gloopic.net
Artikel / Tokoh

Tokoh : Soekarno, Sang Putra Fajar Yang Populer di Mata Dunia

Soekarno Saat Berorasi Depan Rakyat Indonesia, courtesy bintang.com

Bung Karno adalah sosok yang menjadi idola bagi banyak orang, rekam jejak perjuangannya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bukan hanya itu, kharisma dan ketampanannya pun mampu meluluhkan banyak perempuan. Bapak Bangsa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ini pun menjadi sosok yang disegani para pemimpin negara. 

Banyak yang bilang bahwa Soekarno lahir di Blitar, namun buku-buku biografi Soekarno seperti yang ditulis oleh Cindy Adams menyatakan bahwa Soekarno lahir di Surabaya. Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 di tengah keluarga yang juga tokoh-tokoh pejuang di zamannya. Kelahiran Soekarno menjelang fajar sekitar pukul setengah 6 pagi. Mereka yang lahir menjelang fajar diyakini akan memiliki masa depan cerah. 

Bukan hanya itu, tahun kelahiran Soekarno menjadi pertanda zaman baru yaitu abad 20 dan tenggelamnya abad 19 yang dikenal sebagai abad kegelapan. Kelahiran Soekarno juga ditandai dengan peristiwa alam besar yakni meletusnya Gunung Kelud. Semua pertanda itu dipercayai Soekarno dan banyak orang menjadi pertanda bahwa dirinya akan mampu membawa perubahan pada zamannya. 

Soekarno yang pintar, jago beretorika, tampan dan berani pun tampil menjadi seorang pemimpin besar bagi bangsa Indonesia. 

Ir. Soekarno bersama Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor dan Jackie Kennedy. (photo: pinterest.com)

Fakta-Fakta Unik Seputar Soekarno

Pertama: Tidak hanya di Indonesia, nama Soekarno juga telah diabadikan di beberapa negara di dunia. Di Rusia nama Soekarno diabadikan sebagai nama masjid di St. Petersburg. Nama Soekarno juga digunakan sebagai nama jalan di Ibu Kota Maroko. Di Pakistan tercatat ada dua jalan yang menggunakan nama Soekarno, yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar di Lahore.

Kedua: Meski dicetak dalam jumlah terbatas, namun perangko Soekarno ternyata tidak hanya dibuat di Indonesia. Ya, sebagai penghormatan untuk Soekarno pemerintah Kuba menerbitkan perangko dengan gambar Bung Karno dan Fidel Castro. Penerbitan perangko yang memiliki nilai historis dan patriotik pada 19 Juni 2008 lalu itu sekaligus untuk merayakan HUT ke-80 Fidel Castro.

Ir. Soekarno bersama Fidel Castro, Presiden Kuba sejak 1976 hingga 2008. (via duniadalamsejarah.blogspot.co.id)

Ketiga: Jauh sebelum Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Soeharto, Soekarno telah lebih dulu menjadi cover majalah Time. Tak hanya sekali, Time dua kali menampilkan Soekarno di halaman depan, yakni pada edisi Desember 1946 dan Maret 1958. Dalam terbitan pertamanya, majalah Time menyebut ‘Putra Sang Fajar’ tersebut sebagai orator yang ulung karena mampu meyakinkan dan mempengaruhi pendengarnya.

Keempat: Di dunia Barat dan Timur Tengah Soekarno memiliki nama panggilan Ahmed Soekarno. Sehingga tidaklah heran kamu bisa menemukan nama jalan Ahmed Soekarno di Mesir. Penambahan nama Ahmed dimaksudkan untuk memperkuat nuansa keislaman sehingga dapat menarik perhatian masyarakat Timur Tengah.

Nama Soekarno Dijadikan Nama Jalan di Mesir

Kelima: Tak hanya jago dalam bidang politik Presiden Soekarno juga pandai memberikan gagasan dalam menciptakan bangunan-bangunan indah yang sekarang masih bisa kita lihat, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno yang menjadi stadion kebanggaan bangsa Indonesia. Monumen Nasional (Monas) yang merupakan monumen perjuangan para pahlawan, Masjid Istiqlal-masjid terbesar di Asia Tenggara, Wisma Nusantara-Gedung perkantoran di kawasan bundaran HI, Hotel Indonesia-hotel berbintang pertama di Indonesia, dan Patung Dirgantara-patung selamat datang Jakarta. 

Mengenal Soekarno

“Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri...

Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya.” Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis otobiografinya, Cindy Adam.

Putra sang fajar dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno, 44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah asing.

Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).

Soekarno Saat Bersekolah di HBS

Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS (Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit Ganarsih (1923).


Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung, 29 Desember 1949.



Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul, Indonesia Menggugat, Bung Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda.


Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933, Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende, dibuang ke Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati (1943) yang memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.


Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung Karno.


Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah mengimingi kemerdekaan bagi
Indonesia.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya, Nagasaki dan Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6 Agustus 1945, membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak perlu menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.


Setelah persiapan yang cukup panjang, dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs Muhammad Hatta, para pejuang Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 52 (sekarang Jln. Proklamasi), Jakarta. (Ferry Putra Utama, Dari Berbagai Sumber)

Komentar

Artikel Terkait
gloopic.net
Visitor Online :77
Visitor Today :2.992
Visitor Total :6.362.404

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.