gloopic.net
Berita / Nasional

Sidang Perdana Kasus Vaksin Palsu Ditunda, Orang Tua Korban Vaksin Palsu Kecewa

(Jakarta, Gloopic) Sidang perdana gugatan vaksin palsu atas Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda ditunda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pihak RS Harapan Bunda sebagai penggugat mangkir, tidak menghadiri sidang.

"Ditunda hingga dua pekan karena tergugat harus dipanggil ulang, jadi akan dilanjutkan Kamis, 25 Agustus, dengan demikian sidang kami tutup," kata Ketua Majelis Hakim Novvry Tammy Oroh di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis siang.

Dengan ditundanya sidang perdana gugatan kasus vaksin palsu tersebut, kuasa hukum Maruli, Rony Eli Hutahaean mengaku kecewa karena alasan ditundanya sidang tersebut adalah tidak ada satupun tergugat yang hadir untuk memenuhi panggilan pengadilan. Padahal sesuai dengan surat panggilan persidangan yang dibacakan oleh majelis hakim, empat tergugat secara resmi sudah menerima surat panggilan di tempat masing-masing.

"Kecewa dan menyesalkan sikap mereka (tergugat), empat tergugat ini bersikap tidak kooperatif, seolah menyepelekan gugatan yang kami layangkan," kata Rony.

Orang tua korban terindikasi vaksin palsu, Maruli Tua Silaban menggugat Rumah Sakit Harapan Bunda, dokter Muhidin selaku dokter anak yang menangani putrinya ketika melakukan imunisasi di Rumah Sakit Harapan Bunda, Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Keempatnya digugat karena adanya dugaan telah memberikan sekaligus melakukan pembiaran atas tindak kejahatan terkait dengan memberikan imunisasi dengan menggunakan vaksin palsu terhadap anak-anak.

Rony mengimbau agar pihak rumah sakit maupun tergugat lainnya untuk serius menyikapi permasalahan dan bisa memenuhi panggilan pengadilan. Dengan demikian permasalahan terkait vaksin palsu bisa segera diselesaikan.

Kasus vaksin palsu, kata Rony bukan lagi merupakan permasalah kecil yang bisa diselesaikan dengan cara vaksin ulang.

Menurut dia, kasus vaksin palsu adalah jenis kejahatan nasional yang bukan hanya merugikan korban dan orang tua korban, tetapi juga bangsa secara keseluruhan.

"Anak-anak yang terpapar adalah anak yang ketika dewasa akan membangun negeri ini, kok malah diveri vaksin palsu? Kemana rumah sakit, menteri, bahkan pemerintah mana sikapnya? Sekarang saja kasusnya sudah sepi tidak diusut lagi," katanya.

"Jelas di sana ada perbuatan pelalaian yang dilakukan RS Harapan Bunda, sehingga pelalaian ini menyebabkan kerugian terhadap klien kami baik secara materi maupun psikologis anak dan orang tua," kata Rony.

Komentar

Berita Terkait
gloopic.net
Visitor Online :83
Visitor Today :433
Visitor Total :6.240.738

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.