gloopic.net
Artikel / Sejarah dan Budaya

Asal Muasal Suku Toraja : Kitab Kejadian dan Teori Ilmiah (Bagian 2)

Ditulis oleh : Lambi Allokendek, Pengamat dan Pemerhati Masalah Sosial dan Budaya

KEADAAN SETELAH AIR BAH

Setelah air bah atau super  tsunami yang disebabkan oleh bergesernya poros bumi, manusia mendapati sebuah dunia yang baru. Sebuah dunia yang berbeda dari sebelumnya.

Cuaca mulai ada, musim dingin, musim semi, musim panas, musim gugur, musim kemarau dan musim hujan. Hal seperti ini belum ada sebelumnya.

Alkitab mencatat dengan jelas akan hal ini.

Kej 9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan , supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

 

Maksud dari busur (qesheth. Ibrani) ini adalah pelangi. Dan kita tahu bahwa pelangi ada bila ada hujan. Karena dari pembiasan cahaya matahari oleh titik-titik air hujan maka pelangi ada

Ini menguatkan bahwa kehidupan sebelum adanya air bah  tidak ada hujan. Yang ada hanyalah embun. Dan daratan hanya hidup dari mata air yang mengalir membentuk sungai-sungai.

 

KEHIDUPAN BARU

Manusia yang selamat dari bencana ini memulai kehidupan baru.

Mereka berkumpul di sekitar Mesopotamia atau yang sekarang kita kenal sebagai Irak. Mereka memulai peradaban baru dengan sisa-sisa pengetahuan yang mereka miliki.

Adalah seorang kenamaan yang hidup pada jaman itu yang memimpin peradaban mereka. Namanya Nimrod. Ada pula yang menamainya Gilgamesh, Dia dikenal dengan banyak nama.

Dalam Epic Gilgamesh ada cerita bahwa dia pergi mencari mustika yang bisa membuat manusia hidup kekal. Gilgamesh menemui Utnapishtim di sebuah pulau di sebelah timur setelah melaui pegunungan, dan mendapat ujian untuk tidak tidur selama 6 hari 7 malam. Tapi Gilgamesh gagal karena tertidur.

Catatan, Utnapishtim dianggap sama dengan Nuh karena cerita keduanya mirip.

Cerita ini mirip dengan legenda Puang Lakipadada di Toraja yang juga mencari obat hidup kekal yang disebut Pedampi Tangmate.

 

Akibat Nimrod membangun menara Babel yang ingin mencapai surga atau dalam bahasa Toraja adalah Eran di Langi, maka Tuhan mencerai beraikan manusia dengan mengacaukan bahasanya.

Adalah sebuah keanehan, bila Tuhan terusik dengan usaha manusia membuat sebuah bangunan yang menjulang tinggi mencapai langit.

Apakah langit (shamayim. Ibrani yang juga berarti surga) saat itu rendah dan bisa dicapai dengan sebuah menara yang tinggi?

Maaf, saya harus banyak-banyak menggunakan kata “mungkin”.

Langit atau surga saat itu rendah. Bisa dicapai oleh manusia. Para malaikat atau yang oleh manusia jaman sekarang menyebutnya alien bisa pulang pergi dengan mudahnya dari bumi ke langit atau surga. Atau bidadari yang sering naik turun untuk mandi. Atau Ikarus yang terbang terlalu dekat ke matahari dll. Banyak legenda di dunia yang menyatakan bahwa langit itu rendah,

Hampir semua kebudayaan mempercayai bahwa langit itu rendah dan manusia bisa berhubungan langsung dengan para dewa.

 

Pada jaman Nimrod manusia-manusia raksasa kembali muncul di bumi melalui garis keturunan Kanaan anak Ham. Itulah sebabnya Kanaan kena kutuk oleh Nuh atas perbuatan ayahnya Ham yang telah melihat aurat Nuh. Raksasa dalam Bahasa Toraja disebut sebagai Indo’ Oro’-Oro’

Para raksasa inilah yang dipekerjakan untuk membangun menara Babel yang menjulang tinggi sampai ke langit (surga) sesuai kutukan Nuh terhadap Kanaan yang akan menjadi hamba. Juga dipakai untuk membangun bangunan-bangunan raksasa seperti piramida, kuil-kuil yang sisa-sisa reruntuhannya bisa kita lihat di sekitarTimur Tengah dan belahan dunia lainnya.

http://www.ancient-origins.net/opinion-guest-authors/forgotten-stones-baalbek-lebanon-001865

Stuktur bangunan batu seperti diatas hanya bisa dibangun oleh manusia raksasa.

 

Kej 10:15 Kanaan memperanakkan Sidon, anak sulungnya, dan Het,

Kej 10:16 serta orang Yebusi, orang Amori dan orang Girgasi;

Kej 10:17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini,

Kej 10:18 orang Arwadi, orang Semari dan orang Hamati; kemudian berseraklah kaum-kaum orang Kanaan itu.

Kej 10:19 Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gerar  sampai ke Gaza,  ke arah Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa.

 

Kalau diperhatikan dengan seksama, nama-nama dari keturunan Kanaan ini sebagian besar adalah orang-orang raksasa seperti yang tercatat dalam Alkitab. Juga kita tahu bahwa akhirnya Sodom dan Gomora yang didiami oleh keturunan Kanaan dibumi hanguskan oleh Tuhan.

 

Dan dikemudian hari, keturunan Kanaan ini dimusnahkan dari muka bumi memakai tangan orang-orang Yahudi.

https://www.pinterest.com/pin/542754192569613928/

 

Saya harus menceritakan tentang para raksasa ini karena mereka juga akan muncul dalam kehidupan orang Toraja.

 

Nuh

Setelah air bah tidak diketahui tinggal dimana sementara anak cucunya melakukan banyak penyelewengan. Ini berarti Nuh tidak tinggal bersama-sama dengan anak cucunya di sekitar Babel tanah Sinear.

Tapi kita bisa mendapat informasi tentang Nuh dengan nama lain yaitu Utnapishtim. Utnapishtim mengetahui rahasia kehidupan abadi dan tinggal pada sebuah pulau (terpisah dari super benua Pangea)yang dianggap sebagai dunia bawah dalam Epis Gilgamesh.

Dari Epos Ziuzudra diketahui Ziuzudra atau Nuh ditempatkan di negeri timur dimana matahari terbit

Dalam kitab Yashar (Orang Jujur) diceritakan Abraham pernah bersembunyi di kediaman Nuh dari kejaran Nimrod. Kitab ini sempat disinggung dalam Kitab Josua 10:13 dan Kitab 2 Samuel 1:18. Artinya tempat ini sangat susah didatangi bahkan oleh Nimrod sekali pun

Dari sini kita bisa mendapat gambaran dimana Nuh tinggal yaitu di sebuah pulau di sebelah timur benua Pangea.

 

MANUSIA TERSERAK

 

Dengan adanya peristiwa menara Babel ini, Tuhan melakukan perubahan alam semesta untuk kesekian kalinya.

Segera setelah bahasa manusia kacau, manusia terserak ke segala penjuru dunia.

Keturunan Yafet mendiami wilayah utara

Keturunan Ham menempati wilayah selatan termasuk bangsa Indian yang kita kenal sekarang (karena Amerika Selatan masih menyatu dengan Afrika)

Dan keturunan Sem menyebar ke wilayah pegunungan Timur.

https://www.conformingtojesus.com/charts-maps/en/noah_to_12_patriarchs_chart.htm

 

YOKTAN

Telah dijelaskan diatas bahwa keturunan Sem menyebar ke arah timur. Dan dalam Alkitab disebutkan bahwa dari keturunan Sem ada yang bernama Yoktan dan anak-anaknya menguasai pegunungan sebelah timur.

Perlu diingat bahwa saat itu dunia masih satu benua yaitu Pangea benua super.

Jadi pegunungan itu adalah termasuk yang kita ketahui sekarang adalah pulau-pulau Kalimantan, Sumatera dan Jawa

Yoktan diistimewakan dari keturunan Nuh dengan diberikan 13 bangsa karena kerendahan hatinya dan juga dianggap orang yang pernah menentang kekuasaan Nimrod

http://lbc.ac.uk/d-var-torah/parashat-noach-5/

.

 

PERUBAHAN BUMI DAN ALAM SEMESTA

Ketika manusia sudah terserak ke penjuru dunia menurut pembagian Nuh sebanyak 70 bangsa dan masing-masing  menempati wilayahnya maka super benua Pangea pun dilanda gempa bumi hebat yang membuat benua Pangea terpecah.

Benua Amerika terpisah dari benua Africa, Australia juga terpisah dan lain-lainnya. Dengan demikian Amerika khususnya bagian selatan dan juga Australia yang dihuni oleh keturuan Ham terpisah. Jadi orang Indian tidak bermigrasi dengan naik kapal atau perahu menyeberangi Samudra Atlantik apalagi harus berjalan kaki melalui Alaska di utara kemudian ke selatan Amerika karena tidak ada jejak peninggalan peradaban mereka di utara. Begitu juga dengan orang-orang Aborigin di Australia.

 

Adapun pulau-pulau kecil di ujung timur super benua Pangea, akibat pergerakan lempeng bumi, bertabrakan dan terangkat keatas. Dari tabrakan pulau-pulau ini terbentuklah pulau baru yang kita kenal dengan nama Sulawesi, yang penuh dengan mineral termasuk Ofiolit (Ophir-atau emas).

Gambar dari Google

 

Jaman pecahnya super benua Pangea ini terjadi pada jaman Peleg. Keturunan ke-lima dari Nuh.

Kej 10:25 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.

1Taw 1:19 Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya penduduk bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.

 

Alam semesta juga mengembang di jaman Peleg dan mempengaruhi keadaan permukaan bumi.

Kali ini langit semakin ditinggikan. Alam semesta mengembang seperti balon sehingga jarak antar benda-benda langit semakin renggang.

Sains membenarkan akan hal mengembangnya alam semesta. Temuan ini berawal dari pengamatan Edwin Hubble yang melihat galaksi-galaksi semakin menjauh. Seharusnya dengan adanya gravitasi semua benda langit makin mendekat bukan saling menjauh. Nama Hubble kemudian dipakai untuk teleskop luar angkasa yang mengamati bintang-bintang dilangit

 https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170129164158-199-189842/alam-semesta-mengembang-lebih-cepat-dari-yang-diperkirakan

 

Hanya saja menjadi perdebatan karena para ilmuwan memperkirakan setelah terjadi Big Bang, alam semesta langsung berkembang dalam waktu yang singkat dan tidak bisa diuji.

Memang tidak bisa diuji karena model mengembangnya lain.

https://sains.kompas.com/read/2017/05/12/20004861/benarkah.alam.semesta.kita.pernah.mengembang.cepat.bak.balon.

 

Ruang-ruang yang baru di angkasa raya terus diisi oleh bintang-bintang baru sampai saat ini untuk memenuhi angkasa.

http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/04/kelahiran-bintang-diamati-secara-langsung

 

Karena umur manusia saat itu masih panjang sehingga jaman Peleg, Nuh, Nimrod, Ophir, Abraham masih ketemu.

Dalam evolutionist jaman ini dikenal dengan jaman Jurassik sekitar 160 juta tahun yang lalu.

https://www.conformingtojesus.com/charts-maps/en/chronology_adam-abraham.htm

 

Banyak yang akan tertawa membaca ini. Tapi tidak apa-apa. Karena saya percaya sains selalu berubah-ubah seiring dengan adanya penemuan-penemuan baru yang akan mengoreksi pengetahuan yang lama.

Geologi sudah bisa diverifikasi, astronomi sedang giat-giatnya eksplorasi pengamatan angkasa luar, antropologi masih meraba-raba penyebaran ras manusia dan evolutionist masih bingung dengan penemuan-penemuannya. Creationist sibuk dengan lembaran-lembaran kitab suci.

Dan apa yang saya tulis ini terbuka untuk dikoreksi.

 

Misteri OFIR/OPHIR

Anak kesebales Yoktan. Punya keistimewaan sehingga diberi nama Ofir atau Ophir.

Ophir artinya adalah emas murni dan juga kelimpahan. Emas murni, butiran Emas, emas halus, pulau emas, negeri emas, negeri yang subur,

Ophir satu-satunya dari 70 bangsa yang dianugerahi wilayah yang subur kelimpahan dan penuh dengan emas.

Ophir diistimewakan karena bangsanya yang akan mewarisi rahasia langit yang ada pada Nuh. Untuk mendapatkan pengajaran ini maka mereka harus tinggal bersama dengan Nuh. Itulah sebabnya mereka datang ke pulau-pulau di ujung benua Pangea tempat Nuh berada.

 

Bangsa Ofir/Ophir harus cukup religious dalam aspek kehidupan mereka.

Sebuah bangsa yang terhormat karena diperhatikan Tuhan dan Nuh dengan pemberian nama dan wilayah yang istimewa. Terpelajar karena mengetahui rahasia ilahi.

Lokasi terdapat di timur, pulau-pulau yang jauh. Akses dari Laut Merah/Teberau. Tempat yang sulit atau tersembunyi sehingga hanya pelaut-pelaut berpengalaman dan punya pengetahuan tentang navigasi yang bisa mendatanginya. Diperlukan waktu sekitar 3 tahun pulang pergi termasuk waktu untuk mengumpulkan barang-barang yang diperlukan.

Sampai sekarang masih menjadi perdebatan mengenai lokasinya.

Alkitab mencatat informasi tentang Ofir/Ophir

2 Taw 9:21 Sebab raja mempunyai kapal-kapal yang berlayar ke Tarsis bersama-sama dengan orang-orang Huram; dan sekali tiga tahun kapal-kapal Tarsis itu datang membawa emas dan perak serta gading; juga kera dan burung merak

1 Raj 9:26 Raja Salomo membuat juga kapal-kapal  di Ezion-Geber yang ada di dekat Elot, di tepi Laut Teberau, di tanah Edom.

1 Raj 9:27 Dengan kapal-kapal itu Hiram mengirim anak buahnya, yaitu anak-anak kapal  yang tahu tentang laut, menyertai anak buah Salomo.

1 Raj 9:28 Mereka sampai ke Ofir dan dari sana mereka mengambil empat ratus dua puluh talenta emas, yang mereka bawa kepada raja Salomo..

1 Raj 10:11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal.

2 Taw  9:10 Lagipula hamba-hamba Huram dan hamba-hamba Salomo, yang membawa emas dari Ofir,  membawa juga kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal.

2 Taw 8:18 Dengan perantaraan anak buahnya Huram mengirim kapal-kapal kepadanya dan anak buah yang tahu tentang laut. Bersama-sama anak buah Salomo mereka sampai ke Ofir dan dari sana mereka mengambil empat ratus lima puluh talenta emas, yang mereka bawa kepada raja Salomo.

2 Taw 9:21 Sebab raja mempunyai kapal-kapal yang berlayar ke Tarsis bersama-sama dengan orang-orang Huram; dan sekali tiga tahun kapal-kapal Tarsis itu datang membawa emas dan perak serta gading; juga kera dan burung merak.

 

Untuk membawa emas dan barang berharga dari wilayah Ophir, maka Raja Salomo memakai orang-orang Tarsis.

Pelabuhan mereka di sekitar Laut Merah atau Laut Teberau.

Laut Merah ini berhubungan dengan Samudra Hindia atau Samudra Indonesia.

Jadi Orang Tarsis yang dimaksud bukanlah orang-orang yang berada di Laut Mediterania yang berhubungan dengan Samudra Atlantik

Lewat Laut Merah ini pula lah kapur barus yang ada di Sumatera Utara masuk ke Mesir untuk dijadikan bahan rempah-rempah pengawetan mummi

 

Untuk mengetahui di mana letak tempat ini Alkitab mencatat sbb…

Maz 72:10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba  dan Seba menyampaikan upeti

Semuanya mengarah ke timur. Jadi pulau-pulau yang dimaksud adalah pulau yang ada di Indonesia

 

Lokasi inilah yang dicari-cari berabad-abad yang lalu tapi mereka tidak menemukannya. Mereka tidak menemukannya karena mereka mengabaikan keberadaan bangsa Tarsis dan Huram.

 

Siapakah orang-orang Tarsis ini?

Kej 10:2 Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras.

Kej 10:3 Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma.

Kej 10:4 Keturunan Yawan ialah Elisa, Tarsis, orang Kitim dan orang Dodanim.

Kej 10:5 Dari mereka inilah berpencar bangsa-bangsa daerah pesisir. Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka.

Orang-orang Tarsis adalah orang-orang yang tinggal di pesisr pantai. Mereka adalah pelaut ulung. Mempunyai kapal-kapal kargo untuk membawa barang-barang dagangan.

 

9:27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."

 

Ya…mereka adalah orang Bugis Makassar yang kita kenal sekarang ini. Mereka lah salah satu keturunan Yavet  yang mendiami tanah Yawan ( Javan, Java) atau Yaman sekarang ini, tepatnya di Ta’iz

Mereka-mereka inilah pelaut-pelaut ulung dari negeri Timur. Tidak ada lagi suku yang sehebat mereka di lautan. Kapal-kapal pinisi sudah terkenal dari jaman dahulu sebagai kapal cargo atau kapal dagang.

Anda akan mendapatkan cerita Landorundun di sini.

Dari suku Bugis Makassar inilah yang kemudian mendirikan banyak kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara. Mulai dari Kalimantan sampai Malaysia. Itulah sebabnya dikemudian hari Nusantara sering disebut negeri Tarsis.

Nabi Yunus ketika hendak melarikan diri dari hadapan Tuhan pun naik kapal cargo hendak ke negeri Tarsis karena jaman Yunus pulau-pulau di Indonesia ini sudah dikuasai oleh para pelaut Tarsis.

Dan kita tahu, untuk sampai ke wilayah Indonesia harus melewati Samudra Hindia yang dihuni banyak ikan paus.

Yunus memilih lari dari hadapan Tuhan dan pergi ke negeri Tarsis karena Yunus tahu ada keturunan Sem di wilayah tersebut.

Orang Tarsis inilah yang mendiami Sulawesi Selatan. Dan bukti bahwa orang-orang ini hebat dalam pelayaran dan navigasi, nama Karaeng Pattingalloang dari Timur disandingkan dengan Geraldus Mercator dari Barat pada sebuah peta yang belum tertandingi sampai saat ini yang berada di Museum Karaeng Pattingalloang

https://books.google.co.id/books?id=T4yKCgAAQBAJ&pg=PA61&lpg=PA61&dq=cendana+sulawesi&source=bl&ots=bKLUnGzaAv&sig=PBNSHfxqJHU5dsM07EXbplrufGk&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiG5NWE9O_ZAhUJQo8KHXMKDTg4ChDoAQhEMAY#v=onepage&q=cendana%20sulawesi&f=false

 

 

Siapakah Huram?

2 Taw 2:13 Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi,

2 Taw 2:14 anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud.

 

Huram adalah seorang pandai dalam hal logam. Dialah yang mengerjakan semua peralatan logam di Bait Allah yang dibangun Salomo.

Orang-orang Huram ini bekerja sama dengan orang Tarsis pergi ke negeri Ofir untuk mengangkut emas, kayu dll.

Dan tidak ada suku di Indonesia ini yang paling ahli dalam hal logam kecuali suku Tolaki yang mendiami Sulawesi Tenggara.

Dan anda juga akan mendapatkan cerita tentang Puang Landorundun di sini

 

Setelah runtuhnya kerajaan Israel, Tarsis dan Huram menetap di pulau Sulawesi. Tarsis menempati kaki bagian barat yang sekarang menjadi Sulawesi Selatan dan Huram menempati kaki sebelah Timur yang sekarang menjadi Sulawesi Tenggara.

Mereka menetap di pulau ini karena mereka lah yang mengetahui Ofir/Ophir yang sangat rahasia.

 

Letak Ofir yang tersembunyi karena berada di dalam teluk Bone membuat lokasi mereka susah di dapatkan. Inilah yang membuat banyak raja-raja dunia mencarinya tapi tidak menemukannya.

Bangsa Eropa setelah jatuhnya Bizantium ke tangan orang Islam membuat mereka keluar mencari negeri Ophir, sebuah negeri yang subur, yang dipenuhi rempah-rempah dan mineral, sebuah negeri yang indah. Dimana matahari terbit setiap harinya. Negeri  yang selalu dipuja-puja oleh pujangga-pujangga Eropa.

Tidak ada pulau di dunia ini yang dihuni oleh dua buah suku berbeda yang menguasai pelayaran dan logam kecuali di Sulawesi. Dikemudian hari mereka disebut Deutro Melayu oleh para antropolog.

Mereka lah yang menjaga rahasia keberadaan  bangsa Ofir/Ophir

Tentang emas Ophir tersebut banyak ditemukan di pulau ini. Kita bisa melihat bagaimana cara pendulang emas di Sulawesi Tengah. Mereka mempunyai ritual sebelum mendulang emas.

 

Dalam peta pertambangan dunia, Sulsel merupakan sentra jalur emas di dunia.

http://www.kemendagri.go.id/news/2008/09/23/sulsel-punya-tambang-emas-terbesar-di-dunia

 

 

Catatan : Untuk lebih muda mengerti tentang bangsa-bangsa yang ada di Alkitab, sebaiknya memakai istilah bahasa Toraja Tongkonan. Sebagai contoh…Yakub mendirikan Tongkonan Layuk Israel. Dari Tongkonan Layuk Israel, 12 anaknya mendirikan lagi Tongkonan-Tongkonan. Dalam satu Tongkonan ini bisa terdiri dari beberapa rumpun keluarga. Itulah sebabnya banyak kita dapati di Alkitab nama-nama orang atau bangsa yang sama tapi beda wilayah atau tempat, karena mereka mendirikan Tongkonan yang masih sama dengan Tongkonan sebelumnya.

Seperti keturunan Yavet. Kita akan mendapati keturunan Yawan dan Tarsis sebagai orang Yunani dan Spanyol di laut Mediterrania. Dan kita juga akan mendapati keturunan Yavet di semenanjung Arab di sekitar Laut Teberau (Laut Merah) yaitu Yaman dan Ta’iz. Semua itu membuat bingung para peneliti Alkitab karena disangka sebagai 1 orang saja.

 

SUKU TORAJA

Dalam antropologi Suku Toraja kenal sebagai Proto Melayu. Proto Melayu inilah yang pertama-tama datang ke kepulauan yang ada di Indonesia dan sekitarnya

Mereka mereka itulah keturunan Ofir atau Ophir yang datang pertama ke daerah pegunungan sebelah Timur karena sesuai dengan namanya, Ofir atau Ophir diberi karunia emas dan kelimpahan.

http://www.abarim-publications.com/Meaning/Ophir.html#.Wr796y5uaUk

 

 

NENEK MOYANG ORANG TORAJA.

Dalam kosmologi orang Toraja yang tertuang dalam Passomba Tedong (Penyucian Kerbau) dikatakan bahwa nenek moyang orang Toraja Datu Laukku’ (manusia pertama di Toraja) tercipta dari emas murni. Tidak ada bangsa di dunia ini yang nenek moyangnya tercipta dari emas kecuali Toraja

Dalam Passomba’ Tedong, penciptaan Datu Laukku’ dan alam semesta sejalan dengan kitab Kejadian pasal pertama. Disini menceritakan hubungan dan status manusia dengan alam sekitarnya termasuk hewan dan tanaman.

Cerita Pong Mula Tau dan selanjutnya hampir sama dengan kejadian pasal kedua sampai peristiwa menara Babel

Selanjutnya manusia Toraja dibekali pengetahuan ilahi dan segala ritualnya (Aluk dan Pemali), ajaran moral. Juga dibekali pengetahuan tentang pengelolaan alam (mulai dari pertanian, pengobatan dan lain-lain yang dimanifestasikan sebagai  Nene’na)

 

Siapakah manusia emas tersebut?

Ophir yang datang memimpin bangsanya ke pulau di timur itu. Manusia Emas.

Dan seperti diawal tulisan ini, mereka datang naik perahu dalam beberapa kelompok yang disebut Arruan.

Mereka mendarat dan bermukim di pulau-pulau kecil yang tersebar di ujung sebelah timur super benua Pangea.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d1/The_World_as_Peopled_by_the_Descendants_of_Noah_Shewing_the_Countries_Possessed_by_Shem%2C_Ham_%26_Japhet_and_their_posterity_after_the_confusion_of_tongues..jpg

Silahkan diperbesar gambar diatas.

Anda akan mendapatkan bahwa Pulau Sulawesi adalah pulau yang diberikan Nuh untuk Ophir.

Pulau ini tersendiri dan terpisah dari super benua Pangea. Ini bisa dilihat dari flora dan faunanya yang mempunyai ciri khas tersendiri dan tidak terdapat pada pulau-pulau lainnya sehingga  Alfred Russel Wallace membuat garis pemisah..

 

Ophir adalah Puang Tangdilino

Adapun di Toraja orang mengenal sosok Puang Tangdilino yang memimpin migrasi dari Rura. Puang Tangdilino inilah kemudian yang pertama-tama mendirikan Tongkonan Banua Puan di Toraja tepatnya di Mengkendek. Dari Banua Puan ini keturunan Puang Tangdilino menyebar di pulau Sulawesi.

 

Melihat kesamaan figure Ofir atau Ophir yang memimpin migrasi ke pulau-pulau di sebelah timur maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Puang Tangdilino adalah Ofir atau Ophir itu sendiri.

Kedatangan Ofir atau Ophir ini juga disertai keturunan Kanaan sebagai hamba kaum Sem.

 

Kej 9:26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.

 

Kaum Kanaan yang datang adalah Potto Kalembang yang dikenal sebagai bapa Kaunan (hamba)

Kaum Kanaan atau Potto Kalembang (kaunan) adalah para raksasa seperti yang telah dijelaskan diawal. Hanya saja keturunan Kaunan (raksasa) ini telah punah. Dalam dongeng-dongeng orang Toraja biasa disebut Indo’ Oro’-Oro’. Peninggalan-peninggalan mereka bisa kita lihat di lembah Besoa di Sulawesi Tengah dan tulang-tulang para raksasa dalam kuburan-kuburan kuno di Toraja dan mungkin di beberapa tempat lainnya.

https://www.museumnasional.or.id/peninggalan-arkeologi-megalitik-di-sulawesi-tengah-1357.

 

Wilayah yang mereka tempati kemudian diberi nama Tondok Lepongan Bulan, Tana Matari’ Allo yang berarti Negeri Bulat seperti Bulan, Negeri  dimana Matahari Terbit (terjemahan bebas). Inilah sebuah Negara yang berdaulat penuh berbentuk federasi dari beberapa rumpun keluarga yang disebut Tongkonan. Dari mereka ini lah menyebar suku-suku di Sulawesi dan sekitarnya. Hampir semua suku-suku di Sulawesi menganggap mereka adalah keturunan Toraja. Juga nama Tonga yang adalah nama-nama Tongkonan di Toraja banyak dipakai oleh suku-suku di Sulawesi, Philipina bahkan sampai ke pulau-pulau di samudra Pasifik.

 

Siapakah yang mengajari Ophir/Puang Tangdilino’ hukum-hukum (Aluk)

Aluk dan Pemali dalam kosmologi orang Toraja dikatakan bahwa itu dibuat di langit dan diturunkan ke bumi untuk dilaksanakan oleh orang Toraja. Itu berarti bahwa pengetahuan itu adalah pengetahuan dari langit yang ilahi.

Yang mengetahui semuanya itu adalah Puang Suloara’ to patutungan bia’ (Pelita Hati yang Menerangi Jalan)

Dari manusia-manusia yang selamat dari bencana air bah, hanya Nuh lah satu-satunya yang tahu rahasia ilahi. Maka Puang Suloara’ adalah Nuh itu sendiri. Beliau lah yang mengajari Ophir. Puang Suloara’ lah yang mengajarkan  sesegala suatunya pada Puang Tangdilino.

-          Tongkonan adalah pusat dari kehidupan orang Toraja. Bahkan Tongkonan adalah semacam kitab kehidupan dalam masyarakat Toraja. Tiap bagian dari rumah Tongkonan mempunyai arti dan philosophy sendiri. Semua ritual dilakukan di sekitar Tongkonan.

-          Toraja adalah pemegang kunci surga. Mereka tahu cara kembali kepada Tuhan melalui Bate Manurung (Tangga ke Surga)

-          Tarian Pitu, cara memutuskan perkara yang hampir sama dengan “membuang undi”

Ams 18:18 Undian mengakhiri pertengkaran, dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang berkuasa.

Ams 16:33 Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

-          Kosmologi Toraja.

  1. Utara, Tempat yang paling mulia. Ulunna Langi (Surga) tempat Puang Matua (Tuhan) bersemayam (ketika manusia telah genap Aluk-nya kembali kepada Sang Pencipta dengan Membali Puang).
  2. Timur, Tempat kehidupan, kebahagiaan. Upacara2 kebahagiaan dilakukan di sebelah timur pada saat matahari terbit
  3. Selatan, Dunia Roh. Tempat roh beristirahat sebelum diupacarakan. Puya sama dengan Hades atau Sheol. Mayat orang Toraja akan disemayamkan di ruang belakang (Sumbung) rumah dan dianggap sebagai orang yang sedang tidur atau sakit.
  4. Barat. Tempat para dewa. Tempat leluhur akan berdiam Bersama para dewa (Mendeataan). Itulah sebabnya saat upacara kematian, Lakkian ditempatkan di sebelah barat

Puncak dari rangkaian upacara ini adalah Ma’bate. Mengantarkan roh leluhur kembali kepada Tuhan dengan memakai Tangga. Setelah pelaksanaan Ma’bate ini, maka leluhur dikatakan Membali Puang atau kembali kepada Sang Pencipta.

Maka Tongkonan yang sudah melaksanakan Ma’bate dikatakan Sundun Alukna atau upacaranya sudah lengkap dengan ditandai penanaman pohon Sendana, Tabang dan Belo Bubun di halaman rumah Tongkonan.

Dari seluruh kebudayan dunia, mungkin hanya Toraja yang bisa melakukan semua ini.

Semuanya karena ajaran langsung dari Nuh

Di saat semua kebudayaan-kebudayaan dunia takut dengan kematian, justru Toraja tidak. Mereka tidak mengenal konsep neraka atau reinkarnasi, yang mereka kenal adalah kembali kepada Tuhan-nya.

-          Orang Toraja bisa membangkitkan mayat

-          Punya ilmu tafsir yang bisa menafsirkan segala sesuatunya yang disebut Ma’pesissik. Sayang ilmu ini tinggal dipakai pada ayam dan kerbau untuk diadu

-          Sunat telah dilakukan oleh orang-orang Toraja jauh sebelum masuknya agama-agama Samawi ke Indonesia. Itulah sebabnya mereka manamakannya Tille bukan sunat.

-          Dan masih banyak lagi.

 

Tongkonan adalah sebuah arsitektur kuno karena rancang bangunnya tidak memakai paku. Semuanya saling kait mengait, jalin menjalin dan ikat mengikat satu sama lainnya sama seperti kehidupan itu sendiri. Sistem arsitektur ini juga terdapat pada perahu Pinisi yang tidak memakai paku. Ruangan dalam rumah tongkonan ada 3 (tiga) yaitu Paluang (depan/Utara), Sali (Tengah) dan Sumbung (belakang/Selatan) menggambarkan tingkat dunia kosmologi yaitu dunia atas tempat Tuhan bersemayam, dunia tengah tempat manusia hidup dan dunia bawah tempat para arwah/sheol/hades.

Paluang (dunia atas) tempat anak-anak tidur.

Sali (dunia tengah/bumi) tempat untuk beraktifitas seperti memasak dan berkumpul dalam keluarga. Sementara Sumbung (dunia bawah) biasanya tempat untuk membaringkan mayat sebelum diupacarakan.

Rumah Tongkonan adalah gambaran dari perahu Nuh yang terbuat dari kayu dengan tidak memakai paku serta mempunyai 3 (tiga) tiga ruangan.

-Rumah Tongkonan dipercaya  awalnya dari perahu yang dipakai untuk datang ke pulau ini oleh Ophir dan kaumnya. Kemudian perahu ini dijadikan sebagai rumah tinggal.

- Kemungkinan Nuh lah yang mengajari Ophir dan kaumnya minum tuak. Kita tahu bahwa Nuh adalah seorang yang suka minum sehingga sampai sekarang pun orang Toraja tidak lepas dari minuman tuak dalam setiap perjamuannya.

-Dalam strata social orang Toraja mengenal Tana’ Bulaan (status tertinggi, emas). Tapi orang Toraja tidak menganggap mempunyai emas yang banyak sebagai symbol status. Emas bagi orang Toraja hanyalah perhiasan. Mereka lebih terobsesi kepada hewan peliharaan seperti kerbau. Ini karena kerbau atau lembu menjadi symbol kendaraan ke Puya atau dunia orang mati.

Dewa Yama penguasa dunia orang mati mengendarai kerbau

Dalam Gilgamesh disebut Banteng/Lembu Surga dan Alkitab disebut  Behemoth dan masih banyak lagi cerita tentang kerbau sebagai sebuah kendaraan suci.

http://seputartentangalkitab.blogspot.co.id/2011/01/alkitab-tentang-binatang-purba.html

 

Sutera, kain sutera adalah termasuk kain asli dari Sulawesi. Tidak ada petunjuk bahwa kain sutera diajarkan oleh orang China daratan. Sulawesi adalah termasuk tempat yang paling banyak jenis kupu-kupunya yang artinya punya banyak jenis ulat. Ulat sutera sangat cocok dengan suhu sejuk  yang ada di pegunungan Sulawesi karena dari situlah habitat aslinya.

Didalam Passomba’ Tedong disebutkan bahwa orang Toraja telah dibekali pengetahuan menenun dengan anya Nene’na Kapa’ (kapas)

Puang Lambe’ Susu ibu dari Landorundun adalah seorang penenun sutera di gunung Sesean. Tanaman murbeinya masih banyak terdapat di sekitar gunung Sesean. Dalam legenda Tiongkok, sutera ditemukan oleh seorang putri ketika sedang melakukan suatu perjalanan ke sebuah tempat. Tidak disebutkan dimana tempat tersebut.

Toraja pun sudah mengenal batik sendiri yaitu Maa’ atau Mawa’. Bahkan batik tertua di Indonesia berasal dari Toraja.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/10/02/ini-motif-batik-tertua-asli-dari-indonesia-tanpa-terpengaruh-budaya-negara-lain

 

Kopi

Kopi dalam bahasa Toraja adalah Kaa atau Kawa

Kaa juga berarti kuat (makaa’, makawa’)

Kaa juga berarti ketagihan (nakaa’, nakawa’)

Dalam bahasa Arab kopi adalah Qahwa yang berarti kuat.

Asal usul nama Qahwa ini masih diperdebatkan. Tapi satu fakta bahwa di Toraja ini menjadi sebuah kata yang mempunyai arti yang jelas. Orang Toraja telah mengetahui khasiat biji, daun dan akar kopi.

Asal usul kopi di Arab juga tidak jelas tapi dikatakan dari Ethiopia.

 

Awal mula Ophir/Toraja di kenal dunia luar.

Tersebutlah seorang pelaut Tarsis sedang melintas di perairan selat Makassar, secara tidak sengaja melihat sebuah benda berkilau terapung di dekat muara sungai Sa’dan. Pelaut Tarsis ini kemudian dikenal sebagai Puang Bendurana. Penasaran dengan benda tersebut kemudian diambil. Ternyata sebuah wadah dari emas berisi rambut yang sangat panjang, Puang Bendurana tidak akan penasaran seandainya rambut itu berada dalam wadah biasa. Tapi karena wadahnya terbuat dari emas dan terlihat berkilau terkena sinar matahari. Pikirnya yang punya wadah dan rambut ini pasti bukanlah orang biasa maka rasa penasarannya menjadi begitu tinggi.  Puang Bendurana pun mulai menelusuri sungai Sa’dan mulai dari hilir sampai ke hulu dengan memakai perahu.

Saat itu pulau Sulawesi masih dalam proses pembentukan dan belum seperti sekarang ini. Daerah Toraja masih bisa dijangkau dengan memakai perahu.

Singkat cerita, Bendurana berhasil mempersunting pemilik rambut tersebut yaitu Puang Landorundun.

 

Kenapa kopi dan emas dari Sulawesi bisa sampai di Ethiopia?

Karena diharuskan tinggal di Toraja sementara Bendurana ingin pulang ke tempat asalnya, maka mereka melarikan diri dari Toraja dan kembali ke Syeba atau Yaman sekarang ini. Dari sini ratu Syeba mengetahui emas Ophir. Dan Puang Bendurana dan Puang Landorundun diminta kembali ke pulau Ophir untuk mengambil emas tersebut bersama dengan orang Syeba. Setelah kembali kemungkinan pulau Sulawesi sudah berubah dengan naiknya permukaan daratan seperti Endekan sehingga daerah itu dinamai seperti sekarang ini yang artinya “Naik”. Raja Salomo mengetahui  asal emas Ophir setelah kunjungan Ratu Syeba. Segera Raja Salomo memerintahkan orang-orang Tarsis dan orang Huram pergi ke Toraja untuk mengambil emas. Emas di daerah yang dikuasai oleh orang Toraja banyak maka mereka mengambil semampu mereka ambil. Ibarat orang Indonesia yang mempunyai banyak pohon, mereka tidak terlalu teropsesi dengan pohon, tapi orang-orang di daerah padang pasir sangat bangga mempunyai atau menanam pohon di rumahnya. Demikian juga orang Toraja, karena emas banyak mereka tidak terlalu teropsesi pada emas tapi lebih teropsesi kepada ternak seperti kerbau karena ini adalah hewan yang bernilai untuk dibawa ke dunia orang mati atau Puya.

Kejadian ini kemungkinannya terjadi sebelum berdirinya kerajaan Israel  1000 SM karena Raja Daud telah mempunyai emas Ophir atau berakhirnya jaman cretasous atau dipenghujung Mesozoic era.

 

Karena di Toraja Puang Bendurana telah mencicipi khasiat minuman kopi ini sehingga beliau pun membawanya ke negerinya ketika pulang. Itulah sebabnya tanaman ini bisa dijumpai di Ethiopia

Ketika minuman kopi booming di dunia, orang Arab merahasiakan asal muasal tanaman ini kepada orang-orang Eropa.

Padahal mereka mendapatkan biji kopi dari pedagang2 dari kerajaan Bone/Luwu dan Goa/Pinrang sehingga memicu Perang Kopi di Toraja antara kerajaan-kerajaan ini.

Adalah mustahil cerita bahwa kopi diberikan Belanda ke kerajaan Bone yang kemudian menanamnya di Toraja. Kalau seandainya Bone yang menanam kopi di Toraja tentu tidak akan terjadi perebutan komoditas ini sehingga terjadi perang.

Bahkan ketika Belanda menduduki daerah ini mereka heran mendapatkan ada tanaman kopi di Toraja.

Itu artinya bahwa kopi sudah ada di Toraja dari jaman purba bukan dibawa oleh Belanda seperti yang tertulis dalam sejarah kopi di Indonesia.

Dari sini pula lah bangsa Tarsis mengetahui cara membuat kapal cargo yaitu Phinisi yang terkenal dari jaman purba hingga saat ini.

Ketika kerajaan Salomo (Israel) runtuh maka orang-orang Tarsis dan Huram tinggal menetap di Pulau Sulawesi dan membentuk bangsa (Tongkonan/suku) baru.

Kadatuan Luwu.

Setelah kedatangan bangsa Tarsis dan Huram yang kemudian bercampur dengan bangsa Ophir/Toraja maka Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo berubah menjadi Kadatuan Luwu. Kerajaan inilah yang dikenal oleh orang-orang Majapahit dikemudian hari. Dari Kadatuan Luwu mereka mendapatkan senjata dan peralatan logam yang bagus yang dibuat oleh keturunan Huram. Peralatan ini terkenal pada jamannya. Orang-orang Huram inilah yang kemudian menjadi Empu-Empu di tanah Jawa karena kemampuan mereka dalam membuat senjata dari logam.

Tentang sepak terjang Kadatuan Luwu kita bisa mengetahuinya dari Sure’ I Lagaligo.

 

Mandar

Suku Mandar adalah percampuran orang Toraja (Pongkapadang) dengan orang laut (Torije’ne’- Tarsis-Bugis Makassar)

Anda akan mendapatkan Lambe’ Susu ibu Landorundun di sini. Dari Mandar seorang Ampu Lembang bersama pasukannya berangkat ke Sumatera. Mereka berangkat dari Binanga atau Minanga sebuah wilayah di Mandar. Di Sumatera mereka mendirikan kadatuan Sriwijaya dengan ibu kota Palembang yang diambil dari kata Ampu Lembang. Bukti tersebut tertuang dalam sebuah prasasti yang dikenal sebagai prasasti Kedukan Bukit dimana tertulis mereka merangkat dari Minanga Tammuan memakai perahu dengan menempu pelayaran sekitar sebulan.

 

Pinrang

Pinrang atau dalam bahasa Toraja adalah Pindan. Pindan dalam bahasa Toraja adalah porselen yang menjadi sebuah symbol status dalam sastra-sastra Toraja. Pinrang adalah daerah yang menghasilkan piring-piring porselen yang sangat cantik sehingga kaisar-kaisar dari Tiongkok pun memakainya dan mempelajari cara pembuatannya dari Pinrang. Maka jangan heran kalau di Pinrang ditemukan porselen atau keramik beserta tungku pembakarannya yang dianggap dari dinasti Yuan. Itu artinya bahwa poselen atau keramik tersebut dibuat di Pinrang bukan di Tiongkok.

 

Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai Deutro Melayu atau pendatang kedua ke kepulauan Indonesia.

 

https://books.google.co.id/books?id=thq3CgAAQBAJ&pg=PA67&lpg=PA67&dq=ancient+sulawesi&source=bl&ots=1zdprnkYXv&sig=fKtlnjqzGSKdPxSQAd7fXnp8Y1E&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiuy4av6u_ZAhVGpI8KHRsaDsw4ChDoAQhWMAo#v=onepage&q=ancient%20sulawesi&f=false

 

 

Toraja adalah ras Arya

Ras Aria adalah ras murni atau ras emas yang unggul dengan sastra lisan yang tinggi

Toraja adalah bangsa Aria. Dilihat dari silsilahnya yang istimewa.

Nuh, Sem, Arpakhsad, Selah, Eber, Yoktan, Ofir. Lambang bangsa Aria ini adalah Swastika si empat kaki. Itu pula lah yang menjadi obsesi dari Hittler memilih Swastika untuk menjadikan bangsa Jerman sebagai bangsa Aria.

Toraja memiliki ukiran atau lambang Swastika di rumah yang disebut seperti :

Pa’sekong Anak

Pa’sekong Dibungai

Pa’sepu’ Torongkong

http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2725/ragam-jenis-ukiran-toraja-sulawesi-selatan

 

Dan yang paling tidak disadari dari semua itu adalah gambar pulau Sulawesi. Itulah petunjuk tersembunyi dari swastika, bahwa di pulau empat cabang inilah yang dihuni oleh bangsa Aria itu.

Terakhir Hitler menyadari bahwa bangsa Aria itu adanya di Indonesia sehingga Hitler melarikan diri ke Indonesia dan tinggal di Sumbawa NTB dengan menyamar sebagai seorang dokter. Tapi sayang, Hitler tidak bisa menemukan Swastika yang ada di Sulawesi sampai akhir hayatnya

https://nasional.sindonews.com/read/1054076/19/menelusuri-jejak-hitler-di-indonesia-1445161370

 

Ras Arya juga terkenal sebagai ras yang terpelajar, bukan dilihat dari parasnya yang sempurna. Banyak bangsa-bangsa di dunia berparas bagus, banyak juga bangsa-bangsa di dunia ini yang maju tehnologinya. Tapi apakah itu yang dimaksud dengan terpelajar? Bukan.

Yang dimaksud terpelajar dari zaman kuno adalah pengetahuan tentang rahasia ilahi. Itulah rahasia yang dicari-cari oleh orang-orang perkasa dan raja-raja pada jaman kuno. Rahasia bagaimana caranya untuk kembali kepada sang Pencipta yaitu Membali Puang. Rahasia ini hanya diketahui oleh orang Toraja.

Demikianlah asal usul Orang Toraja dan Orang-Orang yang mendiami Pulau Sulawesi.

(Diambil dari berbagai sumber/Lambi Allokendek/Gloopic.net/Widjaja Lagha).

 

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :54
Visitor Today :3.240
Visitor Total :6.526.069

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.