menurut arahnya angin di darat (ground wind). 

c.    Sirene Warning System

Sirene, yang dibunyikan dari control tower guna memberi peringatan bagi mereka yang ada di landasan bahwa akan ada pesawat yang mendarat, atau take off.

11.    Lain-lain

Semua peralatan Visual Aids dioperasikan dan dicontrol secara remote dari Control Tower. Untuk perbaikan dan pemeliharaan, operasi dan control dapat juga dilakukan secara local dari substation. Dihampir semua Bandar Udara yang dilengkapi dengan instalasi Visual Aids, aliran listrik utama (Main Power Supply) didapat dari PLN, namun Bandar Udara juga menyediakan automatic emergency power supply (Generating Set) yang harus mampu mengambil alih beban secara segera, jika aliran utama dari PLN terputus.

(Airfield Lighting System/Widjaja Lagha/Gloopic.net).

Tags: