IMG-LOGO
Home Teknologi Perubahan Iklim dan Cuaca Abnormal
Teknologi

Perubahan Iklim dan Cuaca Abnormal

- 2018-08-09
IMG

\"\"

Badan Meteorologi Jepang mengumumkan pada pekan lalu bahwa gelombang panas yang terjadi dan hujan lebat yang mencapai rekor pada bulan lalu di Jepang barat adalah \"abnormal\".

Abnormalitas cuaca terpantau di seluruh dunia. Asia terkena bencana hujan sementara Amerika Utara dan Eropa menderita kekeringan, sengatan panas dan kebakaran hutan, dilansir dari laman NHK.

Pada 24 Juli, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa peningkatan kondisi cuaca abnormal terkait dengan tren jangka panjang dari pemanasan global.

Dalam Tinjauan hari ini, komentator senior NHK Toshiyuki Tsuchiya menjelaskan apa dibalik cuaca abnormal dan iklim yang memicu bencana serta langkah yang dibutuhkan.

WMO mengatakan bahwa penyebab langsung dari cuaca abnormal berlainan dari satu kawasan ke kawasan lainnya dan tidak dapat dikaitkan dengan perubahan iklim. Pada saat yang sama, WMO juga memperingatkan bahwa peningkatan kondisi cuaca tersebut cocok dengan tren jangka panjang perubahan iklim.

Singkatnya, cuaca abnormal diperkirakan meningkat sesuai dengan perubahan iklim karena fenomena tersebut dapat dijelaskan sebagai sirkulasi air yang ekstrem.

Biasanya, air berasal dari daratan dan air laut menguap ke atmosfer, membentuk awan dan kemudian hujan.

Meski begitu, ketika perubahan iklim berlanjut, dan penguapan air meningkat secara dramatis, meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran pada lahan kering.

Di sisi lain, bahkan penguapan air dengan jumlah besar dari laut di zona tropis, meningkatkan kemungkinan terjadinya topan dan hujan badai lainnya.

Diperkirakan bahwa wilayah dengan curah hujan yang berlimpah akan terkena lebih banyak bencana hujan, sementara kekeringan akan lebih buruk di daerah yang kering.

Panel Antar-pemerintah untuk Perubahan Iklim PBB atau IPCC memperingatkan bahwa jika pemanasan global memburuk, lebih banyak orang dapat meninggal akibat bencana yang disebabkan cuaca. IPCC juga mengatakan kondisi tersebut akan menyebabkan infrastruktur berhenti berfungsi, meningkatkan risiko pangan dan kekurangan air di seluruh dunia.

Untuk mengurangi kerusakan dari perubahan iklim secara mendasar, sangat penting bagi pemerintah negara-negara atau seluruh dunia untuk menciptakan masyarakat yang bebas karbon.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump telah mengumumkan negaranya mundur dari kesepakatan iklim Paris. Namun sejumlah perusahaan besar seperti Google dan Apple telah menyatakan telah membuat energi terbarukan sebagai satu-satunya pembangkit listriknya, dan tren tersebut mungkin berlanjut.

Tsuchiya mengatakan perlu bagi masyarakat secara menyeluruh untuk mendorong perubahan seperti itu demi mempertahankan peningkatan rata-rata suhu global pada akhir abad ini di bawah 2 derajat celcius dibandingkan dengan level di masa sebelum revolusi industri dan mengurangi jumlah kematian dan orang-orang yang terdampak bencana alam.

(Perubahan Iklim dan Cuaca Abnormal/www3.nhk.or.jp/Gloopic.net).

Tags: