gloopic.net
Berita / Daerah

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Plaza Aksara Medan, Nasib Karyawan Toko Belum Jelas

(Medan, Gloopic) Polisi masih menyelidiki kasus kebakaran Pasar dan Ramayana Aksara. Sudah 6 orang saksi diperiksa polisi. Sementara karyawan toko dan plaza yang terbakar hanya bisa pasrah akan kemungkinan kehilangan pekerjaannya.

"Keenamnya itu petugas sekuriti di sini. Mereka diperiksa di Mapolresta Medan," kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato.

Lesman menyatakan mereka belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran ini. Hal itu masih harus menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang akan dilakukan tim dari Laboratorium Forensik.

Mengenai pemasangan garis polisi pemagaran seng, Lesman mengatakan, langkah itu dilakukan demi alasan pengamanan. "Agar masyarakat tidak dapat masuk, karena ini sudah ditangani kepolisian. Jadi status quo," ujar Lesman.

Petugas Polsek Percut Sei Tuan akan terus melakukan penjagaan di sana. Mereka dibantu personel Polresta Medan dan Brimob Polda Sumut. "Sampai kapan? Lihat situasinya, sampai situasinya kondusif baru ditarik," jelas Lesman.

Dia mengatakan, khusus untuk melayani pedagang mereka sudah menyiapkan posko penampungan aspirasi. Namun, baru seorang perwakilan dari sejumlah pedagang emas yang mengutarakan permintaannya ke sana.

"Baru satu, dia minta agar dapat mengambil brankas milik mereka yang tertinggal di dalam. Tapi kami tidak bisa izinkan, sampai proses penyelidikan selesai," jelas Lesman.

Dia menjamin barang berharga milik pedagang yang tersisa tidak akan hilang. "Kami imbau pedagang jangan khawatir," sebutnya.

Akan tetapi, pedagang tidak begitu saja menerima penjelasan polisi. Mereka bersikeras dan sempat berdebat dengannya agar Pasar Aksara tidak ikut dipagari dengan seng. Alasannya mereka masih harus mengambil barang berharganya di dalam gedung.

"Ada brankas isinya 7 kg emas uang Rp 350 juta di sana," ucap seorang pedagang.

Sementara itu terkait relokasi sementara pedagang, Direktur Utama PD Pasar, Benny Sihotang mengatakan mereka masih mencari lokasi yang layak.

"Kami sedang menunggu kepolisian dan tenaga ahli, apakah halaman Pasar Aksara itu aman untuk relokasi sementara. Kami juga koordinasi dengan pemilik sebagian lahan ini," ucapnya.

Dia merinci, khusus lantai 1 dan 2 di Pasar Aksara yang di bawah naungan PD Pasar Kota Medan, terdapat 780 kios dan stan. "Pedagang yang aktif tercatat 738 orang. Itu hanya di pasar yang kita kelola," jelas Benny.

Seperti diberitakan, kebakaran awalnya hanya melanda Pasar Aksara, Medan, Selasa mulai sekitar pukul 11.30 WIB. Awalnya api membakar hanya lantai 2 dan lantai 3 pasar. Namun api terus membesar dan membakar Ramayana Aksara.

Pasar Aksara dan Ramayana Aksara berada di gedung yang sama, namun terpisah dinding. Gedung ini disebut dengan nama yang berubah-ubah, dari Aksara Plaza, Buana Plaza hingga Ramayana Aksara.

Bagian gedung yang dialokasikan untuk pasar berada di atas lahan Pemkot Medan. Namun PD Pasar hanya mengelola lantai 1 dan 2. Sementara lantai 3, 4, dan 5 serta lokasi parkir dikelola PT Aksara Jaya Indah (AJI). Perusahaan ini disebutkan sebagai pemilik dan pengelola bagian lain dari gedung itu, termasuk yang ditempati Ramayana Aksara.

Nasib Karyawan Toko Belum Jelas

Salah satu sales promotion girl (SPG) salah satu retail jaringan department store Ramayana di Buana Plaza, Ayu menyebutkan, pihak manajemen langsung meliburkan pegawainya usai insiden kebakaran yang terjadi Selasa kemarin dan belum ada informasi tentang nasib mereka setelah kejadian naas itu.

"Kami diliburkan sampai hari Senin depan. Senin depan kami baru dikumpulkan oleh manajemen di Ramayana Teladan," ujarnya Ayu.

Menurutnya, kemungkinan para pekerja nantinya akan dialihkan ke toko lain. Namun, informasi pasti tentang nasib mereka baru dapat mereka diperoleh pada Senin mendatang saat mereka dikumpulkan.

 

 

Komentar

Berita Terkait
gloopic.net
Visitor Online :42
Visitor Today :658
Visitor Total :6.360.069

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.