gloopic.net
Artikel / Penerbangan

Cita-cita Kementerian Perhubungan Kembangkan Kota Bandara

Kementerian Perhubungan selaku Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara bertahap merealisasikan Airport City (Kota Bandara) di Bandara Adi Sumarmo Solo. 

Airport City adalah sebuah proyek bandara yang berkembang dengan aneka macam bisnis serta kegiatan layaknya sebuah kota.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, untuk mengembangkan airport city di Solo, salah satunya akan diperlancar dengan kereta bandara, baik di kota Solo maupun untuk menghubungkan beberapa kota agar menjadi satu kesatuan besar.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso
“Kereta bandara (Airport Train Shuttle) segera memperlancar mobilitas penumpang menuju Bandara Adi Soemarmo. Train Shuttle ini, menjadikan beberapa pusat keramaian baru, sehingga Solo-Kartasura-Klaten-Prambanan-Yogya akan menjadi kesatuan Big City,” ujar Agus.
Agus juga mengatakan, selain kereta, bandara juga akan didukung dengan adanya akses jalan tol Trans Jawa, yaitu Solo-Kertasono, dan Solo-Boyolali-Salatiga-Bawen. Menurutnya adanya kemudahan aksesibilitas itu untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Airport City sendiri merupakan bandara yang berkembang dengan aneka macam bisnis serta kegiatan yang tidak hanya melayani penerbangan, namun lebih luas lagi menjadikan Bandara sebagai pusat  bisnis yang dilengkapi berbagai fasilitas layaknya sebuah kota. 

Airport City juga didukung oleh transportasi yang memadai seperti adanya, toll, terminal bus, stasiun bahkan kereta bandara. 

Agus menuturkan, jarak antara Bandara Adi Soemarmo dengan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta hanya berjarak sekitar 50 km. Dengan begitu, dua bandara tersebut sangat potensial untuk digabungkan dengan menjadikannya Airport City.  

"Dengan demikian Airport Train Shuttle yang menghubungkan dua bandara tersebut meleburkan dua bandara itu menjadi satu Airport City. Hal ini untuk mendukung realisasi Nawacita butir 7 yakni,  mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," katanya. 

Menurut Agus, selain menghubungkan dua bandara yang berdekatan, kereta bandara ini nantinya akan bisa mengefisienkan pergerakan penumpang antar moda.  Untuk di kota Solo, kereta bandara ini akan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi.  

"Dengan integrasi yang baik antar moda ini, akan mewujudkan pembangunan transportasi yang lebih efektif dan efisien," imbuhnya. 

Dirinya menambahkan, transportasi antarmoda yang baik antara pesawat dengan kereta api, bus dan pengguna jalan toll mempunyai banyak keuntungan. 

Selain mengefektifkan dan mengefisienkan pergerakan antar moda bagi penumpang, juga dapat mengurangi kemacetan, selanjutnya juga akan dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan asap kendaraan bermotor.

"Transportasi antarmoda tersebut juga sudah dikembangkan di bandara-bandara besar di dunia. Misalnya saja Bandara Heathrow dan Gatwick di London, JFK di Amerika, Charles de Gaule Perancis,  juga sudah terhubung dengan menggunakan kereta api menuju Bandara," tandasnya. 

Jumlah penumpang domestik di Bandara Adi Soemarmo pada tahun 2016 untuk kedatangan mencapai 1.058.626 penumpang atau naik 49 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk keberangkatan sebanyak 1.051.295 penumpang atau meningkat 47 persen dari periode tahun sebelumnya. 

Saat ini Bandara Adi Soemarmo dilengkapi beberapa fasilitas yaitu apron dengan luas 420 meter x 135 meter dan parking stand yang dapat menampung 10 pesawat.  

Bandara tersebut juga memiliki runway seluas 2.600 x 45 meter yang akan diperpanjang menjadi 3.000 x 45 meter dengan terminal seluas 13.000 meter persegi dengan kapasitas 1.525.013 penumpang per tahun.

Bandara tersebut juga dilengkapi tempat parkir mobil seluas 29.000 m2 dengan kapasitas 330 kendaraan.

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :49
Visitor Today :1.238
Visitor Total :3.532.697

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.