IMG-LOGO
Home Ekonomi Pengusaha Indonesia buat perusahaan
Ekonomi

Pengusaha Indonesia buat perusahaan

- 2020-01-06
IMG

(icij.org, Gloopic) Sejumlah nama tokoh Indonesia dimuat dalam situs icij.org. Situs The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) ini dikabarkan mempublikasi dokumen yang kemudian disebut sebagai The Panama Papers yang berisi daftar perusahaan, tokoh politik, atlet terkenal yang diduga melakukan penggelapan pajak dan pencucian uang. Bocoran dokumen itu kemarin dipublikasikan secara serentak oleh 100 media di seluruh dunia. Sejak setahun lalu, 370 jurnalis dari 76 negara menelisik 11,5 juta data di dokumen itu. Dokumen ini pertama kali didapat oleh sebuah koran dari Jerman,SüddeutscheZeitung. Ketika diklik pada kolom negara, ada Indonesia.

Ketika Indonesia diklik, ada sejumlah nama tokoh Indonesia. Terdapat 2961 nama yang tertera dalam kolom Indonesia, di antaranya James T Riyady, Budiono Darsono, dan Gita Irawan Wirjawan. Kemudian ada juga Budi Sampoerna, Cakra Ciputra, dan Chandra Winoto Salim, Chairul Tanjung dan lain-lain. Sekitar 800 nama pebisnis dan politikus Indonesia termasuk dalam daftar klien Mossack Fonseca, sebuah firma hukum asal Panama, yang kemarin bocor.

Selain mencantumkan nama-nama asal Indonesia, dokumen finansial itu memuat sejumlah kepala negara (mantan dan yang masih menjabat), pebisnis internasional, dan tokoh dunia. Mereka masuk dalam daftar itu karena pernah menyewa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan di yuridiksi bebas pajak di luar negeri (offshore). Di Indonesia, nama-nama para miliarder ternama yang setiap tahun langganan masuk daftar orang terkaya versi Forbes Indonesia bertebaran dalam dokumen Mossack. Pemilik grup Lippo, James Riady, misalnya, tercatat sebagai pemegang saham di sebuah perusahaan bernama Golden Walk Enterprise Ltd.

Perusahaan itu didirikan dengan bantuan Mossack Fonseca di British Virgin Islands pada 2011. Putranya, John Riady, juga tercatat sebagai pemilik Phoenix Pacific Enterprise Ltd di BVI. Ketika dimintai konfirmasi, salah seorang keluarga Riady memberikan keterangan off the record. Nama lain yang muncul dalam daftar ini adalah Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang. Dia tercatat sebagai pemegang saham perusahaan offshore bernama Azzorine Limited. Nama Fransiscus tak langsung tercatat sebagai klien Mossack Fonseca. Dia terafiliasi lewat BOS Trust Company (Jersey) Ltd, yang menjadi klien sejak 2013. Mossack Fonseca adalah sebuah firma hukum kecil namun amat berpengaruh di Panama. Firma ini memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami, dan 35 kota lain di seluruh dunia.

Sebelumnya dikabarkan, sejumlah besar data milik perusahaan hukum yang berbasis di Panama ini mengungkap berbagai korupsi dan perjanjian bisnis mencurigakan yang dilakukan para pemimpin negara, politisi, atlet dan tokoh-tokoh penting lainnya. Panama Papers terdiri dari sekitar 11,5 juta dokumen atau data setara 2,6 terabytes mengenai 214 ribu shell company dari periode 1970an hingga 2016 menjadikannya sebagai kebocoran dokumen terbesar di dunia.

Tags: