gloopic.net
Artikel / Sosok

Mengenang S. Minggu, Sang Perintis Kemerdekaan

Oleh : Edward R. Batara

Samuel Minggu Batara (S. Minggu) adalah seorang putra asli Indonesia yang dilahirkan di Mandetek Makale Kabupaten Tana Toraja. Minggu lahir pada tahun 1910 dengan bersaudarakan 9 orang dari ayah bernama Puang Ruru' Batara, seorang Kepala Kampung dan tokoh adat budaya suku Toraja pada abad ke 19.

Tahun 1929, S. Minggu tamat dari Sekolah Gubernemen di Makale dan selanjutnya diangkat menjadi Guru pada Sekolah Zending selama 3 tahun di Makale Tana Toraja

Tahun 1930, Minggu masuk anggota Marine (angkatan laut) Belanda dan ditempatkan pada Kapal Perang Hr. Ms. De Zeven Provincien yang merupakan Kapal Perang Belanda terbesar di Hindia Belanda saat itu. Hr. Ms. De Zeven merupakan kapal latih yang berfungsi sebagai tempat latihan dan ujian bagi anggota Marine Belanda yang hendak naik pangkat.

Tahun 1933, tepatnya di awal bulan Pebruari Minggu terlibat Gerakan Pemberontakan Anak Pribumi (orang Indonesia) melawan Belanda yang dikenal dengan Peristiwa Kapal Perang Hr. Ms. De Zeven Provincien. Pemberontakan ini didasari perlakuan tidak adil Belanda. Akhirnya, kapal perang Hr. Ms. De Zeven Provincien berhasil dikuasai sepenuhnya oleh anak Pribumi (orang Indonesia).

Hr. Ms. De Zeven Provincien lalu meninggalkan pelabuhan Aceh untuk maksud memperjuangan persamaan hak dan cita-cita pembebasan/kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tetapi pemberontakan itu berakhir saat Kapal tersebut melintas diperairan Selat Sunda, setelah dikepung dan diberondong tembakan dari permukaan laut dan udara oleh pasukan tempur Belanda.
Minggu bersama rekan rekannya yang masih bertahan hidup di kapal itu ditawan dan ditahan Belanda di pulau Onrust kepulauan seribu selama 3,5 tahun penjara.

Tahun 1936, S. Minggu dibebaskan dari penjara dikembalikan kepada orang tua dan sanak saudaranya dan selanjutnya masuk Sekolah Kemah Injil Makassar (sekarang STT Jafray), dan selanjutnya menjadi penginjil CMA di pedalaman Kalimantan Timur

Tahun 1938, Minggu meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Long Berang Kecamatan Mentarang Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur

Di tahun 1985, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan S. Minggu sebagai Perintis Kemerdekaan anumerta, dengan Surat Keputusan Menteri Sosial RI No. Pol. 5/VII/85/PK/ANUM, tanggal 3 Juli 1985

Tahun 1988, Kerangka Jenazah S. Minggu dipindahkan dari pemakaman umum Desa Long Berang Kecamatan Mentarang Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur ke Makam Pahlawan Buntu Lepong Rantepao Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan.

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :95
Visitor Today :2.959
Visitor Total :6.362.371

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.