gloopic.net
Artikel / Rohani Kristen

Doa Untuk Kebangunan Rohani

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Mari membuka Kisah Rasul 1:8. Itu ada pada halaman 1148 dalam Scofield Study Bible. Mari berdiri ketika membacanya. Itu adalah kalimat yang Kristus sampaikan kepada orang-orang Kristen perdana,

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Rasul 1:8).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali.

Beberapa pengkhotbah mengatakan ayat ini hanya merujuk kepada pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mereka mengatakan bahwa kita tidak bisa mengharapkan Roh Kudus turun ke atas kita seperti yang Ia pernah lakukan pada saat itu. Banyak dari mereka takut bila jemaat mereka akan menjadi Pentakosta jika mereka mengatakan kepada mereka pencurahan Roh bisa terjadi hari ini. Sehingga mereka memadamkan karya Roh Kudus yang menginsafkan dan yang mempertobatkan karena mereka takut menjadi Pentakostalisme. Tetapi mereka salah ketika mereka mengatakan bahwa kita tidak bisa mengharapkan Roh Kudus untuk turun di zaman kita. Lima kata terakhir dari teks kita ini menunjukkan bahwa mereka salah, “dan sampai ke ujung bumi.” Terjemahan modern mengatakan, “dan sampai ke ujung bumi.” Sejak orang-orang Kristen mula-mula tidak pergi ke “ujung” atau “daerah terpencil” dari dunia, Yesus sedang berbicara kepada semua orang Kristen, untuk semua waktu. Dia mengatakan kepada mereka, dan kita, “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Ini dibuktikan dengan apa yang dikatakan Petrus tidak lama setelah itu, dalam Kisah Para Rasul 2:39. Mari membuka ayat tersebut.

“Sebab bagi kamulah janji [tentang Roh Kudus] itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kisah Rasul 2:39).

Sehingga para murid kembali ke Yerusalem, dan masuk ke ruang atas untuk berdoa. Apa yang mereka doakan? Mereka berdoa untuk kuasa Roh Kudus yang Yesus telah janjikan ketika Ia berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu” (Kisah Para Rasul 1:8). Saya sepenuhnya setuju dengan Iain H. Murray. Dia berkata,

Sementara Pentakosta melembagakan sebuah era baru, karya Kristus dalam menganugerahkan Roh tidak berakhir kemudian. Dan komunikasi yang lebih lengkap dari Roh yang menandai seluruh zaman [Kekristenan], dimulai pada hari Pentakosta, tidak konstan dan sebangun; oleh sebab itu, apa yang

menjadi tujuan dari permohonan doa untuk pelayanan yang lebih dari Roh Allah yang dengan jelas dipanjatkan oleh para murid? Itu adalah tanggapan terhadap permintaan “ajarlah kami berdoa’ sehingga kemudian Yesus berkata: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13). Janji ini tidak memiliki relevansi berkelanjutan bagi orang Kristen kecuali selalu ada lagi dan lagi doa yang seperti itu diterima” (Iain H. Murray, Pentecost Today? The Biblical Understanding of Revival, The Banner of Truth Trust, 1998, hal. 21).

Alexander Moody Stuart berkata, “Sementara Roh Kudus selalu hadir dalam gereja-Nya, ada saat-saat di mana Dia semakin dekat dan meningkatkan kekuatan yang lebih besar dari kuasa-Nya” (Murray, ibid., hal. 22).

Tetapi kita telah melihat hanya sedikit sejak kebangunan rohani besar pada tahun 1859, benar-benar sangat sedikit. Saya yakin bahwa alasan utamanya adalah kenyataan bahwa sebagian besar orang injili tidak lagi percaya bahwa pertobatan adalah mujizat. Kebanyakan orang injili hari ini berpikir bahwa pertobatan tidak lebih dari sebuah keputusan manusia. Mereka berpikir bahwa yang harus Anda lakukan adalah membujuk orang terhilang untuk mengucapkan kata-kata yang disebut dengan “doa orang berdosa” [di Indonesia Anda menyebutnya “doa terima Yesus”]. Hanya mengucapkan kata-kata itu dan Anda diselamatkan! Joel Osteen mengatakan itu pada akhir setiap khotbahnya. Dia memimpin orang-orang untuk mengucapkan doa seperti itu. Lalu ia berkata, “Kami percaya jika Anda mengucapkan kata-kata itu Anda baru saja dilahirkan kembali.” Anda lihat, tidak ada kebutuhan akan karya Roh Kudus untuk melakukan sebuah mujizat! Jika Anda mengucapkan kata-kata itu “Anda baru saja dilahirkan kembali.”

Ini adalah kembali ke ajaran sesat Pelagianisme kuno - doktrin yang mengajarkan bahwa manusia mampu mengusahakan keselamatannya sendiri - dalam hal ini, dengan mengucapkan doa singkat tersebut! Atau dengan “maju ke depan” dalam pelayanan Kristen - atau dengan mengangkat tangan Anda! “Semua Anda yang ingin diselamatkan, hanya silahkan mengangkat tangan Anda.” Itu adalah Pelagianisme! Kembali ke ajaran sesat kuno, yang mengajarkan bahwa orang yang terhilang dapat menyelamatkan dirinya dengan beberapa tindakan, atau dengan mengucapkan doa singkat. Saya menyebutnya “doa sihir.” Itu sebenarnya “magis” ketimbang Kristen. Dalam magis Anda mengucapkan kata-kata tertentu, atau melakukan tindakan tertentu, dan kata-kata atau tindakan tersebut menghasilkan sesuatu yang supranatural. Gagasan-gagasan “magis” tersebut memenuhi gagasan pertobatan dari orang-orang Injili kita masa kini! Untuk menguji secara menyeluruh tentang masalah ini bacalah buku David Malcolm Bennett, The Sinner’s Prayer: Its Origins and Dangers, Even Before Publishing, n.d., tersedia di Amazon.com.

Setiap pertobatan sejati adalah sebuah keajaiban. Mari bersama dengan saya untuk membuka Markus 10:26. Itu ada pada halaman 1059 dalam Scofield Study Bible

“Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Yesus memandang mereka dan berkata: Bagi manusia hal itu tidak mungkin…” (Markus 10:26, 27).

Mereka bertanya, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus menjawab, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin.” Manusia dalam keadaan berdosa tidak dapat melakukan apapun untuk diselamatkan atau bahkan membantu dirinya untuk diselamatkan! Tetapi kemudian Yesus berkata, “tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Keselamatan seseorang adalah sebuah mujizat dari Allah! Kita telah melihat beberapa orang yang kita harapkan benar-benar telah bertobat tahun ini, salah satu dari mereka adalah tadi malam. Setiap pertobatan sejati adalah sebuah mujizat. Paul Cook dengan benar berkata, “Karakteristik dari sebuah kebangunan rohani tidak berbeda dengan karakteristik dari setiap karya normal dari Roh Kudus kecuali dalam hal intensitas dan luasnya” (Fire From Heaven, EP Books, 2009, hal. 117).

Ketika satu orang diselamatkan itu adalah mujizat dari Allah. Ketika banyak orang yang diselamatkan dalam waktu singkat itu adalah mujizat dari Allah. Satu-satunya perbedaan adalah “dalam hal intensitas dan luasnya.” Ketika kita berdoa untuk kebangunan rohani, kita berdoa agar Roh Kudus bekerja di hati banyak orang sekaligus.

Apa yang Roh Kudus lakukan dalam pertobatan? Pertama, “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16: 8). Paul Cook mengatakan, “Orang-orang tidak pernah diinsafkan akan dosa mereka secara alami; secara alami mereka selalu membenarkan dirinya sendiri. Sebuah karya tertentu dari Roh diperlukan. Dan ketika Roh bekerja, dosa menjadi nampak menjijikkan [mengerikan, menjijikkan], yang menuntun seseorang untuk membencinya dan meninggalkannya. Seperti salah satu gadis berkata, “Saya merasa jijik dengan diri saya sendiri.” Itu adalah definisi yang baik dari keinsafan seperti yang pernah saya saksikan. “Saya merasa jijik dengan diri saya sendiri.” Jika Anda tidak memiliki setidaknya beberapa keinsafan akan dosa seperti itu, Anda tidak akan memiliki pertobatan sejati. Jadi kita harus berdoa memohon Roh Kudus untuk memberikan keinsafan akan dosa bagi mereka yang belum diselamatkan.

Hal kedua yang Roh Kudus kerjakan dalam pertobatan adalah untuk membuat Kristus dikenal orang yang sedang berada di bawah keinsafan akan dosa. Yesus berkata, “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu” (Yohanes 16:14). Terjemahan modern menerjemahkan demikian, “Dia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku dan membuatnya dikenal olehmu.” Seseorang yang terhilang tidak akan pernah mengenal Kristus secara pribadi kecuali Roh Kudus membuat-Nya dikenal. Tetapi jika Anda tidak diinsafkan akan dosa, Roh Kudus tidak akan membuat Kristus nyata bagi Anda dalam keselamatan.

Jadi, ketika kita berdoa agar Roh Kudus turun dalam kuasa, kita terutama meminta Allah mengutus Roh untuk (1) menginsafkan orang yang terhilang akan sifat dosanya yang mengerikan, dan (2) kita harus berdoa agar Roh Kudus menyingkapkan Kristus kepada orang itu, sehingga ia benar-benar dapat mengetahui kekuatan Darah Kristus untuk menyucikan dirinya dari dosa. Keinsafan akan dosa dan penyucian oleh Darah Kristus adalah dua karya utama dari Roh Allah dalam pertobatan sejati, sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes pasal 16. Brian H. Edwards berkata, “Tidak banyak orang Kristen hari ini yang tahu apa yang harus didoakan ketika mereka diminta berdoa untuk kebangunan rohani” Brian H. Edwards, Revival, Evangelical Press, 2004 edition, hal. 80).

(Sumber : Khotbah Indonesia)/Gloopic.net/Widjaja Lagha

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :47
Visitor Today :2.835
Visitor Total :6.273.374

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.