gloopic.net
Berita / Penerbangan

Bandara Beringin Dianggap Tak Laik Lagi

(Barito Utara, Gloopic) Lokasi Bandara Beringin Muara Teweh dianggap mendesak dipindah ke Bandara baru Haji Muhammad Sidik, di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Barito Utara. Bandara Beringin dianggap sudah tidak layak lagi karena banyaknya bangunan atau rumah walet yang berdiri disekeliling bandara, sehingga sangat membahayakan sekali terhadap penerbangan.

“Sekalipun diusulkan anggaran untuk pengembangan bandara ini, tetapi pemerintah pusat tidak mungkin menyetujui anggarannya. Oleh sebab itu, aktivitas bandara beringin ini sudah selayaknya dipindah,” terang Kepala Bandara Beringin Muara Teweh, Muhammad Fadil melalui Kasubsi Bandara, Mamat.

Bayangkan pernah diusulkan untuk perbaikan landasan Bandara Beringin yang rusak, tetapi sampai sekarang tidak ada realisasi, sebab target pemerintah Bandara Haji Muhammad Sidik operasional 2019.

Tahun 2018 ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI telah mengucurkan anggaran sebesar Rp61 miliar guna menyelesaikan beberapa tahapan yang belum selesai. Seperti landasan, terminal, saklar dan lain-lain. Tahun depan akan dilanjutkan dengan pembangunan airnap, sebab pembangunan tersebut di luar kewenangan pihak bandara.

“Sejauh ini pemerintah daerah sangat mendukung sekali kegiatan pengembangan bandara tersebut dengan menyediakan lahan sebesar 180 hektare, sedangkan pembangunan runway di  Bandara Haji Muhammad Sidik 1.400 meter, beda dengan bandara beringin ini hanya 900 meter saja untuk runway-nya,” papar Mamat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Batara, Ir H Iwan Fikri MMA mengatakan, Pemkab Batara sangat mengharapkan Bandara Haji Muhammad Sidik beroperasi.

"Tahun ini pembuatan jalan masuk jalur kedua sebesar Rp10 miliar. Oleh karenanya, bandara baru tersebut diharapkan dapat selesai secara keseluruhan," ungkap Iwan Fikri.

Sebab lanjut dia, sudah puluhan miliar dikucurkan untuk pembuatan drainase, pemantapan kran listrik, turap pemasangan batu sisi udara, dan pemasangan pagar wilayah sisi darat. Selain itu, pemasangan batu sisi darat, gedung pameran, perumahan dinas, taman halaman kantor, pengadaan genset 150 KPA dan pengadaan mower traktor.

Iwan menegaskan, tahun ini pemerintah daerah sedang mengurus pelepasan kawasan hutan yang dapat dikonversi (HPK), di lahan seluas 101 hektare untuk perluasan bandara Haji Muhammad Sidik kepada pemerintah pusat. Proses kepengurusan pelepasan kawasan hutan ini untuk mendapatkan sertifikat tanah dari pertanahan yang kini sedang diproses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. "Kita harapkan perizinan tersebut bisa segera terbit tahun ini supaya bandara tersebut memiliki legalitas seperti clear dan clean," tandas Iwan Fikri.

Komentar

Berita Terkait
gloopic.net
Visitor Online :72
Visitor Today :1.013
Visitor Total :6.265.360

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.