gloopic.net
Artikel / Kesehatan

Orang Indonesia Tidak Boleh Dipasung

Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau sakit jiwa Di Kecamatan Batang Onang Padang Lawas Utara Sumatera Utara mengalami peningkatan. Kkarena minimnya pengetahuan masyarakat akan cara merawat orang sakit jiwa dan masih kurangnya fasilitas perawatan bagi orang sakit jiwa di kampung-kampung, banyak warga memilih memasung anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

Sebagai contoh adalah seorang warga di Desa Pangkal Dolok, Julu, Kecamatan Batang Onang, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, menjalani hidupnya dengan dipasung. Nurdin Saleh Siregar , 55 tahun, dipasung oleh keluarganya sendiri. Nurdin dipasung di kebun karet yang berjarak setengah kilo meter dari desa Pangkal Dolok Julu.

Selama enam Bulan, Nurdin menempati gubuk yang dibangun dengan dinding papan dengan ukuran 4×5 Meter. Menurut keluarga nya Nurdin, terpaksa dipasung karena kerap marah, dan membahayakan keluarga.

Penderita ODGJ Nurdin Saleh Siregar dan Camat Batang Onang Dirman Hasibuan 

Camat Batang Onang, Dirman Hasibuan saat mengunjungi penderita orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ , di desa Pangkal Dolok Julu, berharap kepada semua kepala desa, perangkat desa , dan unsur masyarakat agar berpartisipasi memberikan informasi warganya baik yang menderita gangguan jiwa maupun gangguan mental.

Menurut Dirman apaun alasanya mereka tetap warga negara Republik Indonesia yang berhak mendapatkan perlindungan. "Kita akan segera mencari solusi jalan keluar, agar penderita ODGJ segera mendapatkan pelayanan medik," tegas Dirman.

Sementara itu menurut dr Elly Rika Yanti Siregar, Kepala Puskesmas Pasar Matanggor, jumlah penderita ODGJ di Kecamatan Batang Onang ada 38 orang Dari Ke 38 orang itu 3 di antaranya dipasung oleh keluarganya. Bahkan ada yang menjalani hidup selama 12 tahun dipasung karena menderita ODGJ.

Purba (35 tahun) Selama 12 Tahun Dipasung

Seperti salah satu warga di Desa Batang Onang Baru, Kecamatan Batang Onang, Padang Lawas Utara, Purba (35 tahun) yang hampir 12 Tahun dipasung karena ketergantungan narkoba.

Setelah mendapatkan pelayanan medik, dari puskesmas Pasar Matanggor, selama satu bulan, Purba yang sebelumnya dipasung oleh keluarganya kini sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Purba kini bahkan membantu orang tuanya ke sawah, dan melakukan aktivitas lainnya di lingkungan desa.

Menurut Elli, pelayanan medik yang dilakukan puskesmas terhadap penderita ODGJ diantaranya dengan memberikan obat, konseling kepada keluarga penderita dan mengikuti setiap perkembangan dari penderita.

"Mudah mudah di akhir tahun 2016, tidak ada lagi orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang dipasung. Tapi semuanya menjalani perawatan medis," ujar Elli. (Sulaiman Siregar, Jurnalis Metro TV-Tapanuli Selatan)

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :108
Visitor Today :288
Visitor Total :6.723.537

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.