gloopic.net
Berita / Penerbangan

Kemenhub Tagih Janji Uni Eropa Untuk Cabut Larangan Terbang di Indonesia

(Sentani, Gloopic) Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan menangih janji negara-negara Uni Eropa (UE) untuk mencabut larangan terbang maskapai penerbangan UE ke Indonesia yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Untuk itu,Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan penilaian atau audit yang akan dilakukan Uni Eropa pada 12-21 Maret 2018.

Menurutnya, pertemuan ini sangat penting karena Uni Eropa meminta syarat tambahan untuk mencabut larangan penerbangan (ban) bagi seluruh maskapai Indonesia ke Uni Eropa. Pernyataan tersebut diutarakan Uni Eropa kepada Kemenhub saat kunjungan ke Eropa beberapa waktu lalu.

"Mereka (Uni Eropa) akan mengaudit atau penilaian 12-21 Maret ini. Mereka tahu di mana rantai-rantai terlemah dari penerbangan Indonesia, makanya mereka menargetkan Papua dan Papua Barat sebagai titik penilaian," Agus menjelaskan.

Alasannya diucapkan Agus, karena perhatian pemerintah Indonesia dianggap Uni Eropa tidak fokus pada pengembangan bandara di Papua, termasuk dari aspek keselamatannya, seperti kasus kecelakaan pesawat yang banyak terjadi di Papua dan Papua Barat.

Lebih jauh diungkapkan Agus, Uni Eropa akan melakukan audit atau penilaian terhadap enam maskapai penerbangan di Papua, yaitu Sriwijaya Air, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Indonesia AirAsia X, dan Spirit Aviation Sentosa (SAS).

"Tapi tidak menutup kemungkinan yang diaudit bukan cuma maskapai tersebut, tapi juga yang lainnya diperiksa. Jadi kita harus mempersiapkan diri supaya hasil audit positif dan mampu membuka larangan terbang dari Uni Eropa," tegasnya.

Saat ini, diakui Agus, Indonesia sudah mempunyai bekal untuk menghadapi penilaian dari Uni Eropa pada Maret mendatang. Kemajuan itu, antara lain kenaikan peringkat Indonesia dalam kategorisasi otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA AS) dari kategori 2 menjadi kategori 1.

Selain itu, nilai implementasi ICVM USOAP ICAO yang mencapai 81,15 persen, melebihi rata-rata dunia yang hanya 60 persen. Bahkan indikator navigasi dalam kepatuhan keselamatan (safety comply) sudah mencapai 86 persen.

"Ini saatnya menagih kembali ke Uni Eropa untuk mencabut larangan terbang yang sudah diterapkan ke Indonesia selama 10 tahun," Agus menegaskan.

Komentar

Berita Terkait
gloopic.net
Visitor Online :39
Visitor Today :397
Visitor Total :6.359.808

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dengan berlangganan NEWSLETTER anda akan menerima info tebaru dari situs kami.