gloopic.net
Berita / Olahraga

Toraja Marathon 2016, Perhelatan Sport Bernuansa Wisata

(Toraja, Gloopic) Even lari internasional Toraja Marathon 2016 tuntas digelar. Salah satu satu tujuan lomba menggalakkan pariwisata Toraja cukup tergambar dalam gelaran even ini. Untuk memberi semangat kepada peserta sebelum start, peserta disuguhi aktraksi seni budaya tradisional Toraja berupa tari- tarian.


Adapun helatan Toraja Marathon memperlombakan tiga kategori yakni 42K, 23K, 10 K dan 5K yang melewati rute ragam spot objek wisata baik di Tana Toraja dan Toraja Utara. Untuk pesertanya, ada dari Negara Kenya serta Timor Leste ikut mengambil bahagian. Hadiah yang dibagikan mencapai ratusan juta rupiah.


Lomba yang salah satu tujuannya adalah untuk menggairahkan pariwisata di Toraja, salah satu daerah tujuan wisata populer di Indonesia ini, menyajikan rute yang cukup menantang peserta.


Lintasan berupa gabungan jalan aspal, jalan beton, dan semi trail, diwarnai sejumlah jalan menanjak dan menurun. Para peserta dibawa melewati sejumlah kampung adat berusia ratusan tahun, persawahan, dan permukiman tradisonal di 6 kecamatan di dua kabupaten. Para pelari juga dapat menikmati keindahan pemakaman kuno warga Toraja, antara lain di Suaya, Tampang Allo, Bebo, dan Kete' Kesu. "Pemandangannya indah, tetapi lintasannya terlalu berbukit. Ini tidak biasa untuk lari maraton dan menjadi tantangan sendiri buat kami," ujar Rutto John Kipkorin, pemenang ketiga nomor 23km.


Hal serupa disampaikan Jakob Kibiwot Kitur, juara ketiga nomor maraton."Memang rutenya relatif naik turun. Tetapi pemandangannya indah. Karena ini memang untuk sport tourism, tidak ada masalah," kata kitur. "Toraja memang indah, dan panitia berhasil memperlihatkan hal itu. Saya senang berlari di sini," ujarnya.


Keindahan itu juga dimanfaatkan sejumlah peserta untuk berhenti mengambil foto. "Begitu ada obyek menarik, saya berhenti dan foto," ujar Ronald Saulata, peserta asal Balikpapan. "Di salah satu pemakaman ada yang baru selesai melaksanakan upacara adat," ujar Luri Suwarno, peserta asal Malang yang tak melewatkan kesempatan itu untuk mengambil foto.


Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae berharap gelaran Toraja Marathon dapat mendorong serta mampu mengembalikan kejayaan pariwisata Toraja, lewat keikutsertaan para pelari dari domestik maupun mancanegara menjadi parameter bergairahnya industri pariwisata Toraja.


"Mari, kita menjadikan momentum Toraja Marathon untuk mendorong pariwisata Toraja ke depan. Ternyata, banyak yang rindu Toraja," harapnya saat melepas para peserta Toraja Marathon di Kolam Makale, Sabtu pagi.


Toraja Marathon juga diikuti tokoh nasional di antaraya hadir Irjen Mathius Salempang yang belakangan digadang-gadang menjadi bakal calon gubernur Sulawesi Selatan. Salempang bahkan menuntaskan nomor yang diikutinya dan mendapatkan medali karena mencapai finish.

Didominasi Pelari Kenya

Para pelari jarak jauh asal Kenya mendominasi ajang "Toraja Marathon 2016" yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.


Para pelari putra Kenya menempati tiga urutan teratas baik di nomor maraton 42,195 kilometer (km) maupun 23 km.
Stephen Mungathia Nkubitu memenangi nomor maraton dengan waktu dua jam 26 menit, 51 detik. Disusul Charles Kipkorir Kipsang (2:35:26) di ururan kedua, dan Jakob Kibiwot Kitur (2:41:21). 

Di nomor 23 km, pelari Kenya lainnya Charles Munyua Njoki menjadi juara dengan waktu satu jam 18 menit, 6 detik.
Rekan senegaranya, Mubuga Julius Kangethe (1:19:06) dan Rutto John Kipkorin (1:24:35) di urutan kedua dan ketiga.

Pelari putri Kenya juga mendominasi podium nomor maraton, yang dimenangi Margaret Njuguna, Rebecca Nakwa, dan Viola Jepchirchir Kimali, berturut-turut sebagai juara satu, dua, dan tiga.


Sedikitnya 650 peserta, baik lokal dan internasional, mengikuti ajang yan memperlombakan empat nomor. Selain 42,195km dan 23 km, dua nomor lain yakni 10 km dan 5 km.


Margaret Njuguna, pemenang nomor marathon asal kenya, menembus garis finis dengan catatan waktu 3 jam 9 menit 31 detik. Nomor marathon dan 23 km melakukan start di Bunderan Kolam Makale, ibu kota Tana Toraja. Adapun dua nomor lain yakni 10 km dan 5 km start dari Lapangan Bakti Rantepao, ibu kota Toraja Utara, yang juga menjadi garis finis bagi semua peserta.

Komentar

Berita Terkait
gloopic.net
Visitor Online :111
Visitor Today :278
Visitor Total :6.723.527

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.