gloopic.net
Artikel / Ekonomi

Walau Telah Tiada, Pemikiran Peneliti Ekonomi Ini Masih Jadi Acuan di Indonesia

 
Jakarta, Humas LIPI. Bagi kalangan ilmuwan ekonomi, nama Thee Kian Wie tentu sudah tidak asing lagi. Beragam pemikiran almarhum peneliti sejarah ekonomi Indonesia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini masih menjadi acuan di Indonesia hingga saat ini, khususnya bagi pengentasan kemiskinan.
 
Ratusan karya besar bidang ekonomi telah dilahirkannya. Beberapa di antaranya adalah tertuang dalam buku berjudul Industri Investasi Asing dan Alih Teknologi. Selain itu, ada pula karya berjudul  Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan, serta karya lainnya adalah The Regional Economic Survey of South Sumatera.
 
“Almarhum Pak Thee (sapaan akrab Thee Kian Wie, red), disebut-sebut sebagai peneliti yang paling produktif digenerasinya. Meskipun beliau sekarang sudah tiada, siapapun dapat mengenalnya melalui karya-karyanya,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain dalam sambutannya di acara 1stThee Kian Wie Lecture Series 2016 yang digelar di Auditorium LIPI Jakarta, Selasa (20/9).
 
Tidak hanya produktif, lanjutnya, Thee Kian Wie juga dikenal dengan kepribadiannya yang sangat sederhana dan rendah hati. “Sosok Pak Thee sangat menginspirasi dan mendorong para peneliti muda untuk banyak belajar dan berkarya,” tutur Iskandar.
 
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Boediono pun menuturkan hal yang sama dengan Kepala LIPI. “Walaupun kami memiliki lingkungan yang berbeda, saya merasa memiliki pertautan di tataran ide dan pemikiran,” kenang mantan Wakil Presiden RI ini saat berbicara sebagai pembicara utama kegiatan lecture.
 
Dirinya melihat bahwa melalui berbagai pemikiran Thee Kian Wie, bangsa Indonesia dapat belajar bagaimana mengatasi kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi sekarang ini. “Kita bisa belajar mengatasi hal itu dari sejarah perekonomian. Sebab, sejarah itu penting bagi ilmu ekonomi dan Pak Thee memilikinya, terutama analisis yang kuat terkait industri, investasi asing, serta alih teknologi,” jelasnya
 
Boediono pun mengaku, 11 tahun yang lalu ia datang menemui Thee Kian Wie untuk berdiskusi terkait tulisannya di bidang ekonomi. “Berkat diskusi dengan Pak Thee, akhirnya saya bisa menyelesaikan karya saya yang berjudul Perjalanan Perekonomian Indonesia dalam Lintas Sejarah,” sambungnya.
 
Sementara itu, Peneliti Senior dari Center for Strategic and International Studies(CSIS), Mari Elka Pangestu melihat bahwa pembelajaran terhadap pemikiran Thee Kian Wie adalah bagaimana Indonesia belajar dari sejarah untuk menghadapi permasalahan ekonomi dengan kebijakan yang tepat.
 
Mantan Menteri Perdagangan RI ini mencontohkan, situasi perekonomian Indonesia saat ini perlu dianalisis dari berbagai aspek ekonomi dari tahun-tahun sebelumnya. Dari 2004 hingga 2011, ekspor Indonesia naik karena adanya kelebihan sumber daya, namun ekspor menjadi anjlok pada lima tahun kemudian.
 
Untuk mengatasi permasalahan itu, dia menyarankan, Indonesia perlu menganalisis dari segi sejarah ekonominya dan mengambil langkah tepat untuk mengatasinya. “Kita harus lebih belajar lagi untuk melakukan diversifikasi ekspor, yaitu mengekspor dalam bentuk komoditas olahan, bukan bahan mentah,” tutupnya. (msa/ed:pwd)

(Sumber : LIPI/Gloopic.net/Widjaja Lagha).

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :84
Visitor Today :3.160
Visitor Total :6.362.571

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.