gloopic.net
Artikel / Penerbangan

Edaran Keselamatan Penerbangan Buat Penerbangan di Daerah Pegunungan (Papua)

Akibat kerap terjadinya kecelakaan karena kondisi cuaca dan bentang alam  Papua yang kurang bersahabat dalam waktu belakangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengeluarkan edaran keselamatan bagi para penerbang, maskapai, operator dan otoritas penerbangan yang bertugas di daerah-daerah pegunungan seperti halnya.

Dalam imbauan ini para penerbang, maskapai, operator dan otoritas penerbangan diharapkan memperhatikan prinsip keselamatan, kehati-hatian dan manajemen resiko.

Berikut 9 poin yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo. 

Agar setiap penerbang memastikan dipenuhinya dan dilaksanakannya prinsip-prinsip regulasi keselamatan penerbangan terkait dengan pelaksanaan penerbangan yang mengaci kepada Visual Flight Rules (VFR) maupun yang mengacu kepada Instrument Flight Rules (IFR)..

Penekanai khusus diberikan kepada setiap penerbang untuk tidak melaksanakan penerbangan VFR pada kondisi Instrument Meteoroligical Condition (IMC) atau pada kondisi yang tidak bisa dipastikan sepenuhnya Visual Meteorological Condition (VMC) (biasanya pada cuaca buruk).

Ketentuan ini berlaku baik pada saat take off (lepas landas), enroute (memilih rute). approach, ataupun landing (mendarat) berdasarkan informasi cuaca yang diberikanoleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ataupun berdasarkan informasi cuaca yang diberikan oleh personil bandara / airstrip atau sesama penerbang yang beroperasi pada daerah yang sama.

Pada kondisi di mana penerbang mendapati persyaratan minimum VMC tidak terpenuhi saat melaksanakan penerbangan VFR, maka penerbang harus membatalkan atau menunda penerbangan tersebut, atau segera Return lo Base (RTB) (kembali ke tempat asal).

Poin kedua, Setiap penerbang diwajibkan mengikuti petunjuk rule yang tersedia. baik yang telah diterbilkan oleh Ditjen Perhubungan Udara maupun yang disiapkan oleh setiap operator penerbangan yang telah disetujui oleh Ditjen Perhubungan Udara. Penekanan kluisus diberikan terkait dengan ketaatan pada petunjuk rute yang tersedia terutama petunjuk rute yang terkait dengan penerbangan VFR (visual guidance).

Poin ketiga, agar setiap penerbang mengikuti prinsip-prinsip stabilized approach baik dalam kondisi VMC maupun IMC, dan segera metakukan get-around (memutar) apabila kriteria-kriteria stabilized approach (pendaratan mulus) tidak terpenuhi.

Poin 4, setiap penerbang dan operator penerbangan harus mematuhi batasan-batasan operasional pesawat udara terutama yang terkait dengan batasan kinerja operasional (performance operational limitation) yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (elevasi, temperatur, kerapatan udara, panjang landasan, kondisi permukaan landasan, angin dan lain-lain.

Poin 5, setiap operator penerbangan wajib memastikan kualifikasi penerbang-penerbangnya yang akan ditugaskan untuk beroperasi di kawasan pegunungan terkait dengan pelatihan yang telah diberikan dan pengalaman operasional di kawasan tersebut.

Ke enam, setiap operator penerbangan harus memastikan terlaksananya prinsip-prinsip Safety Management System terutama pada proses hazard identification and risk assessment sebelum melakukan kegiatan operasional di kawasan pegunungan.

Ke tujuh, seliap operator penerbangan harus memastikan terpenuhinya aspek kelaik udaraan (airworthiness) pada setiap pesawat udara yang dioperasikannya dengan mengacu kepada peraturan keselamatan penerbangan sipil yang berlaku serta manual dan dokumen lain yang terkait yang telah disetujui oleh Ditjen Perhubungan Udara.

Delapan, setiap operator penerbangan tidak boleh mengoperasikan pesawat udaranya bertentangan dengan otorisasi atau limitasi yang telah diberikan oleh Ditjen Perhubungan Udara dalam AOC, Opspecs, ACL, dan manual yang berlaku bagi masing-masing operator.

Terakhir, setiap operator penerbangan diharuskan melakukan pengawasan ketat terhadap operasional armadanya yang dioperasikan di kawasan Papua dan kawasan pegunungan lain di Indonesia dengan menempatkan key personnel-nya secara bergiliran di kawasan-kawasan tersebut.

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :56
Visitor Today :768
Visitor Total :3.811.970

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.