gloopic.net
Artikel / Sosok

RIP Christina Rantenata : Perginya Penerus Malahayati

Telah berpulang ke rumah Bapa di surga Ibunda kita Christina Rantenata hari Minggu malam di Rumah Sakit TNI AL dr Mintohardjo di Pejompongan Jakarta Pusat karena sakit yang dideritanya. Begitu pesan singkat yang redaksi gloopic terima dari Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI).

Berita ini sungguh mengejutkan karena baru saja rapat redaksi gloopic mengadakan rapat dan berencana membuat kolom yang dinamakan sosok yang salah satunya menulis tentang sosok yang satu ini.

Begitu banyak sosok yang mempunyai rekam jejak dan bahkan pengabdian bagi bangsa ini namun seolah tidak mendapat tempat dan bahkan bukan tidak mungkin terlupakan seiring perjalanan waktu, Christina Rantenata salah satunya.

Menjadi tokoh bukan melulu berarti menjadi pucuk pimpinan ataupun sosok populer dan selalu menjadi pusat perhatian publik. Tetapi konsistensi dan mempunyai sikap tersendiri akan menjadikan seseorang sosok yang patut dikenal bahkan dikenang sepanjang masa.

Profil Christina Rantenata

Christina Maria Rantetana, S.KM., M.P.H. (lahir di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 24 Juli 1955; umur 61 tahun) Christina adalah perempuan pertama di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) yang mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di luar negeri, di Royal Australian Naval Staff Course di Sydney, Australia.

Menjadi Anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) pertama yang ditugaskan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI. Perempuan pertama yang menjabat Direktur Sekolah Kesehatan di Angkatan Laut. Anggota Kowal pertama yang mengikuti pendidikan strata dua di Tulane Universitas New Orleans, Amerika Serikat.

Anggota Kowal pertama yang menjadi staf ahli Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Bidang Ideologi dan Konstitusi. Dan, Jenderal bintang dua perempuan pertama di Angkatan Laut serta se-Asean.

Mengenang Keseharian Christina

Pembawaannya sangat sederhana, tubuhnya yang dibalut baju seragam jauh dari kesan keras dan sangar yang biasanya menjadi trademark militer. Senyum hangatnya selalu mengembang di setiap kesempatan dengannya.

Bagaimana seorang perempuan yang berasal dari dataran tinggi Toraja ini bisa terjun di dunia bahari? Perempuan paruh baya kelahiran Mengkendek ini menyatakan tidak pernah menduga dari masa kecilnya di Toraja hingga langkahnya memasuki pendidikan militer yang menurutnya tanpa rencana. Bagi Christina muda yang baru melihat laut saat menjejak di Makassar untuk melanjutkan pendidikan ke Akademi Perawat, berkarir di Angkatan Laut tak pernah timbul dalam benaknya.

Setelah menyelesaikan pendidikan perawat pada 1978, satu keinginannya hanyalah mengejar karir untuk menjadi seorang kepala perawat di sebuah rumah sakit. Alasannya sederhana, senang melihat sesuatu yang bersih dan rapi. Di samping itu ada rasa bangga bila melihat kepala perawat berjalan keluar masuk bangsal rumah sakit untuk memeriksa ruangan.

Dirinya menjadi seorang perwira tinggi yang menyandang bintang dua di pundaknya dari jejeran Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) setelah dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio pada 28 Juni 2013 di Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur.

Sang laksamana mengakhiri masa baktinya, sebagai Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi. Sebagai perempuan Toraja, saat berbicara mengenai dunia perempuan khususnya perempuan Toraja; beliau mengatakan bahwa dalam diri sebagian besar perempuan Toraja memiliki karakter seorang tominaa (=tokoh agama Toraja) yang bijaksana dan mampu untuk menjadi seorang pemimpin.

"Sayangnya, perempuan Toraja masih malu-malu dan ragu untuk tampil sendiri, selalu merasa butuh kawan untuk mendampingi. Untuk itu diperlukan pembinaan dan pendampingan agar langkah mereka lebih terarah," kata Christina.

Bagi Christina perempuan masa kini tak hanya berkutat dengan urusan dapur, mereka yang ingin maju harus bisa menyalurkan potensi dirinya. Harus berani untuk menyampaikan pendapat dan tahu kemana akan melangkah. Pemberdayaan perempuan harus dilakukan baik secara struktural maupun kultural. Perempuan harus bangkit untuk membela kaumnya.

Ketika ditanya kesannya sebagai perempuan Indonesia kedua yang menyandang pangkat laksamana setelah Laksamana Malahayati, Panglima Inong Balee di lingkungan yang didominasi lelaki? Beliau mengatakan, semangat emansipasi itu sudah ada sejak abad 15 yang lalu ketika seorang perempuan dipercaya untuk memegang posisi penting sebagai tangan kanan Sultan Aceh.

Menurut Christina sayangnya meski saat ini kita mendengung-dengungkan emansipasi perempuan, pada kenyataannya langkah perempuan banyak yang masih dihambat oleh beragam aturan yang diberlakukan baik secara struktur organisasi maupun dalam kultur yang dianut. Untuk menambah bintang di pundaknya pun terjadi perdebatan panjang selama sepuluh tahun demi sampai pada satu keputusan, layak tidaknya seorang perempuan mendapatkan dua bintang di pundaknya.

Ibu 5 (lima) anak yang bersuamikan Ir Cosmas S Birana MS ini, percaya bahwa semua yang dicapai saat ini adalah karena kasih karunia Tuhan. Bekerja keras, menjunjung tinggi disiplin dan tetap bersandar pada Tuhan adalah prinsip yang selalu dipegang dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Berani menerima setiap kesempatan yang ada, tidak tertegun pada satu masalah tapi mencari solusinya, jangan pernah ragu untuk melangkah karena Tuhan pasti memberikan yang terbaik.

Sang Laksamana mengutip kidung pujian sumber kekuatan “.. dari semula tlah Kau tetapkan hidupku dalam tanganMu dalam rencanaMu Tuhan .” Perempuan yang menjadi pelopor Kaukus Perempuan Parlemen kala menjadi anggota DPR RI dari Fraksi TNI Polri pada 1997 – 2004 ini, sedang bersiap untuk kembali melangkah ke parlemen membawa aspirasi perempuan Indonesia.

Anggota parlemen yang maju dari daerah pemilihan Bekasi ini menegaskan bahwa; membangun Toraja bisa kita lakukan dari tempat dimana pun kita berada. Pakai talenta yang Tuhan percayakan kepada kita untuk berbagi dengan sesama. Lakukan dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
(Ferry Putra Utama, source : http://www.kompasiana.com/oli3ve/laksamana-christina-rantetana-perempuan-toraja-mewarisi-karakter-tominaa_552bec056ea8349d5f8b45cd)

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :85
Visitor Today :4.855
Visitor Total :6.527.684

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.