gloopic.net
Artikel / Rohani Kristen

Berduka Tapi Berbahagia

“Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur.” Matius 5:4.

 

Yang namanya beduka cita pasti berbeda dengan bahagia. Duka cita adalah lawan kata dari kebahagiaan. Lalu, apakah firman yang ditulis itu tidak salah?. Duka cita atau kesedihan menyelimuti hati seseorang ketika dia ditinggalkan orang yang dikasihi, entah itu orang tua, sahabat, pacar, suami atau isteri dan sebagainya. Duka cita yang kita rasakan seolah-olah tak terobati meskipun terus dihibur oleh banyak orang. Lalu duka cita bagaimana yang dimaksud ayat di atas?.

Ada duka cita yang merupakan dosa dan ada cuka cita yang justru mendatangkan pengampunan. Duka cita yang merupakan dosa adalah kemurungan berlarut-larut karena putus as, kecewa atau kesedihan yang mendalam terhadap perkara yang sia-sia, “....... duka cita yang dari dunia ini menghasilkan kematian,” (2 Korintus 7:10).

Ada pun duka cita yang mendatangkan pengampunan adalah duka cita karena dosa, baik itu dilakukan diri sendiri, atau pun perbuatan orang lain. Inilah duka cita yang Tuhan maksudkan. Menyadari ketidaklayakan di hadapan Tuhan akibat dosa-dosa yang diperbuat akan menimbulkan rasa duka cita yang mendalam dalam diri seseorang. Orang berdosa yang telah dijamah oleh kuasa Roh Kudus tidak akan bersuka cita karena dosa-dosanya. Sebaliknya ia akan meratap dan berduka karena sadar bahwa jalan-jalannya sudah jauh dari kebenaran dan telah melukai hati Tuhan, karena hidupnya sudah tidak kudus lagi. Duka cita semacam ini akan beroleh penghiburan dari Tuhan yaitu berupa pengampunan dan kehidupan kekal. Tuhan akan merubah ratapan itu menjadi tari-tarian karena Tuhan Yesus sudah menanggung segala dosa-dosa kita di atas kayu salib. Rasa duka cita seharusnya ada di dalam hati kita setiap kali kita berbuat dosa dan menyadarinya. Duka cita ini timbul bukan karena kekuatan kita sendiri, melainkan pekerjaan Roh Kudus. Bila masih ada orang Kristen yang telah bersuka cita dan kelihatan santai-santai saja ketika melakukan dosa, berarti masih perlu dipertanyakan kelayakannya sebagai orang percaya, berarti ia belum hidup pertobatan. Ingat, tanpa pertobatan kita tidak beroleh bagian di dalam Kerajaan Sorga. Alkitab mencatat hal ini : “....... tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:15).

(YK/Berduka Tapi Bahagia/GKP Jemaat Effatha, Cakung/Gloopic/Widjaja Lagha).

 

Duka cita menunjukkan seseorang peka dan benci terhadap dosa !!!!

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :47
Visitor Today :3.211
Visitor Total :6.526.040

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.