gloopic.net
Artikel / Sains dan Teknologi

LIPI Dorong Peneliti Patenkan Hasilkan Riset

Pertumbuhan jumlah paten di Indonesia masih tergolong memprihatinkan. Jumlah paten peneliti Indonesia yang terdaftar secara resmi hingga saat ini masih sedikit, yakni 333 paten. Bandingkan saja dengan negara tetangga terdekat, Malaysia. Jumlah paten di negeri Jiran tersebut telah mencapai 2.690 paten.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain merasa prihatin dengan kondisi tersebut, yang berarti mengindikasikan lambatnya pertumbuhan inovasi dan teknologi di negeri ini. “Pertumbuhan jumlah paten sangat linier dengan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Bila sebuah negara memiliki jumlah paten tinggi, seperti Jepang, Amerika serikat, dan Jerman, maka negara tersebut memiliki kemajuan inovasi dan iptek yang sangat baik,” ungkapnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Paten pada Kamis (20/10) di Widya Graha LIPI Jakarta.

Iskandar mengatakan, Indonesia harus mampu meningkatkan jumlah paten agar keluar dari middle income trap (jebakan negara berpendapatan menengah, red) dan menjadi negara berpenghasilan tinggi. “Meningkatnya jumlah paten juga menciptakan lapangan pekerjaan karena industri yang berbasis kekayaan intelektual lebih banyak menyerap tenaga kerja dan berkontribusi pada pendapatan nasional,” lanjutnya.

Dikatakannya, saat ini pemerintah sudah memberi kemudahan kepada peneliti mendaftarkan paten, yakni melalui elektronik dan non elektronik. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten telah mengatur apresiasi penghargaan dan royalti bagi inventor yang lebih baik dari sebelumnya, sambungnya.

Oleh karena itu, Iskandar mengimbau agar setiap satuan kerja di LIPI membuat target paten setiap tahun. Selain itu, ia mengajak kepada peneliti untuk mematenkan hasil penelitiannya agar inovasi bidang teknologi dan iptek terus meningkat di masa depan dan terlindungi secara hukum.

Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengimbuhkan, jumlah paten harus ditingkatkan karena daya saing Indonesia menurun setiap tahun. “Kita masih harus bekerja keras meningkatkan daya saing inovasi meskipun sebenarnya kita sudah punya sumber daya, namun belum dipatenkan,” tutur Dimyati.

Dan ditimpali oleh Direktur Paten, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, Timbuh Sinaga bahwa sumber daya yang dimaksud adalah teknologi tepat guna yang dapat didorong menjadi paten sederhana dan hasil penelitian yang belum dipatenkan

(Sumber : LIPI)/Gloopic.net/Widjaja Lagha

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :50
Visitor Today :1.302
Visitor Total :6.539.840

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.