gloopic.net
Artikel / Pariwisata

Museum Kereta Api Indonesia

Sekilas Profil Museum Kereta Api Indonesia

Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) pada awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun Willem I dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 21 Mei 1873. Pada masa pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana transportasi militer di sekitar Jawa Tengah.

Setelah tidak beroperasi lagi, pada tanggal 8 April 1976, Stasiun Willem I atau dikenal dengan Stasiun Ambarawa, diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Supardjo Rustam sebagai Museum Kereta Api Ambarawa. Sebagai bangunan cagar budaya yang memiliki keindahan arsitektur bangunan stasiun, museum ini juga dilengkapi beragam koleksi lokomotif dan benda bersejarah terkait operasional kereta api. Selain koleksi lokomotif uap yang terpajang sebagai monumen cagar budaya, para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang,pp dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage. Selain menjadi sarana pengetahuan sejarah kereta api dan konservasi, museum ini juga merupakan sarana pengetahuan dan rekreasi bagi para wisatawan domestik dan mancanegara.

Kereta Api Wisata dengan Lokomotif Uap melintasi Rawa Pening.

Kereta Api Wisata dengan Lokomotif Diesel siap berangkat dari Indonesian Railway Museum.

 

Museum Exhibition: “Kereta Api dari Masa ke Masa”

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kereta Api Indonesia yang ke-70 tahun di tanggal 28 September 2015. Museum House Of Sampoerna di Kota Surabaya milik Kelompok Perusahaan Sampoerna, memiliki cara yang cukup unik untuk memperingatinya.

Cara memperingatinya, selama bulan September 2015 ini dari tanggal 4 September – 4 Oktober 2015, di Museum House Of Sampoerna di Kota Surabaya ini, mengadakan pameran tematik mengenai sejarah perkeretaapian di Indonesia, dalam hal ini menelusuri jejak perkeretaapian di Kota Surabaya.

Selama 1 bulan penuh, Museum House Of Sampoerna mengadakan semacam pameran yang berkaitan dengan pernak-pernik, aksesoris dan benda-benda yang berkaitan dengan sejarah kereta api di Indonesia. Benda-benda yang berkaitan dengan kereta api, dipamerkan di dalam ruangan di Museum House Of Sampoerna ini.

Selain benda yang dipamerkan di dalam museumnya, Museum House Of Sampoerna ini juga memiliki program rutin setiap hari yakni Surabaya Heritage Track (SHT). Yaitu semacam jalan-jalan mengelilingi tempat-tempat bersejarah di Kota Surabaya. Biasanya menggunakan semacam bis mini, yang bentuknya menyerupai kereta tram Surabaya di masa lalu.

Bulan September 2015 ini, SHT mempunyai program tour tematik yang berkaitan dengan sejarah perkeretaapian di Kota Surabaya. Program jalan-jalan ini berlangsung dari tanggal 4 September – 4 Oktober 2015. Dijalankan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada Tur I pada pukul 09:00 – 10:00.

Pada kegiatan tur tersebut akan dijelaskan mengenai sejarah transportasi terutama kereta api di Surabaya, sambil juga berkunjung ke Stasiun Kalimas, Rumah Sinyal Stasiun Surabaya Kota dan Stasiun Surabaya Kota. Serta menyusuri jalur kereta api tram yang pernah beroperasi di Kota Surabaya.

Kegiatan dari Museum House Of Sampoerna di Surabaya ini, dapat terselenggara berkat kerjasama dengan Unit Heritage PT Kereta Api Indonesia – Jakarta dan Komunitas Peduli dan Pencinta Kereta Api (KOMUTER) Surabaya.

 

Pegawai unit Heritage PT KAI, sedang menerangkan sejarah perkeretaapian di Surabaya dari masa penjajahan sampai masa kini.

Koleksi benda dan aksesoris dari Unit Heritage PT KAI yang turut dipamerkan di dalam ruangan Museum House Of Sampoerna Surabaya.

Foto bersama di miniatur lokomotif uap milik Unit Heritage PT KAI yang ikut dipamerkan di dalam Museum House Of Sampoerna Surabaya. Dari kiri ke kanan: Adhitya Hatmawan (Staf Unit Heritage PT KAI), Rani Anggraini (Manager Museum House Of Sampoerna Surabaya) dan Firdalia Al Imami (Staf Museum House Of Sampoerna Surabaya).

Inilah bentuk bis milik Museum House Of Sampoerna Surabaya, yang bentuknya mirip tram Surabaya pada masa kolonial. Bis ini digunakan untuk mengelilingi tempat-tempat bersejarah di Kota Surabaya

(Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Persero/Gloopic.net/Widjaja Lagha).

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :74
Visitor Today :4.876
Visitor Total :6.527.705

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.