gloopic.net
Artikel / Kuliner

Kopi Flores Dicari Pembeli

Kopi Flores dari Kabupaten Ngada dan Manggarai laris manis di hari pertama festival Kopi Flores di Jakarta, Kamis 15 September 2016. Sampai dengan pukul 13.00 WIB, ratusan kemasan kopi AFB Bajawa habis dibeli penikmat kopi. Begitu pula dengan kopi Manggarai habis terjual.

Panitia dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada mengaku ratusan kemasan kopi sudah terjual habis di hari pertama. Mereka menyiapkan banyak namun karena kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, panitia harus siasat dalam penjualan kopi.

Kadis P3 Kabupaten Ngada, Korsin Wea melalui mengatakan, di hari pertama hingga pukul 15.00 Wita, kopi bubuk kemasan 200 gram sudah terjual 100 kemasan dengan harga Rp 60.000. Sedangkan ukuran satu kilogram seharga Rp 300.000 sisa satu bungkus.

Begitu pula dengan kopi Manggarai. Sampai pukul 15.00 Wita, 200 kemasan kopi bubuk terjual habis. Hal itu diakui Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis.

Kata Yohanes, kopi bubuk kemasan 250 gram dan kopi biji kemasan kecil habis terjual. Kopi bubuk ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp 50.000 dan kopi biji kemasan seharga Rp 100.000.

Mengenal Kopi Flores

Bertekstur ringan dan tidak terlalu pekat, kopi Flores mungkin terdengar asing bagi masyarakat kebanyakan.
Bukan karena kurang populer, kopi asli Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memang jarang ditemukan di pasaran lokal karena termasuk kopi premium asal Indonesia yang diekspor langsung ke mancanegara.

Karena itu, sejumlah pecinta kopi seperti Elizabeth Citra (29) dan Hengki (33) warga Gading Serpong, Tangerang menyempatkan diri dan sengaja datang ke Festival Kopi Flores di Bentara Budaya Jakarta yang dibuka kemarin Kamis 15 September 2016. Alasannya untuk melihat langsung kopi unggulan asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

“Di medsos sudah ramai soal pameran ini, karena memang kopi Flores ini jarang ada yang jual, habis dipanen langsung ditampung sama pengepul untuk langsung diekspor keluar (mancanegara-red). Jadi kebanyakan kafe-kafe besar itu ambil langsung dari NTT karena saking langkanya,” ungkap Hengki.

Menurut keduanya yang berpofesi sebagai Barista dari Cafe Twind Gading Serpong, Tangerang, Festival Kopi Flores yang digelar sejak Kamis kemarin hingga Sabtu 17 September 2016 menjadi jawaban bagi pecinta kopi di Ibukota.
Terlebih dalam festival dijual juga kopi unggulan, yakni kopi jenis arabica varietas yellow katura yang berasal dari pegunungan tinggi Ngada Bajawa, Nusa Tenggara Timur.

“Terus terang saya penasaran, karena yellow katura itu langka dan harga jualnya tinggi. Cirinya bisa dilihat, kalau diroasting, biji kopinya itu utuh sempurna, roastednya juga di angka 65 (aktron-red) atau warna coklat terang. Aromanya juga beda, fruity dan floral, terasa aroma bunganya. Bukan karena diroasting dengan bunga, tetapi karena faktor ketinggian, karena kopi ditanam sekitar 1400 meter di atas permukaan laut,” jelas Citra menambahkan.

Sementara itu, terkait harga jual kopi Manggarai yang dijual seharga Rp 50.000 per bungkus isi 200 gram dan Kopi Ngada, Bajawa yang dijual seharga Rp 70.000 per bungkus isi 200 gram, keduanya spontan menjawab terjangkau, apabila melihat kualitas kopi, baik dalam bentuk biji ataupun bubuk.

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :71
Visitor Today :183
Visitor Total :6.723.432

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.