IMG-LOGO
Home Penerbangan Komunikasi Penerbangan
Penerbangan

Komunikasi Penerbangan

- 2020-01-06
IMG

Komunikasi Penerbangan

Oleh : M. Faidi

(Jakarta, Gloopic) AFS (AERONAUTICAL FIXED SERVICE)

Komunikasi radio penerbangan tetap atau Aeronautical Fixed Service (AFS) adalalah hubungan komunikasi antara tempat‐tempat yang tetap dan tertentu (point to point), terutama disediakan untuk keselamatan lalu lintas penerbangan dan terselenggaranya penerbangan secara teratur, efisien dan ekonomis.

Hubungan point to point ini diperlukan oleh unit‐unit keselamatan penerbangan meliputi :

Inter‐area communication; yaitu hubungan antara pusat‐pusat pengawasan lalu lintas penerbangan ACC/FIC/FSS dengan ACC/FIC/FSS yang berbatasan.

Intra‐area communication; yaitu hubungan antara ACC/FIC/FSS dengan unit APP/ADC/AFIS yang berada dalam daerahnya.

Dalam hubungan ini juga termasuk keperluan berita dari/antara kantor‐kontor Meteo, Notam, RCC dan dalam batas=batas tertentu antara kantor perusahaan penerbangan.

Jenis dan Sistem Komunikasi AFS :

  1. Printed Communication; yaitu berita penerbangan yang dipertukarkan dalam bentuk berita tertulis yang dicetak. Jenis ini dipergunakan pada komunikasi AFTN (Aeronautical Fixed Telecommunication Network).
  2. Speech (voice) Communication; yaitu pertukaran berita dilakukan secara langsung khusus untuk pertukaran informasi dan kordinasi dalam pengawasan lalu lintas penerbangan. Dipergunakan untuk keperluan unit‐unit ATS (Air Traffic Services) direct speech serta fix voice communication coordination.

Sistem komunikasi/hubungan yang digunakan untuk keperluan penyaluran printed communication dapat berupa radio teletype (RTT) atau telephony (RTF).

 

Fasilitas atau Peralatan AFS :

  1. AFTN (Aeronautical Fixed Telecommunication Network).
  2. ATN (Aeronautical Telecommunication Network) Ground to Ground. Yaitu Jaringan global yang menyediakan komunikasi digital untuk sistem automasi yang mencakup Air Traffic Service Communication (ATSC), Aeronautical Operational Control (AOC), Aeronautical Administrative Communication (AAC) dan Aeronautical Passenger Communication (APC).
  3. AMSC (Automatic Message Switching Centre). Yaitu Sarana komunikasi teleprinter antar unit‐unit ATS (point to point) dengan memakai sistem transmisi satelit (VSAT), dimana berfungsi sebagai pengontrol berita.
  4. VSCS (Voice Switching & Control System).
  5. AMHS (Aeronautical Message Handling System). Yaitu sistem di dalam ATN yang digunakan untuk menggantikan AFTN (suatu struktur jaringan hubungan komunikasi seluruh dunia yang ditetapkan berdasarkan ketentuan ICAO (Annex 10, Volume II), dimana berita secara tertulis (printed) disimpan dan disalurkan dengan menggunakan prosedur yang berorientasi pada karakter) dalam melakukan pertukaran berita‐berita penerbangan.
  6. HF (High Frequency) yaitu saluran radio gelombang pendek pada pita frekwensi 2‐28 MHz, dengan emisi SSB (single Side Band).

Daya pemancar HF yang dipergunakan umumnya 1‐3 KW yang berada pada stasiun di darat.

Setiap stasiun pemancar dan penerima di darat dihubungkan ke pusat komunikasi/ operasi dengan perantara kabel atau radio link.

Dari pusat komunikasi para operator mengirim dan menerima berita melalui peralatan teletype atau RTF console.

Pada stasiun yang kecil dipergunakan pesawat transceiver untuk mengirim dan menerima berita.

Peralatan HF digunakan untuk melakukan pertukaran berita penerbangan melalui suara (untuk koordinasi antar unit‐unit ATS / Air Traffic Services).

  1. VSAT (Very Small Aparture Terminal). Yaitu Fasilitas transmisi dimana pemancar dan penerimanya pada frekuensi yang berbeda sehingga komunikasi dapat berlangsung secara full duplex dengan menggunakan media satelit.
  2. PABX (Private Automatic Branch Exchange).
  3. PSTN (Public Sevice Telecommunication Network).
  4. ATIS (Automatic Terminal Information Service).
  5. Voice Recorder.
  6. HF Data Link. Yaitu Untuk komunikasi darat ‐ udara, digunakan di daerah oceanic dan ruang udara dengan lalu lintas sedikit. Kombinasi penggunaan HF Data Link dengan AMSC akan meningkatkan availabilitas (karena dual redundant).
  7. Radio Link. Yaitu Suatu pemancar dan penerima dengan frekuensi yang berbeda sehingga komunikasi dapat berlangsung secara full duplex. Dalam system Transmisi dengan Radio Link, data awal dirubah oleh suatu interface / modem kemudian dimodulasikan ke pemancar dan oleh penerima diproses sebaliknya.

Alat ini berfungsi sebagai media perantara atara 2 (dua) atau lebih peralatan utama komunikasi penerbangan.(gloopic.net)

AMS (AERONAUTICAL MOBILE SERVICE)

Komunikasi radio penerbangan bergerak atau Aeronautical Mobile Service (AMS) adalah hubungan atau komunikasi radio timbal‐balik antara pengawas lalu lintas penerbangan yakni ACC/APP/ADC/AFIS/FIC/FSS dengan pesawat terbang dalam rangka pertukaran berita untuk keperluan pengendalian operasi lalu lintas penerbangan secara aman, lancar dan teratur.

Penyediaan fasilitas AMS bertujuan melayani kepentingan lalu lintas penerbangan, dalam perencanaan dan implementasi disesuaikan dengan system dan menejemen pola pengendalian operasi lalu lintas penerbangan dengan mengikuti rekomendasi ICAO dan kebijakan perjanjian regional.

Jenis Media/ Sistem Komunikasi AMS:

  1. Menggunakan jenis radio frekwensi sangat tinggi atau Very High Frequency (VHF) pada pita frekwensi anatara 118‐136 MHz. Yaitu untuk keperluan pengendalian lalu lintas penerbangan yang bersifat pengawasan (control), seperti dari unit ACC, APP dan ADC serta untuk yang bersifat informasi untuk AFIS misalnya.
  2. Jenis radio frekwensi tinggi atau gelombang pendek atau High Frequency (HF) yang beropersi pada pita frekwensi 2‐22MHz.
  3. Radio telephony (RTF) yaitu dipergunakan untuk hubungan pertukaran berita antara

Fasilitas atau Peralatan AMS:

VHF A/G‐G/A (Very High Frequency Air to Ground and Ground to Air). Yaitu

  1. VHF A/G (AFIS, ADC, APP)

Peralatan tranceiver (pemancar dan penerima) yang digunakan untuk komunikasi antara pilot (pesawat udara) dengan pemandu lalu lintas udara (unit ATS) dalam bentuk suara yang bekerja pada frekuensi VHF.

  1. VHF ‐ ER (ACC).

Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan ACC yang mempunyai wilayah tanggung jawab yang sangat luas, maka dibeberapa tempat dipasang peralatan VHF‐ Extended Range (VHF‐ER). Pemancar penerima serta tiang antenna VHF yang sangat tinggi ditempatkan di daerah pegunungan atau di daerah dataran tinggi. Selanjutnya dibangun stasiun radio untuk penempatan peralatan dimaksud, sehingga dapat menjangkau daerah yang sangat luas sesuai kebutuhan.

VHF –ER (Very High Frequency Extended Range).

VHF Data Link. Atau disebut VDL, menggunakan protokol Bit Oriented dan memakai model referensi OSI (Open Systems Interconnection), dirancang sebagai subnetwork dari ATN untuk komunikasi digital aeronautika guna kebutuhan Air Traffic Service / ATS dan Airline Operation Centre / AOC.

ATN (Aeronautical Telicommunication Network). Adalah jaringan global yang menyediakan komunikasi digital untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi yang bertambah dari pelayanan komunikasi air traffic, kontrol operasi penerbangan dan komunikasi adminitrasi penerbangan.

HF SSB (High Frequency Single Side Band) A/G. Peralatan tranceiver (pemancar dan penerima) yang digunakan untuk komunikasi antara pilot (pesawat udara) dengan unit – unit ATS (FSS, FIC) dalam bentuk suara yang bekerja pada frekuensi HF. Ditujukan untuk melayani suatu daerah tertentu yang dibagi atas 2 ( dua ) wilayah, yaitu :

  1. RDARA ( Regional and Domestic Air Route Area ), untuk pelayanan penerbangan domestik, dengan menggunakan pemancar sebesar 1 KW atau lebih kecil.
  2. MWARA ( Major World Air Route Area ), untuk pelayanan penerbangan International, dengan menggunakan pemancar sebesar 3 – 5 KW.

Bagi setiap stasiun ditentukan suatu kelompok frekwensi agar komunikasi dapat dilakukan setiap saat dengan pesawat terbang dimana saja dalam wilayah tanggung jawabnya.

ATIS (Automatic Terminal Information Service). Yaitu Fasilitas di bandara – bandara yang broadcast (secara terus – menerus menyiarkan) informasi – informasi penting seperti cuaca, R/W in use & terminal area. Rekaman informasi yang dibroadcast secara terus menerus (30 menit sekali di upgrade) ini membantu untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban kerja ATC dengan repetitive transmisi untuk informasi penting secara rutin.

VSCS (Voice Switching & Control System). Yaitu Mengorganisir semua komunikasi yang berhubungan dengan tugas ATC menggunakan tombol simulasi pada layar sentuh.

Voice Recorder. Yaitu Perangkat perekam analog atau digital yang dihubungkan dengan seluruh perangkat komunikasi yang ada, sehingga proses pengendalian penerbangan yang dilaksanakan oleh petugas LLU selalu ada bukti jika suatu saat diperlukan.

Radio Link.

Mode S. Yaitu Format Mode S tersedia 24 bit untuk menyatakan alamat dari pemakai. Berarti dengan kombinasi 24 bit tersebut dapat melayani 16.777.216 pemakai. Sehingga diharapkan dapat memberikan system surveillance untuk terminal area dan ruang udara kontinental yang sangat padat.

11. Console Desk.

Pada dasarnya jenis faslitas atau peralatan AMS yang digunakan untuk ACC (Area Control Centre), APP (Approach Control), ADC (Aerodrome Control), AFIS (Aeronautical Flight Information Service) adalah VHF dan dibedakan hanya pada besarnya daya pancar (15‐100 Watt) sesuai daerah cakupan wilayah tanggung jawab pusat pengawasan (control) pengendali lalu lintas penerbangan, sedangkan untuk Unetended dapat menggunakan HF SSB atau VHF dengan daya kecil.

Untuk memenuhi kebutuhan ACC yang wilayahnya sangat luas dibeberapa tempat dipasang VHF Extended Range beserta dengan Radio Link sebagai repeater, sebagian APP jika pada daerah tersebut jangkauannya terhalang gunung (pada daerah pegunungan).

TABEL LOKASI & FREKWENSI RDARA‐MWARA

LOKASI

RDARA

MWARA

POLONIA

3416;5631;6595;8957;11309;11366 KHz

3470;6556;11285;13318;17907 KHz

PALEMBANG

3416;5631;6595;11309;11366 MHz

SOEKARNO‐HATTA

3416;5631;6595;8957;11309;11366 KHz

3470;6556;10066;11396;13318;17900 MHz

DENPASAR

3416;5574;6577;8882;9002;11309 KHz

3470;6556;11396 KHz

KUPANG

3416;5574;6577;8882;9002;11309 KHz

BANJARMASIN

3416;5574;6577;8882;9002;11309 KHz

BALIKPAPAN

3416;5574;6577;8882;11309 KHz

MANADO

8918;8882;5550;9055;11309;11396 KHz

MAKASSAR

2956;5550\'6554;8918;9002;11309 KHz

3470;6554;11396 KHz

AMBON

2956;5550;6554;8918;9002;11309 KHz

BIAK

2956;5550;6554;8918;9002;11309 KHz

SENTANI

2956;5550;6631;8834;11309;11366 kHz

MERAUKE

5416;5574;6577;8882;9002;11309 KHz

TABEL KELENGKAPAN TOWER SET

CNS FACILITY & SERVICE OPERATION (FUNCTION) TABLE

DAFTAR-SINGKATAN & KEPANJANGAN-ISTILAH-DEFINISI

No.

SINGKATAN/ ISTILAH

KEPANJANGAN

DEFINISI/DISKRIPSI

Ket

1

ACC

Area Control Centre

Area Control Centre merupakan pusat pengendali lalu lintas udara badi controlled flight yang beroperasi di dalam daerah tanggung jawab ACC tersebut.

Lht gb ACC

2

ADC

Aerodrome Control

Aerodrome Control Merupakan unit yang memberikan pelayanan pengendalian lalu lintas udara di bandara dan di ruang udara sekitarnya.

Lht gb ADC

3

APP

Approach Control

Control Flight untuk Lalu Lintas Udara pada area Take off, Landing & sekitar Bandara.

Lht gb APP

4

AFTN

Aeronautical Fixed Telecommunication Network

Komunikasi jaringan antar stasiun di darat (analog & digital)

5

ATN

Aeronautical Communication Network

Jaringan global yang menyediakan komunikasi digital untuk sistem automasi yang mencakup Air Traffic Service Communication (ATSC), Aero nautical Operational Control (AOC), Aeronautical Administrative Communication (AAC) dan Aeronautical Passenger Communication (APC)

6

RDARA

Regional & Domectic Air Route Area

Hubungan komunikasi AMS dengan kelompok pasangan frekwensi HF pada ruang udara route domestik

7

MWARA

Major Word Air Route Area

Sama dengan RDARA namun untuk route penerbangan Internasiomal, umumnya mempunyai pola LLU serupa & secara geografis saling berkaitan

8

AMSC

Automatic Message Switching Centre

Sarana komunikasi teleprinter antar unit-unit ATS (point to point) dengan memakai sistem transmisi satelit (VSAT), dimana berfungsi sebagai pengontrol berita.

9

AMHS

Aeronautical Message Handling System

Sistem di dalam ATN, digunakan meng gantikan AFTN (suatu struktur jaringan hubungan komunikasi seluruh dunia yang ditetapkan berdasarkan ketentuan ICAO (Annex 10, Volume II), dimana berita secara tertulis (printed) disimpan dan disalurkan dengan menggunakan prosedur yang berorientasi pada karakter) dalam melakukan pertukaran berita-berita penerbangan.

10

VSCS

Voice Switching & Control System

11

VSAT

Very Small Apature Terminal

Link yg menggunakan satelit untuk data fasilitas navigasi antar stasiun

12

PSTN

Public Service Tele communication Network

13

ATIS

Automatic Terminal Information Service

Fasilitas yg berada di Bandara utama, yg me nyampaikan informasi penting dengan broad cast secara kontinyu ke pesawat yg akan berangkat & tiba.

14

ASMGCS

Air craft Surface Movement Ground Control System

15

AFS

Aeronautical Fixed Service (jenis komunikasi Printed & Speech/voice)

Komunikasi Radio Dinas Tetap antar stasiun penerbangan (hubungan antara tempat yg tetap atau point to point inter & intra area komunikasi)

16

AMS

Aeronautical Mobile Service (jenis radio HF, dan atau VHF)

Komunikasi Radio Dinas Bergerak untuk lalu lintas penerbangan (hubungan komunikasi radio timbal-balik antar unit ATC dengan pesawat)

17

Homing/ Terminal

Stasiun penunjuk arah suatu Bandara untuk rambu penerbangan.

18

Approach

Pendekatan Landing

Proses pesawat yg menuju suatu Bandara, sebelum melakukan pendaratan, baik instrumen maupun non instumen, ada proses inisial (awal)dan final (akhir)

19

Holding

Prosedur Antrian approach dan landing

Titik atau daerah Fix pada di atas Bandara dimana pesawat berputar untuk mendarat menunggu giliran antrian (Radar, VOR,NDB)

20

En-route

Airways

Check point pada jalur penerbangan (upper di atas 24500 feet, Lower dibawah 24500 feet

21

Point to Point

Komunikasi antar endpoint

22

PSR

Primary Surveillance RADAR

PSR adalah Radar pasif yaitu beroperasi secara independen menuju target untuk pengembalian radar, tidak ada tindakan dari pesawat

23

SSR/MSSR

Secondary Surveillance RADAR/Monopulse

Surveillance Radar sekunder (SSR), adalaha Radar aktif, bergantung pada sebuah peralatan di pesawat yang dikenal sebagai\'transponder, transponder adalah penerima & pemancar radio di pesawat yang beroperasi pada frekwensi radar, merespon interogasi oleh stasiun radar di bumi untuk mengirimkan sinyal kode jawaban

24

RADAR

Radio Detection & Ranging

Radio Detection & Ranging merupakan Fasilitas elektronika yang berfungsi sebagai sarana pemantauan dan pengedalian lalu lintas udara.

25

ATC

Air Traffic Control

Air Traffic Control merupakan suatu kendali dalam pengaturan lalu lintas udara. Tugasnya adalah untuk mengatur lalu lalang serta kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat terbang yang akan lepas landas (take off), terbang di udara, maupun yang akan mendarat (landing). ATC juga berfungsi untuk memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi bandara yang dituju.

26

AFIS

Aerodrome Fixed Information service

Aerodrome Fixed Information Service Merupakan pelayanan pemberian informasi kepada pesawat yang akan berangkat atau datang di bandara. Informasi tersebut meliputi keadaan cuaca, keadaan fasilitas navigasi, keadaan bandara itu sendiri, ada tidaknya pesawat lain yang beroperasi di bandara dan yang mungkin membahayakan pesawat yang akan berangkat atau datang tersebut, serta informasi lainnya yang berkaitan.

26

FSS

Flight Service Station

Flight Service Station merupakan suatu fasilitas pelayanan lalu lintas udara yang antara lain menyediakan jasa briefing dan komunikasi en-route bagi penerbang.

26

FIC

Flight Information Centre

Flight Information Centre merupakan unit yang menyediakan dan memberikan flight information service dan alerting service.

26

Rambu Udara Radio

Peralatan navigasi udara yang berfungsii memberikan signal informasi berupa Bearing (arah) dan jarak pesawat terhadap Ground Stastion peralatan dan memberikan informasi berupa IDENT.

www.gloopic.net

Tags: