gloopic.net
Artikel / Pojok Opini

Analisis Warung Kopi : Dimana Pesawat MH370 Berada ?

Oleh : Widjaja Lagha

Sudah lebih dari dua tahun sudah Pesawat Boeing 777-200 ER milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang membawa 227 penumpang dan 12 awak pesawat hilang bagaikan ditelan bumi dan sedikit sekali jejak ditemukannya pesawat sampai saat ini.

Pesawat dengan nomor registrasi 9M-MRO yang telah dioperasikan hampir 12 tahun dan terbang pertama kali pada tanggal 14 Mei 2002 terbang dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Beijing China pada tanggal 8 maret pukul 00.40 waktu setempat, menghilang dari kontrol sekitar pukul 01.30 atau 50 menit setelah tinggal landas.

Berbagai analisis dan asumsi tentang keberadaan pesawat yang naas telah dikemukan berbagai pihak namun belum ada satupun yang berhasil menemukan pesawat yang hilang tersebut.

Dari data yang diketahui bahwa terakhir pesawat tersebut terdeteksi radar SSR (Secondary Surveillance Radar) pada ketinggian 35,000 kaki pukul 01.30  220 kilometer dari Kota Bharu, di timur laut Semenanjung Malaya, dalam perjalanan menuju Beijing, China, tidak diketahui apakah Radar Primer (PSR) juga mendeteksi pesawat tersebut. Dengan asumsi bahwa hanya dideteksi oleh Radar Sekunder (SSR) maka hilangnya dari Display Radar karena transponder dalam kondisi Off. Transponder tidak memancerkan sinyal karena di “off”kan secara sengaja atau karena transponder pada pesawat bermasalah atau kemungkinan pesawat meledak di udara. Seandainya pada posisi terakhir dimana, Radar Sekunder dapat mendeteksi pesawat tersebut sekaligus juga dideteksi oleh Radar Primer secara bersamaan dan tiba-tiba hilang dari ketinggian 35.000 kaki dapat diduga kuat bahwa pesawat  meledak di udara. Namun kita tidak mengetahui apakah Radar Primer (PSR) juga mendeteksi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Posisi pesawat yang hilang masih dapat diketahui melalui sinyal yang dipancarkan oleh ELT (Emergency Locator Transmitter) dan ULB (Underwater Locator Beacon), namun hingga saat ini belum ada pihak tertentu yang menyatakan mendeteksi sinyal dari peralatan tersebut. Berdasarkan data statistik yang ada, sekitar 17-19 persen dari peralatan ELT pada pesawat tidak berfungsi ketika terjadinya crash (kecelakaan) dan tidak tertutup kemungkinan ELT pesawat Boeing 777-200 MH370 juga tidak berfungsi dengan berbagai macam penyebab, sedangkan ELT hanya memancarkan sinyal dalam jangka waktu tertentu  

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Malaysia yang menyebutkan bahwa kemungkinan pesawat tersebut berbalik arah lalu menuju ke semenanjung Malaya dan selanjutnya ke selat malaka kemudian bergerak ke arah barat menuju laut andaman berdasarkan data Radar militer Malaysia dan data lainnya, bahkan ada dugaan bahwa pesawat tersebut terbang sampai ke Kazakhstan sesuai data satelit. Berbagai analisa dan asumsi telah dikemukan pihak Malaysia termasuk kemungkinan pesawat melintas di atas wilayah Indonesia menuju selatan.

Dari berbagai data yang diperoleh tersebut dapat dianalisis bahwa pesawat tersebut mengalami masalah pada koordinat sesuai yang ditunjukkan pada radar sekunder (SSR) dengan ketinggian 35,000 kaki, jika diasumsikan bahwa seluruh system “off” termasuk engine tentu dapat diperkirakan berapa lama pesawat mengudara sampai ke permukaan bumi, dengan demikian dapat diperkirakan jarak terjauh yang dapat ditempuh dari titik terakhir dimana pesawat tersebut hilang dari display radar sekunder (SSR), atau kemungkinan terburuk pesawat tersebut meledak di udara akibat dari kegagalan sistem pesawat atau disebabkan faktor lainnya termasuk sabotase.

Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa diduga kuat pesawat tersebut jatuh pada daerah di sekitar koordinat terakhir yang ditunjukkan pada display radar sekunder (SSR) dan dengan radius terjauh yang dapat ditempuh pesawat Boeing 777-200 ER mengudara (diasumsikan pesawat gliding dari ketinggian 35,000 kaki). Dengan demikian seharusnya pencarian difokuskan pada daerah tersebut.

Bahwa ada asumsi lain tidak tertutup kemungkinan kebenarannya termasuk kemungkinan dibajak dan tetap terbang beberapa jam lamanya, namun yang meragukan adalah seharusnya radar militer dan radar primer (PSR) sipil milik Negara-negara yang dilalui sesuai yang diasumsikan oleh Pemerintah Malaysia dapat mendeteksi pesawat Malaysia Airlines tersebut. Sampai saat ini tidak ada satupun Negara lainnya yang menyatakan mendeteksi pesawat naas tersebut, kecuali data radar militer Malaysia, terlalu sulit bagi pesawat sekelas Boeing 777-200 ER untuk menghindari pantauan radar.

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :31
Visitor Today :616
Visitor Total :6.360.028

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.