IATA/ICAO : DJB / WIPA
Nama Bandara : Sultan Thaha Jambi
Profil Bandara :

Sekilas Pandang Kota Jambi

Kota Jambi adalah ibukota Provinsi Jambi, secara geografis terletak antara 0.45º LS dan antara 101. 10º - 104.55º BT.

Di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Riau, sebelah Timur dengan selat Berhala, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat.

Kondisi geografis yang cukup strategis di antara kota-kota lain di provinsi sekitarnya membuat peran Jambi ini cukup penting terlebih lagi dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah. Kebutuhan industri dan masyarakat di kota sekelilingnya didukung suplai bahan baku dan bahan kebutuhan dari provinsi ini.

Luas Provinsi Jambi 53.435 Km² dengan jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2010 berjumlah 3.088.618 jiwa (Data BPS hasil sensus 2010

Profil Bandar Udara Sultan Thaha Jambi

Jambi, telah menjadi pusat peradaban sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Aktfitas yang beragam menjadikan mobilitas masyarakat dan menuju kota ini mencapai jumlah yang tinggi.

Pada masa penjajahan Lapangan Terbang Jambi dibangun oleh Belanda dan Jepang dengan nanama Lapangan Terbang Paalmerah. Nama Paalmerah berasal dari patok yang terbuat dari batu untuk menentukan batas lokasi bandara yang ditancapkan oleh Belanda dan kemudian diberi nama cat warna merah.

Pada tahun 1950-an setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Pelabuhan Udara Jambi mulai dikelola Djawatan Penerbangan Sipil untuk dikomersilkan, pada saat itu dimensi landasan pacu 900 m x 25 m dengan konstruksi batu kerikil dan pesawat terbesar adalah pesawat DC 3 (Dakota).

Tahun 1970 Djawatan Penerbangan Sipil berubah nomenklatur menjadi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Pelabuhan Udara Paalmerah menjadi Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Udara di Provinsi Jambi,

Pada tahun 1976 dilaksanakan pembangunan perpanjangan landasan pacu menjadi 1650 m x 30 m.

Tanggal 10 oktober 1978 Pelabuhan Udara Paalmerah berganti nama menjadi Pelabuhan Udara Sultan Thaha Jambi yang berasal dari nama salah satu Pahlawan daerahJambi. Pada tahun ini dilakukan pemasangan Visual Aid berupa Runway Light, VASI, CCR, REIL.

Seiring dengan perkembangan teknologi tahun 2005 dilaksanakan penggantian VASI dengan pemasangan PAPI Tanggal 1 Januari 2007 pengalihan Pengelolahan Operasional Bandar Udara Sultan Thaha Jambi yang sebelumnya dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT)Departemen Perhubungan dan sekarang dikelola oleh PT. (Persero) Angkasa Pura II sedangkan pesawat terbesar yang dilayani adalah B737-400.

Sejak dikelola PT. (Persero) Angkasa Pura II telah direncanakan perpanjangan landasan pacu memnjadi 2220 m x 30 m dan telah dioperasikan tahun 2008. Bandar Udara Sultan Thaha, hingga tahun 2013 melayani 3.357 penumpang setiap harinya. Jumlah tersebut tentu tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur bandara yang terbatas.

Perkiraan pertumbuhan penumpang angkutan udara mencapai 7-12 % setiap tahunnya.

Karena itu diperlukan langkah strategis yang terangkum dalam Rencana Pengembangan Bandara Sultan Thaha Jambi menuju bandara berkelas dunia. Diawali dari pengembangan infrastruktur, dari kondisi eksisting seluas 2.370 km persegi menjadi 13.015 km persegi. Kemudian dilengkapi berbagai pengembangan beraneka fasilitas kebandaraan yang modern.

 DATA STATISTIK PERTUMBUHAN BANDARA

Fasilitas (tahun 2010)

Eksisting

Perencanaan

Ultimate

Luas Bandara

155 Ha

 

184,09 Ha

Luas Terminal Penumpang

2.308 m2

13.015 m2

16.400 m2

Areal Apron

20.368 m2

32.595 m2

43.089 m2

Kapasitas Parkir

215 kendaraan

461 kendaraan

480 kendaraan

Kapasitas Parkir Pesawat

5 pesawat

9 pesawat

10 pesawat

Garabarata

0

2

4

Commercial Area

621.5 m2

1398 m2

1398 m2

Terminal Kargo

3.902 ton/tahun

7.391 ton/tahun

8.733 ton/tahun

Data Umum Bandara :

Nama Bandara

:

SULTAN THAHA  

Kode IATA / ICAO

:

DJB/WIPA

Alamat

:

Jambi

Telepon

:

 

Fax

:

 

Kabupaten / Kota - Propinsi

:

 

Kelas

:

I (satu)

Koordinat

:

01° 38' 08'' S103° 38' 35'' E

Elevasi

:

82 feet diatas permukaan laut

Azimuth

:

13 - 31

PCN

:

33 FCXT ;

Dimensi Runway

:

2200 m x 30 m

Dimensi Taxiway

:

92 m x 23 m

65 F/B/W/T

Dimensi Apron

:

268 m x 76 m

65 F/B/W/T

TORA

:

 

TODA

:

 

Luas Terminal Penumpang

:

2376 m2

Pengelola

:

PT. ANGKASA PURA II

Jenis Pesawat

:

B 737 400

Fasilitas  Bantu Pendaratan

:

 

Visual

:

PAPI, RWE, PALS

Instrument

:

 

Fasilitas Navigasi

:

NDB (ident : NX Freq ),  DVOR (ident : JMB Freq :)

Jenis Pelayanan Lalu Lintas Udara

:

ADC

Kategori PK-PPK

:

4

Photo Gallery