gloopic.net
Berita / Daerah

Banjir dan Longsor di Pondok Labu Jaksel Memakan Korban Jiwa

(Jakarta, Gloopic) Seorang warga tewas dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di Pondok Labu Jakarta Selatan Sabtu dini hari Korban tewas dalam peristiwa banjir di Pondok Labu, Jakarta Selatan, bernama Dursen. Dursen tewas setelah tertimpa tembok rumahnya yang longsor akibat banjir yang menerjang kawasan rumahnya di Gang Melati 2 RT 09/ RW 02, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jaksel.


Dursen adalah pria kelahiran Brebes, Jawa Barat, 1 Juli 1952 yang berprofesi sebagai marbot (penjaga) Masjid Al-Quba, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Suhandi, Koordinator Lapangan Satpol PP Cilandak menuturkan, saat peristiwa nahas terjadi, Jumat malam, korban sedang tidur di lokasi kejadian. "Anaknya lupa membangunkan bapaknya," kata Suhandi .


Petugas Binmas Kelurahan Pondok Labu, Aiptu Sukardi menyatakan korban diduga tewas karena batu longsoran tembok yang menimpa kepalanya. "Akibat batu itu korban tidak dapat menyelamatkan diri," ujar Sukardi. Menurut Aceng, warga setempat yang menjadi saksi pertama dalam penemuan jenazah Dursen. Ia mengaku sempat mengangkat sebuah batu untuk memastikan jenazah Dursen.


"Saya angkat batu itu, saya pikir buntelan, ya, buntelan batu. Tapi saat saya colek gitu ternyata jenazah," Aceng menuturkan.
Jenazah Dursen sudah dibawa ke masjid Al-Quba untuk dibersihkan. Setelah, jenazah rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diperiksa lebih lanjut.


Gang Melati 2 Kelurahan Pondok Labu merupakan salah satu wilayah yang diterjang banjir cukup parah akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Jumat malam. Hingga pukul 11.00 Sabtu siang banjir di Gang Melati masih setinggi 30 hingga 60 cm. Titik-titik banjir lain juga masih terpantau di wilayah Puri Kembangan dan Kampung Kalibata Pulo. (foto Antara/FPU)

Komentar

Berita Terkait
gloopic.net
Visitor Online :42
Visitor Today :664
Visitor Total :6.360.075

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.